Setiap awal bulan atau pada akhir bulan setiap kita akan menantikan turunnya gaji bulanan. Dengan adanya gaji atau tunjangan bulanan tersebut, kita dapat membeli apa yang kita butuhkan. Namun, ternyata gaji gaji kita cepat habis tanpa kita sadari. Pada artikel ini kami akan membahas tentang mengapa gaji cepat habis? Inikah penyebabnya?

Mengapa gaji cepat habis? Inikah penyebabnya?

Sebelum kita menerima gaji, pasti kita memiliki keinginan untuk memiliki suatu barang tertentu. Anggap saja gadget baru atau baju baru dan lain sebagainya. Apabila keinginan kita mengalahkan segalanya, maka tidak mustahil uang gaji yang telah kita terima dapat habis sebelum waktunya. Padahal masih banyak kebutuhan lain, seperti: biaya konsumsi, biaya kos, biaya transport, biaya kuliah, biaya pendidikan anak atau lain sebagainya. Jadi jika keinginan mengalahkan segalanya, maka tidak mustahil dompet kita akan bocor.

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan gaji bulanan cepat habis sebelum waktunya, di antaranya:

Kartu kredit mempermudah kita memperoleh barang yang kita inginkan

Iya, kartu kredit mempermudah kita memperoleh barang yang kita inginkan. Sebelum kita memiliki uang yang cukup untuk membelanjakan sesuatu yang mahal, kita sudah bisa memilikinya. Semua barang yang kita inginkan, seperti: sepatu, baju, gadget, bahkan berbelanja di pasar modern juga dapat menggunakan kartu kredit. Keuntungan dari menggunakan kartu kredit adalah kita dapat memiliki barang tanpa harus mengeluarkan uang untuk membayar barang tersebut. Namun pada akhirnya, kita tetap harus membayar tagihan dari kartu kredit pada waktu yang telah ditentukan oleh bank pemberi kartu kredit. Namun, dengan kemudahan yang kita peroleh dari penggunaan kartu kredit, pengeluaran kita dapat menjadi membengkak dan meninggalkan hutang kartu kredit yang besar. Gaji bulanan kita dapat habis sebelum waktunya untuk membayar semua tagihan dari kartu kredit.

Lebih mengutamakan rasa gengsi dan show off

Setiap orang pasti ingin berpenampilan trendy dan menarik. Bila keadaan finansial memungkinkan, hal itu tidak menjadi masalah. Namun, apabila karena rasa gengsi dan ingin dianggap berduit, kelakuan pribadi akan menjadi tidak segan untuk membelanjakan uang simpanan bahkan uang pinjaman. Apa pun barang mahal akan dibeli, contohnya: arloji mahal, baju mahal, sepatu mahal, sepeda motor mahal bahkan mobil mahal. Bagi pekerja yang ingin bergaya mewah, tentunya hal tersebut hanya mungkin diwujudkan dengan cara kredit bukan dengan uang cash.

Berbelanja dengan cara kredit tentunya akan lebih mahal karena adanya bunga yang dibebankan pada pembeli. Walaupun pembayaran secara kredit meringankan pembayaran, cicilan bulanan akan cukup menguras gaji yang diterima. Keterlambatan untuk membayar cicilan juga akan berbuah denda yang menjadi beban tambahan.

Ingin selalu menjadi yang pertama memiliki gadget terbaru

Sebagai contoh: Samsung akan merilis gadget terbaru. Dan kita sebagai orang yang ingin selalu menjadi yang pertama memiliki barang terbaru pastinya berkeinginan untuk memilikinya. Apalagi bila hal ini didukung dengan rasa gengsi, meskipun harganya mahal kita tetap akan berusaha untuk membelinya. Padahal gadget yang saat ini kita miliki masih dalam keadaan bagus dan tergolong baru. Kita tidak sadar bahwa setahun lagi, harga gadget tersebut akan turun drastis dan pihak produsen akan kembali merilis produk terbaru lainnya. Faktor ini juga menjadi pemicu gaji bulanan cepat habis. Pembelian sebuah gadget akan menguras hampir seluruh gaji yang diterima atau bahkan masih harus mengeluarkan uang dari tabungan karena jumlah gaji tidak mencukupi untuk membeli gadget tersebut.

Fanatik dengan hobi mahal

Fanatik dengan hobi mahal juga akan menguras kantong kita. Hobi mahal tentunya banyak jenisnya, ada yang hobi makan di restoran mahal, hobi jalan-jalan ke luar negeri, mengoleksi perangko tua, wisata kuliner, perangkat elektronik mahal, audio high end, ikan hias dan lain sebagainya. Hal ini tentu banyak menguras isi kantong bahkan tabungan kita untuk tetap memenuhi hobi tersebut.

Belanja buta tanpa terkendali

Adanya promo di surat kabar lokal yang mengabarkan sedang ada promo besar-besaran. Hal ini dapat membuat kita menjadi belanja buta tanpa terkendali. Mata kita dapat terpaku pada papan promo beli 1 gratis 1, discount 70%, penawaran khusus atau hal lainnya yang sebenarnya tidak mendesak dan tidak begitu perlu. Apalagi bila kita terpikat dengan bujuk rayu dari sales promotion girl yang menawarkan barang. Kita pasti akan pulang dengan membawa barang yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Terlalu baik pada orang lain

Kebiasaan suka berbuat baik pada orang lain memang baik. Namun, kita perlu membatasi perbuatan baik pada orang lain, seperti: rajin mentraktir teman, membelikan pacar barang mewah atau lain sebagainya. Hal ini akan membuat kantong kita cepat kosong dan gaji cepat habis. Kebaikan ada batasnya, karena sebaik apapun kita terhadap orang lain, orang lain belum tentu akan menolong kita di saat kita sedang kesusahan finansial.

Lupa dengan masa depan dan keluarga

Jangan sampai karena menginginkan sesuatu barang atau ingin berjalan-jalan ke luar negeri ataupun di dalam negeri sekadar traveling malah menghabiskan gaji satu hingga dua bulan bahkan menguras tabungan kita. Jangan sampai keluarga kita terperangkap di dalam lubang finansial karena sikap egois kita sendiri. Mereka akan menderita karena tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka, seperti: membayar uang sekolah, biaya pengobatan, perbaikan rumah dan lain sebagainya.