Google Adsense dapat dikatakan menjadi penghasilan utama bagi sebagian besar blogger di dunia. Jumlah pendapatan dari blogger sukses melalui Google Adsense cukup menggiurkan. Hal ini memicu blogger muda mencoba bisnis ini dengan membangun blog sendiri agar mereka bisa mencari penghasilan melalui Google Adsense. Tentunya, mereka harus mengajukan blog ciptaan mereka kepada Google Adsense agar bisa memasang iklan dari Google Adsense.

Pada kenyataannya, banyak blogger yang menyatakan bahwa blog mereka ditolak oleh pihak Google. Mereka tidak diberitahukan mengenai kesalahan yang mereka lakukan sehingga mereka tidak mengetahui kekurangan dan kesalahan yang terdapat pada blog mereka. Mereka hanya diberitahukan bahwa blog yang mereka ajukan belum layak untuk mengikuti program Google Adsense dan mereka tidak mengetahui penyebab akun Google Adsense ditolak. Bila ditinjau, secara umum blogger pemula melakukan kesalahan berikut ini sewaktu pendaftaran Google Adsense:

Pendaftar Akun Adsense Tidak cukup umur

Google menetapkan bahwa peserta Google Adsense harus memiliki umur minimal 18 tahun. Hal ini juga menjadi persyaratan seseorang untuk mendapatkan penghasilan di negara tertentu. Bila kita belum cukup umur dan belum memiliki KTP, hal ini juga akan membuat kita kesulitan untuk menerima pembayaran dari Google.

Website hanya menggunakan subdomain dan tidak memiliki domain

Banyak blogger pemula melakukan blogging melalui layanan pihak ke tiga yang menyediakan hosting dan subdomain(bukan domain) gratis. Hal ini dikarenakan mereka ingin menghemat biaya dalam membangun bisnis ini. Namun, Google menilai mereka tidak cukup serius untuk melakukan bisnis ini. Bila kita ingin mengajukan akun Google Adsense sebaiknya menggunakan domain pribadi yang berbayar, seperti: .com/.net/.co.id/.web.id dan lain sebagainya.

Umur Situs kurang dari 6 bulan

Banyak blogger pemula yang tergesa-gesa mengajukan akun Google Adsense. Mereka membuat blog dengan secepatnya untuk diajukan. Sebelumnya, mereka tidak pernah membaca ketentuan pihak Google yang menyatakan umur situs harus sudah 6 bulan atau lebih lama. Hal ini juga merupakan salah satu alasan situs mereka ditolak oleh pihak Google untuk bergabung ke dalam Google Adsense.

Konten di dalam website tidak original

Hingga saat ini, banyak masyarakat yang tidak atau kurang menghargai hasil karya orang lain. Mereka menganggap segala hal boleh di download, copy dan paste(salin dan tempel), save dan lain sebagainya. Mereka tidak mengerti mengenai hak cipta dan lain sebagainya. Akhirnya, mereka menggunakan cara termudah yaitu copy dan paste artikel pihak lain ke dalam blog mereka. Hal ini tentunya menjadi masalah besar bagi mereka. Situs mereka tidak akan pernah lulus untuk diterima oleh Google Adsense, karena Google menghargai hasil karya semua pihak.

Kualitas Konten yang terkandung di dalam situs kurang informatif

Informasi yang terkandung di dalam sebuah situs juga membantu memberikan nilai positif pada saat diajukan untuk pendaftaran akun Google Adsense. Kualitas informasi dinilai dengan kata kunci yang terkandung di dalam situs. Bila informasi yang terkandung di dalam situs yang diajukan tidak relevan untuk dipasangkan iklan maka akan mengakibatkan pengajuan ditolak. Contoh konten yang kurang berkualitas: curhat, cerita lucu, diary, cerita kehidupan pribadi dan lain sebagainya.

Kuantitas Konten yang terkandung di dalam situs tidak cukup banyak

Pada waktu dulu, sebuah situs yang mengandung 5 buah halaman konten(artikel) saja bisa diterima oleh Google Adsense. Hasilnya banyak pihak yang lulus pada saat pengajuan akun Google Adsense. Kini Google memperketat evaluasi konten situs untuk memberikan persetujuan pemasangan iklan. Bila ditinjau dari umur situs harus minimal 6 bulan, bila jumlah konten hanya 5 halaman memang dapat disimpulkan bahwa situs tersebut tidak dibangun dengan serius. Situs yang digunakan untuk mengajukan akun Google Adsense sebaiknya memiliki 10 konten tambahan setiap bulan. Bila dihitung, 10 konten setiap bulan selama 6 bulan maka jumlah konten pada saat mengajukan akun Google Adsense adalah 60 halaman konten.

Konten yang melanggar ketentuan atau hukum

Kita harus memastikan bahwa setiap informasi yang terkandung di dalam situs kita tidak melanggar hukum dan merugikan pihak lain. Google harus memastikan bahwa mereka tidak memasang iklan pada halaman yang mengandung unsur negatif. Situs yang digunakan untuk pengajuan Adsense harus bersih dari pornografi, kata-kata yang menghina atau menghujat, kata-kata kotor, informasi yang mengandung kebencian, pembicaraan yang bersifat SARA, cara merusak sistem, cara mencurangi sistem, cara melanggar hak cipta dan lain sebagainya. Hal ini tentunya meliputi beberapa cara, seperti: pembuatan narkoba, cara hacking, tempat download lagu, tempat download aplikasi berbayar dan lain sebagainya. Artikel yang memuat cara mencurangi game, cara download video youtube dan cara pelanggaran hak tertentu juga dikhawatirkan membuat pengajuan akun Google Adsense ditolak

Terlalu banyak iklan yang ditampilkan pada satu halaman

Pembuatan sebuah situs berhubungan dengan cara mencari penghasilan. Namun pemilik situs harus memfokuskan kepada konten atau informasi yang terkandung di dalam situs mereka. Tidak jarang pemilik situs terlalu berorientasi untuk mencari penghasilan sehingga mereka menempelkan iklan sebanyak-banyaknya pada situs mereka. Hasilnya pembaca akan merasa terganggu dengan kehadiran iklan yang menjamur di halaman tersebut. Hal ini juga mendapatkan penilaian dari pihak Google. Sebaiknya kita memastikan bahwa situs kita bersih dari iklan pada saat pengajuan.

Situs tidak memiliki jumlah pengunjung yang layak

Jumlah pengunjung ke dalam situs merupakan salah satu cara pengukuran kualitas konten suatu situs. Hal ini dapat diukur melalui aplikasi statistik. Pemilik situs harus memastikan bawa situs mereka memiliki pengunjung yang layak. Jumlah pengunjung tidak mencukupi membawa kemungkinan pengajuan akun Google Adsense ditolak.

Google sendiri menyediakan layanan statistik pada website pihak ketiga yang dinamakan Google Analytics. Layanan statistik ini dapat digunakan oleh semua pihak secara gratis. Penggunaan layanan ini akan mempermudah pemilik website memantau jumlah pengunjung dan pihak Google juga dapat memanfaatkan data tersebut untuk memberikan penilaian kepada situs yang mengajukan aplikasi.

Jumlah pengunjung yang layak pada sebuah website sebenarnya agak semu. Hingga saat ini, nilai jumlah pengunjung minimum tidak pernah ada. Namun, hal ini disimpulkan oleh berbagai pengalaman orang-orang yang mengajukan akun Google Adsense. Beberapa website menyarankan agar sebuah website harus memiliki minimal 50 pengunjung dalam sehari.

Aplikasi teknik SEO yang berlebihan

Optimalisasi sebuah situs dengan teknik SEO mendapatkan hasil yang cukup baik untuk menarik pengunjung ke dalam situs. Namun, apabila teknik ini digunakan secara tidak wajar, seperti: membuat link(tautan) yang tidak terlihat oleh mata pengguna, membuat backlink yang jumlahnya melebihi kewajaran dan termasuk membuat alamat halaman sebanyak mungkin tanpa diikuti informasi yang relevan di dalamnya. Hal ini akan membuat Google meninggalkan situs untuk ditelusuri lebih lanjut.

Mencari pengunjung menggunakan layanan Paid To Click

Paid To Click adalah salah satu cara mendatangkan pengunjung ke dalam situs. Namun cara ini tidak menghasilkan pengunjung yang relevan terhadap konten situs. Google tentunya tidak mau menayangkan iklan kepada pengunjung yang tidak relevan terhadap isi situs. Hal ini akan membuat Google menolak keras terhadap situs tersebut.

Bila Anda terlanjur mengikutkan situs Anda pada program Paid To Click. Segera hentikan keikutsertaan situs Anda dan tunggu waktu beberapa bulan berikutnya untuk mencoba mengajukan situs Anda ke Google Adsense.