Jaman sekarang minimarket dapat ditemukan di semua kota bahkan jaringan minimarket merambah hingga ke pinggiran kota besar hingga kota kecil. Terkadang pada daerah yang strategis, kita dapat menemukan beberapa minimarket pada lokasi yang sama. Hal ini tentunya membawa pengaruh terhadap toko kelontong pada lokasi yang sama. Mari kita simak pengaruh minimarket terhadap toko kelontong tradisional

Pengaruh minimarket terhadap toko kelontong tradisional

Warung dan toko kelontong berlokasi pada beberapa daerah yang strategis dan daerah yang dekat dengan pemukiman. Hal ini tentu ditujukan untuk mencari konsumen yang berada di lokasi setempat. Kehadiran minimarket ikut meramaikan bisnis retailer dan gerai minimarket terus bertambah dari waktu ke waktu.

Sebagian pasaran toko kelontong direbut oleh minimarket

Kehadiran minimarket di suatu daerah sangat menarik perhatian warga setempat untuk berbelanja di sana. Pada kenyataan pasar, jumlah konsumen cukup stabil dari waktu ke waktu dan pada daerah strategis jumlah konsumen bertambah banyak. Tapi kehadiran minimarket yang berlokasi di dekat toko kelontong atau warung tentu akan menarik sebagian konsumen yang sebelumnya berbelanja. Omset penjualan toko kelontong mengalami penurunan setelah minimarket hadir pada lokasi yang sama atau berdekatan.

Penjualan barang tertentu menjadi turun drastis

Penjualan snack dan makanan di toko kelontong yang ditujukan untuk anak-anak banyak mengalami penurunan. Minimarket memiliki daya tarik tersendiri untuk kaum muda dan anak-anak. Mereka memilih berbelanja ke minimarket karena minimarket menawarkan lebih banyak pilihan snack dan permen. Toko kelontong terpaksa menurunkan jumlah stok barang tertentu yang menjadi tidak laku.

Toko kelontong kini lebih memusatkan penjualan pada barang-barang yang tidak dijual minimarket

Toko kelontong ternyata memiliki daya saing tersendiri. Mereka masih menjual banyak barang yang tidak dijual di minimarket. Konsumen akan tetap berbelanja di toko kelontong. Barang yang sering dibeli oleh konsumen ternyata bahan makanan mentah, seperti: beras, kacang tanah, kacang hijau, agar-agar, krupuk dan lain sebagainya. Beberapa jenis barang kebutuhan rumah tangga juga tidak dijual oleh minimarket, seperti: ember besar, jemuran baju, kertas roti, bahan-bahan pembuat kue, plastik kemasan dan lain sebagainya.

Toko kelontong memiliki banyak konsumen setia

Beberapa konsumen mengaku mereka lebih memilih untuk berbelanja di toko kelontong karena mereka tidak perlu mencari barangnya sendiri. Selain itu, toko kelontong memiliki stok lebih lengkap dibandingkan minimarket. Salah satu pemikat konsumen untuk tetap berbelanja di toko tradisional ini adalah harga jual barang pokok jauh lebih murah dibandingkan harga jual di minimarket.

Keuntungan toko kelontong jatuh tajam ketika menghadapi beberapa minimarket

Kita bisa menemukan beberapa minimarket pada lokasi yang berdekatan di daerah yang strategis. Hal ini tentunya membuat toko kelontong konvensional menjadi kewalahan untuk bersaing melawan beberapa toko kelontong modern yang bermodal besar. Beberapa pemilik toko kelontong juga mengaku bahwa keuntungan bisnis mereka menurun tajam setelah beberapa minimarket bersaing memperebutkan konsumen mereka.

Kehadiran minimarket mematikan pasaran toko kelontong

Berdasarkan survey pada beberapa lokasi, banyak penduduk setempat yang mengatakan bahwa dulunya lokasi tersebut banyak dipenuhi warung-warung penjual sembako. Tapi kini daerah tersebut hanya dikuasai oleh minimarket berinisial A dan I. Ternyata kehadiran minimarket mematikan pasaran toko kelontong pendahulu mereka.

Baca juga:
Alasan Orang Suka Berbelanja di Minimarket Dibanding Toko Kelontong