Rajin menabung memang suatu kebiasaan yang baik untuk menambahkan jumlah uang yang kita miliki. Kebiasaan menabung juga membuat seseorang lebih disiplin terhadap pengeluaran mereka. Setiap orang menabung untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Kita ambil contoh:
Seorang ibu menabung untuk membeli alat masak.
Seorang anak menabung untuk membeli handphone baru
Seorang mahasiswa menabung untuk membeli komputer baru
dan lain sebagainya.

Hampir semua orang menabung menggunakan rekening bank karena mereka mengharapkan bunga yang akan memperbanyak uang yang mereka tabung. Mengenai tabungan di bank, banyak kalangan masyarakat yang tidak menyadari kehadiran inflasi. Sebelumnya, kita perlu mengetahui apakah arti kata “inflasi” tersebut.

Inflasi adalah proses menyusut nilai tukar uang dari waktu ke waktu. Mengapa nilai tukar uang bisa menyusut? Nilai tukar menyusut bukan berarti nilai yang tercetak semakin mengecil tapi tingkat kegunaan tersebut menurun. Kita ambil contoh:
Pada tahun 2010, 1 kg beras harganya sekitar Rp. 9.000 sedangkan pada tahun berikutnya yakni 2011, 1kg beras harus dibeli dengan harga Rp.10.000. Pada tahun 2015 1kg beras yang sama harus dibeli dengan harga Rp. 14.000,-

Pada contoh di atas nilai uang yang tercetak selalu berlaku dan tidak berkurang tapi kita harus menggunakan uang yang lebih banyak untuk mendapatkan barang yang sama. Hal ini yang disebut dengan inflasi, menyusutnya nilai tukar uang terhadap barang.

Kasus nilai uang mengecil sering terjadi ketika kita menabung untuk membeli suatu barang yang tergolong mahal. Kita andaikan sebuah mesin cuci yang awalnya seharga 3 juta rupiah. Setelah kita menabung selama 1 tahun untuk membeli mesin cuci tersebut, akhirnya uang sejumlah 3 juta rupiah terkumpul. Pada saat kita ingin membeli mesin cuci tersebut, harganya bukan 3 juta rupiah lagi melainkan 3,24 juta rupiah karena mengalami kenaikan harga sebesar 8%. Kita harus menabung lagi untuk mengumpulkan uang sejumlah selisih harga tersebut untuk mendapatkan mesin cuci.

Pada kasus di atas, kita mungkin tidak merasakan perbedaannya karena pada saat tersebut kita tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli jadi kita harus mengumpulkan uang terlebih dahulu. Bila kita mengandaikan bahwa pada tahun sebelumnya kita memiliki uang sebesar 3 juta rupiah tentunya kita dapat membeli mesin cuci tersebut. Andaikan kita menunda untuk membeli mesin cuci dan menyimpan uang tersebut selama 1 tahun dan kita tidak akan dapat membeli mesin cuci tersebut pada tahun berikutnya karena harga mesin cuci tersebut mengalami kenaikan sedangkan nilai uang kita tetap. Bila uang tersebut kita tabungkan di dalam rekening bank. Andaikan kita menabungkan uang tersebut di bank dengan bunga sebesar 7.5 persen selama 1 tahun. Kita akan menerima bunga sebesar 180 ribu rupiah setelah dipotong pajak 20%. Total uang yang kita miliki menjadi 3,18 juta rupiah sedangkan harga mesin cuci menjadi 3.24juta rupiah.

Bunga yang diberikan oleh pihak bank lebih kecil dibanding nilai inflasi. Bila nilai inflasi 8% per tahun maka nilai bunga hanya 7.5%. Bunga bank pasti lebih kecil dibandingkan nilai inflasi. Bunga simpanan yang Anda terima akan dipotong sebesar 20% ditambah biaya administrasi perbankan. Bunga simpanan yang Anda terima hanya sekitar 6% per tahun dan tingkat inflasi sebesar 8% per tahun. Uang tabungan Anda akan menyusut sekitar 2% setiap tahunnya. Hal ini membuktikan bahwa menabung tidak akan menambah uang Anda dan menabung sebenarnya memperkecil uang Anda.