Kita mungkin pernah mengalami perut berbunyi krucuk-krucuk meski tidak merasa lapar. Bila perut kita berbunyi dan tidak ada orang yang berada di sekitar kita tentunya hal itu tidak menjadi masalah. Tetapi suasana hati kita akan berubah bila ada orang yang berada di sekitar kita ketika perut kita berbunyi krucuk-krucuk. Kita tentunya akan merasa malu pada situasi tersebut. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab perut berbunyi krucuk-krucuk?

Penyebab Perut Berbunyi krucuk-krucuk

Perut berbunyi krucuk-krucuk sebenarnya merupakan hal yang biasa. Namun, bila ada teman atau orang lain di sekitar kita. Hal ini dapat membuat kita menjadi bahan guyonan atau bahan candaan. Sisi negatifnya kita tidak akan pernah bisa mengendalikan suara yang berasal dari dalam perut kita ini. Namun, perut yang sering berbunyi ternyata ada penyebabnya:

Makanan menjadi sumber bunyi krucuk-krucuk

Meskipun perut sudah kenyang atau terisi, perut masih bisa berbunyi krucuk-krucuk yang cukup keras. Dalam hal ini, makanan yang kita konsumsi menjadi salah satu penyebab perut berbunyi. Makanan tertentu ketika berada di dalam saluran pencernaan dapat menghasilkan banyak gas dan menimbulkan rongga udara. Adanya rongga udara di dalam saluran pencernaan akan menjadi sebuah ruangan resonansi yang menimbulkan bunyi cukup keras ketika terjadi gerakan pada makanan atau gerakan otot sistem pencernaan.

Untuk mengatasi hal ini, kita yang sering mengalami perut berbunyi harus menghindari makanan yang dapat menimbulkan banyak gas di dalam saluran pencernaan. Berikut ini adalah makanan yang sering kali menimbulkan gas berlebih di dalam saluran pencernaan:
buncis, sawi, kentang, kol, bawang merah, ubi dan lain sebagainya.

Gerakan peristaltik menimbulkan bunyi

Perut dapat menimbulkan bunyi dikarenakan adanya pergerakan usus untuk menggerakkan makanan di dalam saluran pencernaan. Di mana usus bergerak dari atas ke bawah dan memindahkan atau membawa makanan atau cairan dari pangkal ke ujung sistem pencernaan. Gerakan pada usus ini dinamakan gerakan peristaltik. Bunyi perut krucuk-krucuk dapat terjadi karena gerakan peristaltik untuk memindahkan makanan atau cairan di dalam usus.

Perut kosong bisa menghasilkan suara yang besar

Umumnya pergerakan usus tidak akan terdengar oleh kita atau tidak terdengar ke luar perut dan tidak dapat kita rasakan. Kita memerlukan stetoskop untuk mendengarkan suara perut tersebut. Namun, ada kalanya ketika perut dalam keadaan kosong menimbulkan rongga resonansi di dalam saluran makanan. Pergerakan usus ini dapat menghasilkan suara dan suaranya diperkuat oleh rongga resonansi. Hasilnya menimbulkan suara yang besar dan terdengar ke luar perut.

Perut berbunyi cukup aman bila tidak disertai gejala mual, kram, muntah atau sendawa berlebihan

Perut berbunyi sebenarnya merupakan kejadian yang cukup alami. Bunyi perut cukup aman dan tidak menimbulkan efek samping apabila tidak disertai dengan gejala yang mengganggu, seperti: mual, kram, muntah atau sendawa. Bila bunyi perut terdengar dan disertai gejala yang membuat tidak nyaman, hal itu dapat menandakan kita terkena obstruksi perut.