Hampir semua orang ketika ditanyakan dengan coding alias pemrograman mereka menjawab tidak mengerti. Ketika mereka disuruh untuk belajar coding, mereka seakan-akan mendapat mimpi buruk, mereka takut coding atau pemrograman. Mereka akan berusaha untuk menolak untuk mempelajari coding. Apakah coding begitu menakutkan?

Kami mendapatkan jawaban yang berbeda jauh ketika menanyakan hal yang sama kepada kalangan programmer. Mereka merasa tidak memerlukan suatu spesialisasi untuk melakukan pemrograman atau menuliskan sejumlah kode untuk membuat sebuah program. Ketika Kami menanyakan tentang coding kepada salah satu programmer di sebuah perusahaan IT, beliau malah menjawab “Coding ya gitu-gitu aja. Ga ada yang susah koq.. cuman dibolak balik aja. jarang ada variasi”. Demikian hal yang cukup kontras kita temukan antara kalangan programmer dan non programmer.

Untuk mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan pendapat yang kontras tersebut, Kami mewawancarai seorang programmer yang sekaligus menjadi pengajar di salah satu universitas di Indonesia. Kami awalnya juga melontarkan pertanyaan yang sama kepada kalangan programmer dan kalangan non-programmer sebelumnya, “Menurut Anda apakah pemrograman atau coding itu susah?”. Bapak Susilo tanpa pikir panjang langsung menjawab, “Saya rasa pemrograman tidak susah. Pemrograman sebenarnya hanya permainan logika, seperti belajar himpunan. Sebenarnya kita sudah diajarkan pemrograman sejak kita SD di pelajaran matematika. Hanya saja banyak orang tidak menyadarinya”.

“Lalu mengapa banyak kalangan tidak sependapat dengan Bapak? Banyak yang mengatakan coding sangat sulit untuk dilakukan dan butuh pengetahuan khusus. Bagaimana dengan penjelasan Bapak?”, Lanjut Kami. Bapak beranak dua ini kemudian menanggapi pertanyaan Kami, “Ya, hal itu mungkin saja terjadi. Saya kira hal ini disebabkan karena mereka tidak belajar dari dasar dan langsung menghadapi sejumlah kode pemrograman yang sudah tersusun. Hal ini tentunya akan membuat mereka bingung.”

“Bagaimana dengan pengalaman bapak selama mengajar? Apakah mahasiswa didikan bapak bisa mengerti tentang coding?”, lanjut kami dengan rasa ingin tahu. Pria asal Tangerang ini kemudian menjelaskan setelah menghela nafas, “Hal ini tergantung dengan mahasiswa pribadi masing-masing, karena ada beberapa mahasiswa yang memang ingin bisa dan ada beberapa mahasiswa yang sekadar hanya ingin lulus. Mereka yang benar-benar ingin bisa pasti mempelajari pemrograman dengan lebih serius dan akhirnya mereka bisa.”

“Apakah ada kendala yang dialami oleh mahasiswa bapak untuk mengerti pemrograman yang bapak ajarkan?”, pertanyaan kami selanjutnya. “Kendala sih sepertinya tidak ada ya, hal ini memang kembali lagi ke mahasiswa pribadi karena saya sendiri terbuka bila mahasiswa bersangkutan ingin bertanya di luar jam kuliah. Mereka bisa membuat janji dengan saya dan saya dengan senang akan memberikan petunjuk kepada mereka.”, jelas pria yang telah berkecimpung di dunia pemrograman selama belasan tahun.

Pertanyaan terakhir yang kami lontarkan, “Menurut bapak pribadi mengenai pemrograman, apa yang menjadi kunci untuk belajar pemrograman?”. “Kalau kita bicara pemrograman. Sebenarnya pemrograman tidak banyak berubah dari jaman dulu hingga sekarang. Hal terpenting adalah mengerti konsep dasar pemrograman tersebut. Banyak orang tidak mengerti pemrograman karena mereka tidak memahami dasar pemrograman itu sendiri. Mereka cenderung tidak mau mempelajari dasarnya dan mereka langsung lompat ke tengah pemrograman tersebut. Contohnya banyak mahasiswa yang pernah saya hadapi, mereka tidak mau coba mengerti setiap kode yang dituliskan. Hasilnya mereka sendiri bingung mereka menulis apa dan hanya mengetik sesuai contoh dan merasa senang karena program berjalan. Padahal mereka tidak mengerti apa yang mereka ketik. Mereka harus mengerti benar setiap kode yang mereka ketik agar bisa memahami keseluruhan kode yang mereka masukkan. Saya kira itu saja sih.”, Tegas dosen yang berpengalaman lebih dari 6 tahun mengajar.

Setelah Kami mengadakan survey, ternyata memang banyak pihak yang tidak mengerti tentang coding alias pemrograman. Pada dasarnya mereka memang tidak tertarik dengan cara pemrograman sehingga mereka tidak mempelajari lebih jauh. Kami berhasil menemui beberapa pakar pemrograman, ternyata jawaban mereka sama. Kesimpulan yang Kami dapat adalah pemrograman tidak membutuhkan bakat khusus karena pemrograman hanya butuh mengerti konsep dasarnya. Buat Anda yang mempunyai kendala ketika belajar pemrograman, Anda disarankan untuk mempelajari hal-hal dasar tentang pemrograman itu sendiri agar Anda lebih mudah melanjutkan pembelajaran Anda.