Pernahkah kita mengalami rasa takut atau cemas ketika kita perlu terbang dengan menggunakan pesawat? Apalagi ada berita tentang kecelakaan pesawat yang membuat kita semakin cemas bepergian dengan menggunakan angkutan udara ini. Namun, pernahkah kita mengetahui bahwa ternyata takut terbang merupakan gangguan jiwa?

Takut terbang merupakan gangguan jiwa

Ketika kita berada dalam pesawat perasaan takut dan cemas mudah datang. Perasaan takut dan cemas ini sebenarnya normal dan dialami oleh setiap orang ketika menggunakan pesawat. Namun, apabila selama di dalam perjalanan menggunakan pesawat kita merasa sangat takut, tidak nyaman, jantung berdebar kencang, keluar keringat dingin, nafas seperti tercekat dan merasa keadaan jiwa kita sedang terancam bahaya. Hal ini merupakan gejala dari gangguan jiwa dikarenakan takut terbang. Perjalanan menggunakan pesawat akan terasa menakutkan sehingga akan menimbulkan trauma.

Gejala umum serangan panik dan kecemasan menyeluruh

Gejala umum yang dialami seseorang ketika mengalami serangan panik, di antaranya: keringat berlebihan, jantung berdebar, sesak nafas, nadi cepat, nyeri, sesak di dada, perasaan panas dingin, kesulitan menelan makanan atau minuman, Kesemutan di berbagai bagian tubuh selama beberapa menit, merasa diteror, wajah memerah, atau merasa kematian sudah dekat merupakan beberapa gejala umum serangan panik dan kecemasan menyeluruh.

Panik menjadi penyebab takut terbang

Penyebab dari rasa cemas menyeluruh dan panik yang berulang ini biasanya tidak mudah diketahui secara jelas. Ada sebagian orang yang dulunya tidak pernah mengalami rasa takut ketika bepergian dengan menggunakan pesawat. Namun, tanpa mereka sadari ketika mereka berada di pesawat, mereka dapat mengalami rasa takut yang sangat mendalam. Rasa takut dan panik yang tidak dapat mereka kendalikan ini disebabkan karena mereka takut terbang. Kejadian panik yang berulang ini dapat menjadi trauma bagi sebagian orang sehingga mereka akan menghindari tampat yang dapat mengingatkan mereka akan kejadian tersebut.

Penyebab dari serangan panik pada setiap individu tidak dapat diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, ada beberapa indikasi bahwa serangan panik pada setiap orang dapat terjadi karena stress, genetika dan perubahan susunan dalam kimia otak(neurotransmitter).

Rasa cemas yang berlebihan sebelum waktu terbang dapat membuat seseorang menjadi berkurang kuantitas dan kualitas tidurnya. Rasa cemas yang berlebihan ini umumnya berkaitan dengan gangguan kecemasan panik atau gangguan kecemasan menyeluruh. Rasa cemas yang berlebihan ini seringkali terjadi pada orang yang akan melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat.

Solusi agar tidak takut bepergian menggunakan pesawat

Perlengkapan keamanan dan keselamatan armada udara seharusnya lebih baik dibanding menggunakan armada darat. Meskipun armada udara diklaim aman, hal ini tidak menutup kemungkinan ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecelakaan pesawat, seperti: cuaca yang ekstrim, kelalaian petugas atau awak kapal, kehabisan bahan bakar, kerusakan pada pesawat, teroris atau lain sebagainya. Kita sebagai manusia hanya dapat berserah diri kepada Tuhan karena hanya Tuhan yang menentukan nasib, takdir dan hidup kita.

Pada prakteknya, seorang yang mengalami panik atau stress akan membiarkan rasa ketakutan ini tanpa mencari cara penyembuhan. Padahal rasa panik dan ketakutan ini dapat disembuhkan. Bila kita mengalami kecemasan akan sesuatu hal dan merasa panik yang berulang dan berlangsung lama, kita tidak dapat menanganinya sendiri. Kita harus memeriksakan diri ke psikiater untuk mencari solusi untuk mengatasi rasa panik dan takut melakukan perjalanan menggunakan pesawat.