Virus zika dan virus dengue memiliki kesaman karena keduanya dibawa oleh nyamuk Aedes. Gejala infeksi yang terjadi juga sama, yaitu penderita mengalami demam. Namun, ada beberapa gejala yang membedakan ketika kita terinfeksi virus zika atau virus deugue. Untuk itu, kita perlu cermati perbedaan virus zika dengan virus dengue(demam berdarah dengue).

Terdapat persamaan antara virus zika dengan virus dengue(demam berdarah)

Kedua jenis virus baik virus zika maupun virus dengeu ditularkan oleh nyamuk aedes. Kedua jenis virus ini dibawa oleh nyamuk aedes dan ditularkan ke manusia yang digigit olehnya. Selain itu terdapat juga banyak persamaan antara gejala yang ditimbulkan oleh virus zika dan virus dengue. Banyak gejala sama seperti penyakit demam berdarah yang ditimbulkan oleh virus zika, seperti: panas tinggi, nyeri otot dan sendi, lemas, sakit kepala, kemerahan di kulit badan, punggung hingga kaki.

Sebelum penyakit yang disebabkan oleh virus zika ini teridentifikasi, banyak dokter yang menyatakan bahwa penyakit ini adalah penyakit demam berdarah tapi penyakit ini sementara belum dapat disembuhkan menggunakan metode pengobatan yang dilakukan terhadap penyakit demam berdarah.

Perbedaan virus zika dengan virus dengue(demam berdarah)

Penyakit yang disebabkan oleh virus zika ternyata mempunyai perbedaan gejala yang dialami oleh penderita. Virus zika dapat dibedakan dengan virus deugue(DBD) melalui gejala yang menonjol, yaitu mata merah. Penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh virus dengeu tidak menyebabkan mata merah.

Perbedaan lainnya dari virus zika dan virus deugue adalah pada gejala yang ditakuti oleh penderita demam berdarah, jumlah trombosit di dalam darah berkurang sedangkan pada penyakit yang disebabkan oleh virus zika, jumlah trombosit dalam darah tidak mengalami penurunan.

Virus zika dicurigai menyebabkan mikrosefali(kepala kecil karena gangguan perkembangan otak)

Virus ini sebenarnya sama dengan DBD. Namun, saat ini virus zika dicurigai dapat menyebabkan mikrosefali(kepala kecil karena gangguan perkembangan otak). Ibu hamil perlu berhati-hati agar tidak terinfeksi dengan virus zika. Virus ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan kondisi mikrosefali.

WHO mengeluarkan status darurat kesehatan global terhadap virus zika

Saat ini, infeksi virus zika di wilayah Amerika Latin dengan banyak kasus mikrosefali. Oleh karena itu, WHO(Badan Kesehatan Dunia) mengeluarkan status darurat kesehatan global terhadap virus zika. Virus ini masih tergolong baru sehingga belum ditemukan vaksin. Pencegahan yang perlu dilakukan adalah dengan memperkuat sistem imun tubuh agar terhindar dari infeksi virus zika.