“Nanti!”, “Gampang!”, “Santai!” dan mungkin kata-kata lain yang sering digunakan untuk menunda suatu pekerjaan. Kita sering mendengarnya di dalam kehidupan sehari-hari. Kita sendiri mungkin tidak sadar bahwa kita sendiri pun mengucapkannya atau terucap di dalam hati, untuk menolak atau menunda pekerjaan yang seharusnya kita kerjakan.

Saya yakin semua orang memiliki rencana besar untuk dirinya sendiri. Namun ketika dihadapkan pada waktu pengerjaannya, semangat menjadi hilang dan tidak ingin mengerjakannya pada saat itu. Suatu hari pekerjaan tersebut mungkin Anda mulai kerjakan, namun beberapa saat kemudian Anda kembali kehilangan semangat untuk melanjutkannya. Anda mulai melontarkan kata-kata itu di dalam hati dan akhirnya pekerjaan Anda yang seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat menjadi jauh lebih lama waktu pengerjaannya. Pekerjaan Anda mungkin saja jadi tidak kunjung selesai dan akhirnya Anda menjadi bosan untuk meneruskannya. Lebih parah lagi kerjaan tersebut menjadi tidak pernah selesai dan Anda memutuskan untuk berhenti mengerjakannya.

Bila pekerjaan yang ditunda hanya sekedar hobby atau pekerjaan tidak terlalu penting maka pengaruhnya terhadap hidup Anda tidak terlalu besar bahkan tidak berpengaruh sama sekali. Bila pekerjaan tersebut penting dan akan berpengaruh besar untuk masa depan Anda, Anda tidak akan pernah memetik hasil dari pekerjaan Anda tersebut. Anda mungkin saja tidak bisa menyambut suatu kesempatan yang datang hanya satu kali dalam hidup Anda. Lebih parah lagi bila Anda tidak mampu menyelesaikan proyek yang Akhirnya Anda harus membayar denda atau sanksi dari pekerjaan tersebut. Mungkin Anda tidak dikenakan sanksi namun kepercayaan pihak lain terhadap kemampuan Anda menjadi menurun akibat kegagalan dalam menyelesaikan suatu kerjaan dalam waktu yang tepat.

Penundaan suatu kerjaan bisa saja berakibat fatal untuk hidup Anda atau tidak berakibat negatif sama sekali, hanya saja Anda tidak bisa menikmati hasil dari suatu pekerjaan. Namun alangkah baiknya bila kita tidak dihadapkan pada semua sisi negatif yang mungkin terjadi.

Penundaan atau suatu kemalasan melakukan pekerjaan sebenarnya adalah suatu kebiasaan negatif yang tertanam di dalam otak sejak lahir. Namun kemalasan ini bisa dihindari dengan suatu latihan untuk segera menyelesaikan hal-hal kecil dan sederhana, contohnya:
– Bangun tidur segera setelah alarm atau waker pertama kali berbunyi.
– Ketika Anda diminta bantu untuk mengambilkan sesuatu, jangan berkata “sebentar” atau “nanti”. Katakan “ya” dan langsung mengambilkan.
– Pada saat makan segera selesaikan dalam waktu singkat, jangan berlama-lama untuk santai di meja makan.
– Hindari melamun dan pikirkan pekerjaan yang belum dikerjakan dan langsung kerjakan.

Hal sederhana seperti yang disebutkan pada contoh di atas bisa membantu Anda melepaskan diri dari kebiasaan malas dan melakukan penundaan. Namun latihan ini perlu dilakukan secara ketat dan setiap hari tanpa kecuali. Bila latihan tidak dilakukan dengan ketat maka Anda akan kembali merasa menikmati sifat malas tersebut. Latihan ini akan berhenti sendiri ketika Anda sudah terbiasa dengan melakukan segala hal tanpa penundaan. Anda pada saat itu sudah menjadi cekatan dan tidak ada alasan buat Anda untuk merasa malas.

Semoga ulasan ini membawa manfaat positif untuk mengubah hidup Anda. Saya sendiri sebagai penulis sudah merasakan hal positif ini selama beberapa tahun dan hasilnya sangat memuaskan. Salam sukses buat Anda.