Setiap pekerja dan pengusaha adalah manusia biasa. Mereka sama-sama bekerja untuk mencari suatu penghidupan yang lebih baik di dalam kehidupan mereka. Walaupun sebagai manusia biasa, mereka mempunyai cara berpikir, cara berinvestasi, cara bekerja dan cara konsumsi yang berbeda. Mereka masing-masing memiliki watak dan cara mengambil keputusan yang berbeda. Hingga saat ini, masing-masing pihak menganggap cara berpikir mereka sendiri adalah yang paling benar. Namun, saya yakin mereka sama-sama mempunyai cara untuk menjalankan kehidupan mereka dengan unik. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang perbedaan antara pekerja dan pengusaha, mari kita telusuri satu per satu.

Perbedaan antara pekerja dan pengusaha

Di dalam kehidupan dunia ini terdapat dua buah kelompok besar antara pekerja dan pemilik usaha. Namun, pengelompokan ini bukan suatu batasan permanen karena pada beberapa kasus ada individu tertentu yang berpindah kelompok dari pekerja menjadi pengusaha atau sebaliknya dari pengusaha menjadi pekerja. Namun bila ditinjau, ternyata secara mayoritas kedua kelompok ini mempunyai cara menjalankan kehidupan yang cukup signifikan perbedaannya.

Cara berpikir

Pekerja:
Seorang pekerja akan berusaha menguasai hal teknis dan hal-hal yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaannya di lapangan. Mereka sangat rajin untuk menimba ilmu agar mampu mengerjakan pekerjaan yang lebih sulit. Mereka lebih suka mengerjakan pekerjaan susah sendiri dibandingkan menyerahkannya kepada pihak lain.
Pengusaha:
Banyak orang berpikir bahwa seorang pengusaha adalah orang-orang yang mengerti tentang segala hal. Pada kenyataannya pemikiran mereka sangat sederhana. Mereka tidak suka dengan hal-hal rumit yang berhubungan dengan hal-hal teknis. Mereka akan menyerahkan pekerjaan yang tidak mampu mereka kerjakan sendiri kepada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengerjakannya.

Cara bekerja

Pekerja:
Pekerja umumnya akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Mereka menyelesaikan tugas mereka dengan sangat baik karena mereka memiliki pengetahuan yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan.
Pengusaha:
Banyak di antara pengusaha adalah orang malas, mereka lebih suka untuk tidak menyelesaikan pekerjaan mereka sendiri. Mereka akan meminta pihak lain untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Mereka banyak menghabiskan waktu untuk bersantai dan memikirkan tentang rencana.

Investasi

Pekerja:
Waktu selalu dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaan di lapangan. Mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan tugas mereka. Mereka selalu menginvestasikan waktu mereka untuk mencari penghasilan.

Kaum pekerja menginvestasi sebagian besar penghasilan mereka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di dalam keluarga. Mereka lebih cenderung membeli rumah, kendaraan, perabot rumah tangga dan kebutuhan pribadi.

Pengusaha:
Pemilik usaha atau bisnis lebih suka membayar orang lain untuk melakukan suatu pekerjaan dibandingkan mereka harus menghabiskan waktu untuk melakukan pekerjaannya sendiri. Mereka akan cenderung menginvestasikan uang mereka untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Kaum pengusaha terkadang dianggap kurang menyayangi diri mereka sendiri, mereka jarang menghabiskan dana yang besar untuk keperluan keluarga bahkan keperluan pribadi. Mereka banyak menghabiskan dana untuk membeli suatu peluang bisnis dan peluang investasi jangka panjang. Investasi yang mereka lakukan terkadang tidak selalu menghasilkan. Namun, mereka suka membeli suatu harapan di masa yang akan datang.

Perencanaan

Pekerja:
Rencana kebanyakan pekerja adalah rencana konsumtif dibandingkan sebuah rencana investasi atau rencana bisnis. Mereka banyak merencanakan untuk berbelanja perabot rumah tangga, pakaian, gadget, cara membayar cicilan dan lain sebagainya.

Pengusaha:
Seorang pengusaha mempunyai waktu perencanaan bisnis atau investasi lebih besar dibandingkan rencana konsumtif. Mereka banyak bermimpi untuk membangun bisnis baru dibandingkan rencana untuk membeli gadget baru atau pakaian baru.

Pemanfaatan hasil kerja

Pekerja:
Kelompok pekerja adalah orang-orang yang sayang terhadap keluarga. Mereka banyak menginvestasi uang mereka untuk kehidupan keluarga mereka. Mereka mengalokasikan penghasilan mereka antara 70% hingga 90% untuk membiayai kehidupan mereka. Sisa penghasilan mereka disimpan untuk berinvestasi dan untuk membiayai keperluan mendadak.

Pengusaha:
Seorang pengusaha sejak sebelum mereka berhasil menjadi seorang pengusaha, mereka merupakan orang yang hemat dan rajin mencari peluang bisnis. Mereka mengalokasikan dana yang sedikit untuk kehidupan konsumtif mereka. Banyak di antara mereka hanya mengalokasikan 10% hingga 30% penghasilan mereka untuk membiayai kehidupan mereka. Sisa penghasilan mereka akan dialokasikan untuk ditabung agar suatu saat dapat dimanfaatkan untuk meraih peluang bisnis yang lebih baik.

Saya yakin Anda sebagai pembaca mungkin akan lebih setuju pada pemikiran dari salah satu pihak atau mungkin mempunyai pemikiran kombinasi antara kedua pihak. Pembahasan ini hanya dilakukan untuk membahas perbedaan antara cara yang dilakukan oleh kedua pihak. Namun, karakter kedua belah pihak yang dibahas di sini adalah karakter umum. Karakter setiap individu akan berbeda satu sama lain dan ada beberapa individu juga memiliki karakter kombinasi yang artinya tidak mempunyai kecenderungan pada salah satu pihak saja.