Kini banyak merek lampu LED yang beredar di pasaran dan masing-masing menawarkan kualitas dan harga yang berbeda. Terkadang bila dibandingkan antar lampu LED dengan daya sama, ternyata harga lampu sangat berbeda jauh. Nah, masyarakat sering tertipu dengan lampu LED yang ditawarkan dengan harga murah. Ketika mereka gunakan di dalam rumah ternyata lampu LED tidak seterang lampu biasa. Akhirnya, harapan mereka untuk menggunakan lampu murah dan hemat listrik ternyata tidak sesuai harapan mereka. Mereka ingin membeli sesuatu yang murah dan hemat listrik dan akhirnya mereka membeli produk yang memang penggunaan daya listriknya lebih kecil tapi tidak seterang seperti yang mereka harapkan. Setelah Kami selidiki, lampu LED yang beredar di pasaran ternyata ada 2 jenis.

Lampu LED Yang Beredar Di Pasaran Ternyata Ada 2 Jenis

Masyarakat ternyata banyak yang tidak mengetahui bahwa lampu LED ternyata ada 2 jenis. Begitu juga dengan Kami yang sebelumnya hanya menggunakan lampu LED dari produsen ternama sehingga tidak mengetahui perbedaan antara lampu LED yang lebih murah dan lampu LED yang lebih mahal. Setelah Kami mencoba beberapa merek lampu LED ternyata masing-masing merek memberikan penawaran harga dan kualitas yang berbeda. Namun, secara umum Kami mengelompokkan LED menjadi 2 kelompok besar, yaitu Full Power LED dan Low Power LED.

Kini chip LED diproduksi dalam ukuran SMD(Surface Mounted Device) untuk digunakan sebagai lampu penerangan. Pada awalnya, chip LED SMD tidak diproduksi untuk digunakan sebagai lampu penerangan ruangan. Chip LED tipe SMD ini, awalnya dibuat untuk kebutuhan penerangan layar pada unit layar televisi, layar laptop, layar komputer, layar handphone dan lain sebagainya. Jumlah cahaya yang dihasilkan oleh LED SMD memang dapat dikatakan cukup terang tapi kekuatan sinarnya tidak mencukupi untuk menerangi ruangan. Produsen lampu LED pun tidak kehabisan akal dengan menanamkan lebih dari satu buat chip LED tipe SMD ini ke dalam sebuah lampu. Sinar yang dihasilkan oleh belasan hingga puluhan chip LED SMD ini pun akhirnya mampu menerangi ruangan.

Lampu LED SMD Full Power

Lampu LED merek bonafit, seperti: Philips, Osram, Cosmos, Chiyoda dan lain sebagainya akan menyala lebih terang karena secara rancangan lampu LED jenis ini memaksimalkan daya ke dalam setiap chip LED yang ditanamkan. Tipe lampu LED full power(daya penuh) dapat memancarkan sinar yang lebih terang dibandingkan dengan lampu LED biasa(low power). LED jenis full power(daya maksimal) selain memancarkan sinar yang lebih terang, rancangan LED jenis ini juga akan membuang panas yang lebih banyak dibandingkan LED low power(daya rendah). Produsen yang merancang LED full power tentu harus menyertakan sistem pembuangan panas menggunakan logam untuk menyebarkan panas ke casing body lampu agar LED tidak cepat rusak.

LED full power dirancang dengan memberikan arus listrik maksimal ke dalam setiap chip LED agar dapat memancarkan cahaya yang maksimal. Kebutuhan arus listrik yang lebih tinggi dan disertai stabilitas tegangan mengharuskan produsen lampu LED full power ini menyertakan power supply yang cukup baik untuk mencukupi kebutuhan daya LED.

Produsen lampu LED yang menciptakan lampu LED dengan full power harus membanderol harga lampu LED dengan lebih mahal karena tipe chip LED yang dapat dioperasikan dalam keadaan full power dalam jangka waktu lama memang lebih mahal dibandingkan lampu LED biasa. Selain itu, sistem pembuangan panas menggunakan heatsink dan regulator daya listrik yang digunakan juga ikut membuat biaya produksi menjadi jauh lebih tinggi. Jadi, tidak heran bila lampu LED dari merek ternama harus dibayar dengan harga lebih mahal tapi cahaya lampu yang dihasilkan lebih terang.

Lampu LED SMD low power

Untuk menghindari biaya produksi lampu LED full power yang cukup tinggi, produsen lain memilih untuk menggunakan chip LED SMD biasa untuk memproduksi lampu LED. Namun, kemampuan setiap pancaran sinar dari chip LED tidak dapat dimaksimalkan karena pertimbangan kualitas chip LED yang digunakan dan sistem pembuangan panas yang terbatas.

Chip LED SMD bila tidak dioperasikan secara full power(maksimal) tidak akan menghasilkan panas yang berlebihan sehingga masih dapat dioperasikan secara langsung di atas papan PCB(printed circuit board) tanpa menggunakan sistem pembuangan panas khusus. Sistem pembuangan panasnya hanya mengandalkan papan PCB dan ventilasi pada body lampu. Produsen lampu LED dengan rancangan low power(daya rendah) ini juga menekan biaya produksi dengan tidak menyertakan regulator daya yang baik. Lampu LED jenis low power ini pada umumnya hanya menggunakan filter kapasitif untuk membatasi arus yang masuk ke dalam chip LED. Filter kapasitif tentunya dapat diproduksi dengan biaya yang jauh lebih murah dan tanpa harus menggunakan serta spare part elektronik yang membebani biaya produksi. Namun, penggunaan filter kapasitif membuat daya yang diterima oleh chip LED menjadi tidak stabil tergantung dari tegangan dan frekuensi listrik di rumah konsumen.

Namun, bila dibandingkan dengan kekuatan sinar dari LED full power, sinar yang dihasilkan menggunakan rancangan low power ternyata masih kurang terang. Di sisi lain harga lampu LED low power ini dapat diperoleh dengan harga yang sangat murah. Di sisi lain, sistem power supply kapasitif ini mempunyai sisi negatif, antara lain: chip LED tidak berumur panjang karena daya yang dihasilkan tidak stabil, nilai efisiensi daya listrik tidak sebaik sistem regulator dan capacitor filter harus bekerja dalam kondisi yang cukup panas dan membuat umur capacitor tidak bertahan lama.

Lampu LED mana yang lebih baik untuk digunakan? Semua keputusan untuk menggunakan LED jenis yang mana akan kembali kepada konsumen. Konsumen sendiri yang harus memutuskan untuk menggunakan lampu LED yang mana dengan menyesuaikan budget dan tingkat kebutuhan.