Melakukan suatu hal kecil maupun besar harus diawali dengan niat di dalam diri sendiri. Hal dasar ini yang menjadi perbedaan antara orang sukses dan orang tidak sukses, orang kaya dan orang miskin. Semua orang berkeinginan menjadi orang sukses, berkeinginan menjadi orang kaya, berkeinginan memiliki segalanya. Namun, tidak semua orang mempunyai niat yang sama.

Tidak semua orang kaya terlahir dari keluarga kaya, tidak semua orang sukses terlahir dari keluarga sukses. Ada orang sukses yang dulunya terlahir miskin dan ada orang biasa yang akhirnya menjadi sukses berkat perjuangan dirinya sendiri. Mereka yang ingin menjadi sukses atau kaya mempunyai keinginan untuk menjadi sukses dan juga disertai niat yang kuat di dalam diri mereka untuk mencapai apa yang mereka cita-citakan.

Semua orang memiliki keinginan menjadi sukses dan memiliki segalanya. Tapi sebagian besar orang tidak mempunyai niat yang kuat untuk menggerakkan pikiran dan badan untuk mewujudkannya. Keinginan mereka hanya menjadi keinginan semata. Mereka banyak berdoa dan banyak berharap kalau suatu hari nanti nasib mereka akan berubah seperti apa yang mereka harapkan. Pada kenyataannya nasib mereka tidak berubah hingga hari tua mereka.

Mari kita lihat contoh orang-orang yang sukses:

Adam Khoo
Pada masa kecil Adam Khoo pernah dikatakan orang terbodoh di masa SMP nya. Ia menduduki peringkat terakhir di kelasnya bahkan banyak gurunya mengatakan Ia berkemungkinan tidak akan lulus sekolah. Ia banyak dihina dan ditertawakan temannya karena kebodohannya.

Suatu hari Ia mengumpulkan niatnya dan mengumumkan bahwa Ia akan lulus dengan nilai terbaik dan masuk ke SMA terbaik di negaranya. Dengan niat yang kuat, Ia berusaha untuk belajar dengan segala cara yang akhirnya apa yang dicita-citakan tercapai. Tidak hanya sampai masuk SMA terbaik di Singapura, Ia pun kini menjadi pengusaha sukses di negeri berpatung singa.

Tung Desem Waringin
Tung Desem Waringin salah satu motivator sukses di Indonesia. Tapi dulu dia bukan siapa-siapa. Ia dulu yang seorang pekerja kantoran seperti orang biasanya. Walaupun jabatannya cukup tinggi di dalam perusahaan, Ia waktu itu tidak sesukses sekarang.

Pada suatu saat salah satu orang tuanya jatuh sakit dan Ia harus membiayai pengobatan orang tuanya. Ia merasa bahwa biaya pengobatan sangat mahal dan tidak sebanding dengan hasil kerjanya. Mulai saat itu mulai berniat untuk jadi orang kaya agar bisa mempunyai uang banyak untuk keluarganya. Niatnya yang kuat itu menggerakkan seluruh pikiran dan tubuhnya untuk bergerak mencapai apa yang Ia impikan. Kini Ia menjadi orang super kaya dan super dahsyat, seperti salam dahsyat yang selalu Ia lontarkan.

Henry Jufri
Banyak orang mengatakan bahwa ilmu pemrograman terlalu sulit untuk dipelajari. Mereka mengatakan hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki niat untuk mempelajari ilmu tersebut. Bagaimana dengan Henry Jufri? Ia seorang kuli panggul di kota Makassar dan telah memiliki keluarga. Ia tetap dapat mempelajari cara melakukan pemrograman untuk membuat game di Smartphone Android. Berkat niat dan kerja kerasnya Ia dapat memproduksi berbagai jenis game di Google Playstore. Ia kini berhasil mendulang ribuan dollar dalam sebulan melalui game yang dihasilkan.

Niat juga berlaku sama terhadap perlakukan negatif. Bila seseorang sudah berniat jahat, seperti: mencuri, membunuh, merampok atau hal negatif lainnya. Mereka akan melakukannya karena hal tersebut telah didasari dengan niat mereka yang kuat.

Mari kita berpikir positif. Bila kita ingin menjadi sukses ataupun kaya, kita harus memiliki niat yang kuat untuk menggerakkan pikiran dan fisik kita demi mewujudkannya. Kita harus memiliki niat seperti mereka yang sudah sukses, tidak ada kata lain selain sukses. Berdasarkan niat yang kuat, kita harus berpikir tentang bagaimana caranya mencapai cita-cita kita dan berkomitmen melakukannya hingga mencapai hasil yang kita inginkan.

Hal sesusah apa pun dapat diwujudkan apabila didasari dengan niat yang kuat dan niat akan mengalahkan segalanya.