Kalangan masyarakat mengenal saham sebagai suatu perjudian. Hal ini benar, karena saham merupakan suatu jenis investasi dan bukan judi. Namun ada beberapa kalangan masyarakat yang nakal dan memperdagangkan saham tersebut seperti berjudi, makanya saham sering disebut judi.

Sebelumnya kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan saham. Saham adalah suatu hak atas suatu perusahaan. Bila kita membeli saham suatu perusahaan berarti kita termasuk sebagai pemilik perusahaan tersebut. Jumlah kepemilikan kita terhadap suatu perusahaan dihitung dari jumlah lembar saham yang kita miliki.

Sebuah perusahaan ketika tidak memiliki dana yang cukup untuk mengembangkan perusahaan, mereka akan menjual sebagian kepemilikan sahamnya kepada masyarakat. Bila kita berminat untuk ikut memiliki perusahaan tersebut, kita dapat memanfaatkan tersebut untuk membeli sahamnya.

Nilai per lembar saham akan berkembang mengikuti perkembangan perusahaan. Bila perusahaan mendapatkan laba maka nilai perusahaan tersebut akan naik begitu pula harga saham perusahaan tersebut. Perusahaan juga membagikan sejumlah keuntungan yang diperoleh kepada pemilik saham. Pemilik saham juga dapat menjual kembali kepemilikan saham tersebut ke pihak lain. Anda juga dapat menikmati selisih harga jual dan harga beli saham tersebut.

Mengapa saham disebut judi? Beberapa kalangan masyarakat memanfaatkan pasar saham untuk memperdagangkan nilai saham tersebut dan tidak memanfaatkan sebagai investasi. Mereka selalu membeli dan menjual kembali saham untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga tersebut. Sebagian orang melakukannya dengan cara lebih ekstrim, mereka memperdagangkan saham menggunakan uang pinjaman. Ketika harga saham turun mereka terpaksa harus menjual saham yang mereka miliki dengan keadaan rugi untuk membayar uang pinjaman. Sebenarnya saham bukan suatu perjudian namun sebagian orang memperlakukan saham sebagai media perjudian.