Wanita saat ini dituntut untuk bisa membagi waktu antara karir dan keluarga. Wanita karir ikut berperan aktif dalam menyumbang pendapatan keluarga, di luar peran sebagai seorang ibu di rumah. Namun, jauh di lubuk hati seorang wanita, Ia tak ingin meninggalkan anaknya di rumah untuk dirawat orang lain. Mereka ingin meluangkan waktu lebih banyak untuk anaknya namun hal itu mustahil apabila mereka berprofesi menjadi seorang full time worker.

Hampir semua wanita karir pada umumnya bekerja hampir seharian di kantor dan pulang pada waktu sore hari. Waktu mereka juga tersita oleh kemacetan lalu lintas menuju ke rumah. Kewajiban sebagai ibu rumah tangga juga ikut menantinya di rumah. Mereka  menjadi kelelahan dan kurang dapat menikmati quality time bersama keluarga di rumah apalagi di antara mereka masih harus membawa tugas kantor ke rumah.

Kesulitan membagi waktu ini menyebabkan mereka harus memilih salah satu di antara karir atau keluarga. Sebagian dari mereka memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga agar dapat mengurus anak dan urusan keluarga dengan lebih baik. Hal ini, tak dipungkiri banyak di antara mereka yang harus lebih berhemat bila seorang istri berhenti bekerja. Pendapatan keluarga menjadi berkurang banyak bila pendapatan sang suami tidak cukup besar. Pendapatan keluarga akan lebih baik apabila ditopang dari pendapatan suami dan istri.

Beberapa kasus kekerasan yang dilakukan oleh perawat atau pembantu juga turut membuat kekhawatiran pasangan suami istri yang mempercayakan buah hati mereka kepada pembantu mereka. Mereka tidak dapat bekerja dengan tenang dan tanpa kekhawatiran. Bila Anda seorang wanita karir yang merencanakan untuk berhenti bekerja untuk alasan keluarga Anda, silahkan mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:

Alasan tepat
Anda sebaiknya membicarakan hal ini dengan pasangan Anda sebelumnya untuk mencapai kesepakatan. Keputusan Anda untuk resign dari pekerjaan tentunya akan mengurangi pendapatan keluarga sehingga hal ini sangat perlu untuk dibicarakan terlebih dahulu. Apabila Anda sudah mempunyai keputusan bulat untuk resign, Anda perlu membicarakan alasan Anda kepada pasangan Anda agar mereka mengerti masalah yang Anda hadapi. Anda harus menyadarkan pasangan Anda bahwa urusan keluarga sangat penting dan hal itu dilakukan demi masa depan anak dan keluarga. Anda membutuhkan dukungan pasangan Anda untuk menghindari perselisihan di dalam keluarga.

Anda disarankan untuk tidak memberikan alasan yang dibuat-buat, seperti: Anda ingin berhenti bekerja karena Anda sudah bosan berada di tempat kerja Anda atau Anda hanya ingin berhenti saja. Bila Anda memberikan alasan yang tidak jelas, hal ini akan menjadikan suatu pertanyaan di hati pasangan Anda. Pasangan Anda akan dengan tegas menolak dan tidak mendukung keputusan Anda untuk berhenti bekerja. Anda harus memberikan alasan yang jujur kepada pasangan Anda. Anda harus mengungkapkan semua perasaan hati dan semua pertimbangan Anda untuk berhenti, seperti: ingin menjaga buah hati Anda di rumah agar masa depan anak menjadi lebih baik. Anda bisa ikut mendidik anak Anda dirumah sehingga lebih terbina hubungan keluarga dan masa depan pendidikan anak Anda.

Rancang masa depan
Anda disarankan tidak hanya memiliki keputusan untuk berhenti namun Anda juga harus memiliki sebuah rencana untuk masa depan Anda. Anda dapat merancang masa depan Anda sebelum Anda berhenti dari pekerjaan, seperti Anda akan mulai mencari pekerjaan lagi apabila anak Anda sudah besar dan dapat ditinggal selagi Anda bekerja di luar rumah atau Anda membuka usaha sendiri agar dapat tetap mengawasi si kecil. Anda dapat menjadi full time mommy saja atau bekerja di rumah sehingga anak dan keluarga dapat Anda urus dengan baik.

Perhatikan keuangan
Apabila pasangan Anda mengijinkan dan keuangan keluarga mendukung Anda menjadi full time mommy, keputusan Anda untuk resign demi mengurus buah hati tentunya tidak menjadi masalah. Namun, apabila keuangan keluarga menjadi tidak seimbang setelah Anda resign tentunya Anda perlu mempertimbangkan hal ini lebih jauh. Anda dapat memilih untuk menjalankan usaha dari rumah atau mencari pekerjaan yang dapat Anda selesaikan di dalam rumah.

Keputusan untuk mengurus buah hati tanpa bekerja memang menjadi sebuah dilema bagi sebagian wanita yang sedang bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Keputusan untuk berhenti bekerja harus berdasarkan persetujuan dari pasangan Anda. Bila keputusan untuk berhenti bekerja dipaksakan dari salah satu sisi, hal ini dikhawatirkan menjadi perselisihan di dalam keluarga yang berkepanjangan. Apabila keuangan keluarga menjadi masalah ketika Anda berhenti bekerja, Anda perlu memikirkan cara untuk dapat membantu ekonomi keluarga dari dalam rumah sehingga Anda dapat mengurus rumah tangga dengan baik dan tetap dapat membantu ekonomi keluarga.