Sebagian besar orang akan mengalami kegemukan pada saat menginjak usia lanjut. Kegemukan dapat terjadi karena faktor usia yang sudah menginjak paruh baya atau pola makan yang berlebih. Kegemukan memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan dapat mengakibatkan beberapa penyakit yang serius dan berbahaya, seperti: diabetes, penyakit kardiovaskular, gangguan paru-paru atau lain sebagainya.

Menurut para ahli kesehatan ada beberapa faktor yang berperan secara dominan yang menyebabkan orang makin tua mudah gemuk, antara lain:

Genetik
Faktor genetik adalah salah satu faktor yang berpengaruh sangat dominan terhadap bentuk tubuh seseorang. Faktor ini menentukan seseorang mudah menjadi gemuk atau tidak. Genetika bawaan seseorang bisa saja tidak membuat seseorang gemuk pada usia muda, namun mereka akan bertambah berat ketika menginjak usia paruh baya.

Umur
Secara umum faktor umur juga mempengaruhi pertumbuhan berat badan. Penelitian telah membuktikan bahwa ketika seseorang mulai menginjak usia 40, akan ada perubahan pada fungsi otak dan otot yang mempengaruhi berat badan seseorang. Walaupun hal ini tidak berlaku untuk semua orang, namun secara penelitian mayoritas orang akan bertambah gemuk di usia ini.

Otot
Rata-rata orang yang berumur 40 tahun ke atas sudah tidak melakukan pekerjaan berat sehingga volume otot secara keseluruhan menyusut. Jumlah sel otot di dalam tubuh berkurang karena tidak digunakan untuk melakukan pekerjaan. Sel otot selain digunakan untuk melakukan pekerjaan, sel otot juga berfungsi untuk membakar kalori dan lemak di dalam tubuh. Jumlah sel otot yang berkurang akan membakar kalori dan lemak lebih sedikit sehingga kalori di dalam tubuh yang tersisa akan disimpan dalam bentuk lemak.

Otak
Fungsi otak yang mengatur perasaan lapar pada usia di atas 40 tahun juga menjadi berubah perilakunya. Fungsi normal otak akan menstimulasi tubuh untuk merasa lapar apabila energi di dalam tubuh sudah berkurang. Namun, fungsi otak pada manusia berusia 40 tahun ke atas menjadi lebih sensitif terhadap level energi di dalam tubuh. Otak akan menstimulasi tubuh lebih dini ketika energi di dalam tubuh mulai berkurang namun masih mencukupi. Orang cenderung sering merasa lapar dan jumlah asupan makanan menjadi lebih banyak.

Obat dan Hormon
Pada usia separuh baya, tubuh manusia mulai merasakan adanya keluhan sakit, pegal dan lain sebagainya. Rata-rata orang akan mengkonsumsi obat untuk mengatasi keluhan tersebut. Pada obat-obat tertentu mempunyai efek samping yang membuat perut terasa cepat lapar. Sehingga jumlah konsumsi makanan juga ikut meningkat. Pada beberapa jenis obat juga disertai hormon tertentu yang dapat membantu proses penyembuhan. Kandungan hormon tersebut dapat membantu mengatasi keluhan sakit namun hormon tersebut membuat tubuh mengikat air ke dalam tubuh. Hasilnya konsumsi obat membuat bentuk badan menjadi lebih besar karena jumlah kandungan air di dalam badan bertambah.

Makanan
Secara standar seseorang membutuhkan 2000 kalori setiap harinya. Kebutuhan kalori setiap orang bervariasi karena hal ini berhubungan dengan ukuran badan dan jenis pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Bila seseorang makan melebihi kebutuhan tubuhnya sekitar 2000 kalori, kalori yang berlebih tersebut tidak dapat dibuang oleh tubuh dan akan disimpan dalam bentuk lemak sebagai energi cadangan.

Aktifitas
Orang yang berumur di atas 40 tahun rata-rata tidak melakukan pekerjaan berat. Pembakaran lemak akan terjadi apabila tubuh melakukan aktifitas fisik. Semakin berat aktifitas fisik akan semakin membantu tubuh untuk membakar lemak. Pada kenyataannya orang berumur di atas 40 tahun semakin berkurang aktifitas fisiknya dan sebagian dari mereka juga jarang bahkan tidak melakukan olahraga.