Ginjal adalah salah satu organ vital yang terdapat dalam tubuh kita. Setiap orang memiliki dua ginjal dan umumnya tidak akan ada masalah apabila kita hanya memiliki satu ginjal setelah satu ginjal didonorkan kepada orang lain. Meskipun demikian, muncul satu pertanyaan, “mungkinkah hidup normal dengan satu ginjal saja?”

Pencangkokan ginjal sudah dilakukan dalam dunia kedokteran sejak awal abad ke-20. Ginjal hasil donor akan dapat menggantikan atau mengembalikan fungsi ginjal dari penderita gagal ginjal.

Mungkinkah hidup normal dengan satu ginjal

Pendonor ginjal masih dapat hidup normal dengan satu ginjal. Namun, kondisi kesehatan dari pendonor wajib dijaga. Pendonor wajib menjaga gaya hidupnya agar terhindar dari penyakit diabetes mellitus(kencing manis) dan hipertensi(tekanan darah tinggi). Berikut ini efek samping yang terjadi setelah seseorang mendonorkan 1 dari 2 ginjal yang dimiliki:

Lemas dan tidak bisa beraktifitas berat

Pendonor ginjal akan mudah merasakan lemas dan lelah. Pendonor ginjal tidak disarankan melakukan aktifitas berat. Aktifitas berat akan membuat mereka merasa lelah. Hal ini perlu dihindari oleh orang yang telah mendonorkan salah satu ginjalnya.

Infeksi dan pendarahan setelah mendonorkan ginjal

Pendonor ginjal berkemungkinan mengalami infeksi dan pendarahan setelah metode operasi yang telah dilakukan. Hal ini terjadi karena kondisi tubuh yang sulit dalam melakukan penyembuhan luka. Paska donor, pendonor harus berhati-hati dalam melakukan aktifitas fisik agar tidak menyebabkan luka karena mereka akan lebih susah sembuh.

Ginjal tunggal bekerja lebih keras

Seseorang yang telah mendonorkan satu ginjalnya perlu menjaga kesehatannya dengan baik. Pendonor hanya dapat mengandalkan ginjal tunggal yang mereka miliki untuk menjaga kesehatan mereka. Ginjal berfungsi untuk membuang racun atau zat yang berlebih di dalam tubuh manusia. Ginjal tunggal akan bekerja ekstra lebih keras dibandingkan 2 ginjal.

Bila orang yang memiliki 1 ginjal tidak menjaga makanan yang dikonsumsi, ginjal akan bekerja sangat keras dan mengakibatkan efek buruk terhadap ginjal hingga merusak fungsi ginjal.

Kondisi tubuh juga dapat merusak ginjal tunggal

Ada beberapa kondisi tubuh yang mengakibatkan ginjal bekerja ekstra keras hingga merusak fungsi ginjal, contohnya: sakit diabetes mellitus dengan kadar gula yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi(hipertensi), asam urat tinggi dan mengkonsumsi obat atau suplemen tidak sesuai petunjuk dokter. Kondisi tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh gaya hidup individu terkait. Oleh karena itu, orang yang hanya memiliki ginjal tunggal harus menjaga gaya hidup terutama pada makanan, aktifitas fisik dan waktu istirahat.

Apa yang perlu dilakukan oleh pendonor ginjal untuk menjaga kesehatan tubuh setelah operasi

Seseorang yang telah mendonorkan ginjalnya perlu menjaga pola makannya dengan baik, berolahraga dengan teratur, menghindari stress dan menjaga berat badan. Selain itu, mereka juga perlu menghindari kebiasaan sering menunda buang air kecil dan mencukupi kebutuhan minum setiap hari. Kekurangan air minum dan kelebihan air minum dapat berakibat kurang baik bagi pendonor ginjal. Jumlah air yang disarankan untuk dikonsumsi tidak kurang dari 8 gelas air dan tidak boleh lebih dari 3 liter air per hari. Jumlah garam yang dikonsumsi juga harus dibatasi agar ginjal tidak bekerja ekstra keras untuk membuang garam yang berlebih di dalam tubuh.