Setelah memiliki Google Adsense, ternyata akun Google Adsense terbagi atas 2 jenis yaitu Google Adsense jenis hosted dan Google Adsense jenis non hosted. Akun Google Adsense jenis hosted atau akun Google Adsense jenis non hosted yang kita peroleh ditentukan berdasarkan cara kita mendaftarkannya. Bila kita mendaftar akun Google Adsense menggunakan website pribadi kita tanpa menggunakan layanan Blogger, maka akun Google Adsense yang terdaftar adalah jenis non hosted. Apabila kita mendaftarkan akun Google Adsense menggunakan blog di Blogger atau video di Youtube maka akun Google Adsense yang terdaftar adalah jenis hosted. Akun Google Adsense mana yang lebih baik, mana yang lebih mudah? Hal ini pasti muncul di benak kita. Mari kita teliti perbedaan Google Adsense hosted dan non hosted:

Perbedaan Google Adsense Hosted Dan Non Hosted

Akun Google Adsense terbagi atas tipe hosted dan non hosted. Kedua tipe ini tentunya berbeda. Tapi apa yang berbeda? Bagaimana dengan proses pengajuannya? Lebih mudah mana? Bagaimana dengan jumlah penghasilannya? Lebih besar mana?

Google Adsense tipe hosted didapatkan melalui pengajuan konten yang ditempatkan pada server Google

Akun Google Adsense jenis hosted dapat diperoleh dengan mendaftarkan akun Google Adsense menggunakan Blog yang dibangun menggunakan layanan Blogger atau Video yang kita unggah ke Youtube. Blogger mengaku bahwa pengajuan akun Google Adsense menggunakan Blogger dan Youtube lebih mudah dibandingkan menggunakan website sendiri. Cara pengajuan cukup mudah, mereka hanya membutuhkan sekitar 30 buah artikel di dalam blog atau beberapa video youtube dan minimal sebuah video yang telah diijinkan Youtube untuk digunakan mencari uang. Proses pengajuan akun Google Adsense pun berjalan lancar.

Google Adsense tipe non hosted didapatkan melalui pengajuan website pribadi

Pendaftaran akun jenis non hosted harus menggunakan website milik pribadi. Google juga memberikan persyaratan website harus telah berumur 6 bulan. Konten atau informasi yang terkandung di dalam website juga harus berkualitas dan harus telah memiliki sejumlah pengunjung.

Pengalaman blogger yang berhasil mendaftarkan Google Adsense jenis ini, menyarankan untuk memiliki domain sendiri dan tidak menggunakan subdomain. Hal ini sepertinya menjadi suatu kewajiban. Mereka juga mengatakan untuk mengisi website dengan minimal 50-60 buah artikel yang bermanfaat sehingga dapat menarik pengunjung.

Proses pengajuan akun Google Adsense jenis non hosted tidak semulus proses pengajuan akun jenis hosted. Banyak orang berpengalaman beberapa kali ditolak dengan alasan website tidak layak untuk memasang iklan atau jumlah konten tidak mencukupi.

Penghasilan melalui pemasangan iklan Google Adsense

Penghasilan kedua jenis akun dapat dikatakan sama karena nilai persentase sharing profit yang diberlakukan adalah sama besar yaitu sebesar 68%. Perbedaan penghasilan yang didapatkan adalah pada jumlah pengunjung ke dalam konten, kualitas konten dan nilai keyword pada konten yang kita miliki.

Pengalaman pengajuan akun Google Adsense menunjukkan pengajuan akun jenis hosted tampak lebih mudah. Namun, hal ini tetap mengacu pada kualitas konten yang terkandung di dalam blog atau kualitas video yang dikirim ke Youtube. Hingga saat ini tidak ada jaminan sebuah blog atau video pasti diterima oleh Google untuk memasang iklan. Hal ini tergantung keuletan dari individu yang membangun blog atau channel video mereka.