Pepatah orang tua mengatakan bahwa “uang bukan segalanya.” Namun pada kenyataan hidup, segala sesuatu harus dibeli dengan uang. Segala kontroversial muncul ketika mereka menghadapi pernyataan antara bahwa “uang bukan segalanya” atau “uang adalah segalanya”.

Jaman sekarang ini, kita tidak dapat memperoleh segala sesuatu dengan gratis alias tanpa membayar dengan sejumlah uang. Segala kebutuhan hidup seperti air, makanan, pakaian dan tempat tinggal harus diperoleh dengan menukarkan sejumlah uang. Oleh karena itu, kita harus memiliki sejumlah uang untuk melanjutkan kehidupan. Semakin banyak uang yang kita miliki semakin banyak atau baik pula materi yang dapat kita peroleh.

Setiap orang mempunyai sifat yang sama yaitu mendekati kesenangan dan menjauhi penderitaan. Sifat dasar manusia tersebut tidak dapat dirubah sehingga setiap manusia cenderung berusaha untuk mencari uang sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Hal ini selalu mendorong setiap manusia untuk mencari uang yang akhirnya muncul keserakahan pada individu masing-masing. Segala upaya dilakukan demi mendapatkan uang untuk memperbaiki kehidupan. Sebagian orang rela melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab demi mendapatkan uang.

Setiap agama dan setiap orang tua berusaha membina kembali setiap orang(anak) agar tidak melakukan tindakan tidak terpuji. Mereka mengajarkan untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum atau norma masyarakat, seperti: mencuri, menipu, menjadi pekerja asusila dan lain sebagainya. Ajaran ini berpegang teguh bahwa “Uang tidak dapat membeli segalanya.” Uang tidak dapat digunakan untuk membeli kebahagiaan mutlak. Uang tidak selalu dapat memberikan kepastian untuk mendapatkan kebahagiaan walaupun sebagian besar kebahagiaan dapat diwujudkan dengan uang.

Kita ambil contoh:
– Orang tua akan lebih bahagia apabila anaknya bisa pulang untuk berkumpul bersama dibanding anaknya hanya mengirimkan sejumlah uang untuk digunakan. Perasaan kebahagiaan orang tua ketika berkumpul dengan anaknya tidak dapat digantikan dengan kehadiran materi yang dibeli dengan uang.
– Kekayaan orang tua yang melimpah menyebabkan pertikaian di dalam keluarga demi merebut harta untuk kepentingan pribadi. Pada kejadian ini uang merupakan sumber kejahatan dan memecah belah keluarga.

Contoh di atas memberikan penjelasan bahwa uang hanya bisa membeli sebagian besar materi untuk mewujudkan kebahagiaan. Namun uang tidak selalu dapat membeli segala sesuatu. Uang dapat membuat manusia untuk melakukan tindakan kejahatan dan oleh karena itu, setiap agama dan orang tua selalu mengajarkan atau mengingatkan untuk tidak diperbudak oleh uang.