Mengapa Air laut tidak bisa diminum? bisa koq.. bisa diminum. Hanya saja tidak boleh diminum. Mengapa Air Laut tidak boleh diminum? Begini penjelasannya.

Mengapa Air Laut Tidak Bisa Diminum?

Air laut mempunyai rasa yang asin sehingga tidak bisa atau tidak boleh diminum. Jawaban ini bisa setengah menjawab pertanyaaan tersebut tapi jawaban ini tidak mempunyai nilai ilmiah.

Tubuh manusia terdiri dari cairan

Tubuh manusia terdiri dari berbagai jenis sel, seperti sel otot, sel pada jaringan kulit, sel otak, sel darah dan lain sebagainya. Masing-masing sel tubuh mengandung cairan dan cairan tersebut memiliki nilai salinitas(kadar garam) di sekitar angka 9. Nilai salinitas 9 untuk cairan tubuh manusia artinya jumlah kandungan garam sebanyak 9 gram garam di setiap 1000 gram cairan tubuh manusia.

Nilai salinitas air laut lebih tinggi dibandingkan cairan tubuh

Kadar garam pada air laut lebih tinggi dari kadar garam cairan tubuh manusia. Nilai salinitas pada air laut sekitar 35. Nilai ini menandakan bahwa terdapat 35gram garam di dalam 1000 gram air laut.

Air laut merupakan cairan hipertonik bagi tubuh manusia

Bila dibandingkan air laut bersifat hipertonik terhadap cairan tubuh. Nilai salinitas air laut jauh lebih tinggi dibandingkan nilai salinitas cairan tubuh manusia.

Apa pengaruhnya terhadap tubuh bila kita minum air laut?

Kita bisa saja minum air laut tapi hal ini tidak boleh. Mengapa? apa pengaruhnya terhadap tubuh manusia? Tubuh manusia akan secara otomatis membuang kelebihan garam tersebut melalui ginjal atau saluran pencernaan.

Perlu kita ketahui bahwa ginjal hanya dapat membuang garam di dalam tubuh bersama cairan urine. Nilai salinitas urine yang dapat dikeluarkan ginjal adalah sebesar nilai salinitas normal yaitu di angka 9. Jadi ginjal hanya dapat membuang 9 gram garam dalam 1000 gram urine.

Bila kita minum 1 liter air laut dengan nilai salinitas 35 dan dalam hal ini kita kelebihan 35 gram garam bila tubuh tidak membutuhkan garam tambahan di dalam tubuh. Ginjal akan mengeluarkan garam bersama cairan urine. Namun, ginjal hanya dapat membuang 9 gram dalam 1 liter urine. Dalam hal ini ginjal akan bertugas membuang sekitar 4 liter cairan urine agar dapat membuang 35 gram garam yang telah dikonsumsi.

Awalnya kita hanya minum 1 liter air laut dan kemudian harus membuang 4 liter cairan urine. Hal ini tidak masuk akal bila angka ini dipikir secara logika. Pada kenyataannya tubuh akan membuang cairan sebanyak 4 liter untuk menyeimbangkan kadar garam di dalam tubuh. 1 Liter urine akan berasal dari 1 liter air laut yang diminum sedangkan 3 liter selebihnya akan diambil dari cairan tubuh lainnya, seperti darah, cairan di kulit, otot dan lain sebagainya. Hasilnya, akhirnya tubuh akan dehidrasi karena cairan terbuang keluar.

Gejala yang terjadi bila cairan tubuh terlalu banyak mengandung garam

Bila kita minum air garam secara berlebihan maka tubuh akan membuangnya. Kita akan menjadi sering buang air kecil karena ginjal akan membuangnya dengan cepat. Air garam yang kita minum juga bersifat hipertonik, hal ini akan membuat usus tidak dapat menyerap cairan malah sebaliknya mengeluarkan cairan tubuh ke dalam usus. Akhirnya kita akan terkena diare karena cairan tubuh dikeluarkan melalui saluran pencernaan.

Oleh karena itu, kita jangan sekali-kali minum air laut. Gejalanya bisa lebih berat lagi bila air laut yang kita minum ternyata mengandung kuman yang dapat membawa penyakit.