Bisnis Makanan kadang terkesan dapat dilakukan di mana-mana karena setiap orang membutuhkan makanan. Namun ada beberapa tempat yang memang memiliki daya beli lebih tinggi karena dorongan kebutuhan dan lingkungan. Sebelum memulai bisnis makanan ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa lokasi berikut ini:

Sekolah
Anak SD hingga SLTA sekarang ini lebih banyak dibekali uang jajan dibandingkan membawa bekal makanan ke sekolah. Trend ini terjadi dikarenakan kesibukan orang tua yang tidak sempat membuatkan bekal untuk anak-anak mereka. Sebagian anak sekolah pun merasa gengsi untuk membawa bekal dari rumah. Hal ini menjadi peluang besar untuk Anda yang ingin menjual makanan karena setiap hari anak-anak pergi ke sekolah dan membutuhkan makanan. Setiap sebelum masuk sekolah, jam istirahat, jam pulang sekolah dan jam sekolah tambahan sebagian besar anak-anak sekolah cenderung meluangkan waktunya untuk jajan makanan. Makanan yang cocok untuk anak sekolah adalah minuman, cemilan hingga makanan utama.

Pada masa liburan sekolah daerah ini akan sepi pengunjung karena konsumen utama, yakni anak sekolah tidak hadir di sana. Para pebisnis daerah ini umumnya menggunakan gerobak untuk berjualan sehingga mereka juga ikut tidak hadir di daerah dekat sekolah. Mereka memilih untuk berjualan di tempat lain. Sedangkan pebisnis yang menggunakan kios hanya bisa menunggu anak-anak sekolah kembali hadir ke lingkungan sekolah.

Universitas
Daerah yang dekat dengan universitas pasti dipenuhi dengan kos untuk mahasiswa dan karyawan. Mahasiswa dan karyawan yang bertempat tinggal di daerah itu, secara umum tidak masak sendiri. Hal ini disebabkan karena kos tidak memiliki dapur untuk digunakan bahkan tidak mengijinkan anak kos untuk memasak di kamar. Secara fakta, mahasiswa sekarang juga tidak terdidik untuk memasak sendiri dan mereka membutuhkan sesuatu yang lebih mudah dan praktis, yaitu membeli makanan jadi. Hal ini menjadi suatu kesempatan besar untuk berbisnis makanan di daerah itu. Setiap hari, untuk pagi, siang dan malam, mereka pasti membutuhkan makanan. Pebisnis lain sudah banyak yang hadir di sana lebih dahulu. Anda harus siap untuk menghadapi mereka dan para pendatang baru lainnya.

Mahasiswa dapat berasal dari berbagai kalangan baik dari kalangan atas, menengah atau kalangan bawah. Namun demikian, tetap ada kecenderungan pada salah satu kalangan yang lebih dominan, tergantung pada nama baik atau kualitas universitas tersebut. Anda yang ingin berbisnis makanan pada daerah yang dekat dengan universitas harus menyesuaikan produk terhadap permintaan dan daya beli.

Kelemahan daerah ini adalah pada saat masa libur mahasiswa. Setahun terdapat dua kali libur panjang. Sepanjang masa liburan ini, mahasiswa yang berasal dari daerah lain tentunya akan pulang ke daerah masing-masing untuk berkumpul dengan keluarganya. Bisnis pada masa ini tentunya akan sepi pengunjung. Ada beberapa pebisnis di daerah ini juga justru memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki atau memperluas tempat bisnis mereka karena pada hari biasa mereka tidak bisa meluangkan waktu untuk hal ini. Ada juga pebisnis yang ikut berlibur untuk melepas lelah setelah menghadapi kesibukan yang sesak pada setiap harinya.

Rumah Sakit
Tujuan bisnis makanan di dekat rumah sakit bukan berarti menjual makanan kepada pasien rumah sakit melainkan kepada keluarga pasien atau kerabat yang datang mengunjungi pasien. Bisa dibayangkan peluang usaha ini bila sebuah rumah sakit mempunyai 200 kamar dan 1 kamar memiliki daya tampung 8 orang pasien. Seorang pasien pada umumnya dikunjungi oleh 5 keluarga atau kerabat dan ditemani oleh 2 anggota keluarga setiap harinya. Rumah sakit besar memiliki daya tampung pasien yang cukup besar apalagi bila daerah tersebut terdapat beberapa rumah sakit besar. Bisnis makanan di daerah tersebut tentunya sangat berpotensi besar.

Rumah sakit umumnya tidak mengenal hari libur karena pasien selalu membutuhkan perawatan. Keluarga pasien selalu harus menemani keluarganya yang dirawat di sana. Sebagian keluarga yang disibukkan oleh kegiatan untuk menemani keluarganya, cenderung enggan untuk membuat makanan sendiri. Mereka memilih untuk membeli makanan jadi yang berasal dari daerah sekitar rumah sakit.

Kualitas rasa dan penampilan makanan pada daerah ini tidak terlalu diutamakan. Hal ini dikarenakan, mereka berada di tengah kesedihan dan mereka lebih mementingkan ketersediaan makanan itu sendiri dibandingkan kualitas yang disajikan. Namun ada beberapa konsumen yang menetap agak lama di rumah sakit, tentunya mereka akan memilih makanan dengan kualitas lebih baik dan harga lebih rasional.

Perkantoran
Kawasan perkantoran juga cukup ramai konsumen pada hari kerja. Setiap hari ketika jam makan siang dan jam makan malam, daerah ini akan ramai dipenuhi oleh karyawan perkantoran yang sedang istirahat. Mereka cenderung mengkonsumsi makanan utama dan tentunya tidak butuh variasi produk yang berlebihan. Konsumsi rutin sehari-hari ini lebih tertuju pada makanan yang harganya relatif murah dan rasional.

Kawasan ini beroperasi seperti layaknya hari kerja, ketika hari libur atau akhir pekan daerah ini akan jarang pengunjung karena sangat jarang aktifitas perkantoran.

Mall atau Taman bermain
Pengunjung daerah ini yang bertolak belakang dengan daerah lain. Lokasi ini akan ramai pengunjung ketika hari libur atau akhir pekan. Banyak juga pengunjung yang berasal dari daerah lain yang datang berkunjung. Pada umumnya mereka memiliki budget yang lebih besar untuk dihabiskan demi bersenang-senang pada daerah ini.

Pada lokasi ini, Anda harus memiliki produk yang menarik dari sisi penampilan dan kualitas rasa. Rata-rata pengunjung rela membayar lebih mahal ketika mereka puas dengan kenyamanan lokasi, tampilan produk dan kualitas rasa tentunya. Anda harus pintar-pintar untuk menarik pengunjung dengan mempercantik penampilan produk dan kios Anda.

Perumahan Kalangan Menengah Ke Atas
Masyarakat kalangan menengah ke atas pada umumnya mereka memiliki penghasilan lebih dari cukup. Mereka cenderung menghemat waktu dengan tidak memasak sendiri, mereka lebih mengejar kepraktisan dengan membeli makanan jadi atau menjadi pelanggan restoran yang setia.

Kalangan ini suka bersantap malam ataupun siang di restoran. Mereka suka jajanan yang berkemasan higenis. Mereka juga tidak jarang mencicipi makanan dan minuman jenis baru. Mereka mampu menyediakan budget yang cukup besar untuk bersantap bersama keluarga tercinta mereka.

Lokasi ini juga terkena efek liburan anak sekolah. Para ibu rumah tangga akan mengajak anak-anaknya liburan ketika anak-anaknya liburan sekolah. Pada saat liburan, daerah ini akan lebih sepi pengunjung namun tidak drastis seperti pada lingkungan sekolah. Lokasi ini tidak semua orang pergi berlibur, kecuali pada akhir tahun dan liburan lebaran. Kepala keluarga umumnya tidak dapat menikmati liburan sekolah anak mereka karena mereka harus tetap menjalankan usaha atau bisnis mereka. Mereka tidak punya pilihan lain selain untuk bersantap di restoran karena mereka ditinggal seorang diri di dalam rumah.

Saran Kami
Produk yang Anda jual tentunya harus disesuaikan dengan permintaan di daerah tersebut karena hal tersebut terkait dengan standar dan daya beli daerah tersebut. Kita ambil contoh: menjual pizza italiano di daerah rumah sakit kalangan menengah ke bawah, produk ini akan sulit untuk Anda jual karena pizza sendiri terkesan makanan mahal dan masyarakat di sana tidak teredukasi dengan makanan pizza. Lain cerita bila pizza tersebut dijual di daerah rumah sakit kalangan menengah ke atas. Pizza ini akan lebih mudah dijual untuk kalangan menengah ke atas. Hal ini akan terbalik bila Anda buka warteg, produk Anda akan lebih mudah dijual untuk kalangan menengah ke bawah.

Semoga informasi ini dapat memberikan inspirasi Anda yang sedang mencari lokasi untuk berbisnis makanan.