Tidak dipungkiri bahwa sebagian pemilik website merupakan kalangan awam. Mereka tidak mengetahui pengetahuan teknis mengenai hubungan website mereka dengan mesin pencari. Mereka menambahkan atau memperbarui website secara tidak beraturan sehingga usaha mereka tidak berbuah hasil yang baik. Berikut ini adalah daftar kesalahan pada saat membuat atau memperbarui isi website:

Penjelasan website hanya dilakukan menggunakan gambar

Beberapa pemilik website mengisi website dengan mengunggah foto atau gambar tanpa memberikan penjelasan dengan tulisan. Namun, kesalahan lain juga terjadi pada beberapa pemilik website yang memberikan penjelasan dengan tulisan tapi tulisan tersebut terdapat di dalam gambar. Hal ini akan berakibat buruk karena mesin pencari tidak mengerti foto atau gambar. Oleh karena itu, mesin pencari tidak dapat mengindeks halaman website karena dianggap tidak memiliki konten di dalam halaman.

Isi website merupakan hasil copy paste dari website orang lain

Copy paste merupakan hal umum yang dilakukan oleh kebanyakan orang ketika mengerjakan tugas sekolah. Kebiasaan buruk ini tetap dilakukan ketika mereka mengelola website. Kemalasan mereka untuk membuat isi website dan akhirnya membuat mereka mencari konten website untuk diadopsi ke dalam website mereka. Mereka tidak mengetahui bahwa hal tersebut merupakan pelanggaran hukum. Beberapa mesin pencari ternama seperti: Google, Yahoo, Bing dan yang lainnya sangat menghormati hak cipta. Mesin pencari akan mengenali konten yang merupakan hasil plagiat dari website lain dan akhirnya menempatkan website mereka di halaman paling belakang pada suatu hasil pencarian. Beberapa website pemilik konten original juga berkemungkinan untuk memohon pihak mesin pencari untuk menghapus database konten contekan website mereka. Hasilnya website yang memiliki halaman contekan beresiko dihapus dari database secara keseluruhan.

Gambar bukan berasal dari karya sendiri dan diambil dari website lain

Kebanyakan website bila dihadapkan pada gambar mereka akan menyerah karena mereka bukan seniman maupun fotografer. Demi mengisi dan mempercantik konten website, mereka menggunakan foto atau gambar yang mereka temukan di mesin pencari. Mereka menggunakan gambar tersebut tanpa menelusuri terlebih dahulu hak penggunaan gambar tersebut. Hal ini juga akan berkemungkinan menjerumuskan mereka sebagai pemilik website ke dalam tuntutan hukum. Pihak mesin pencari juga akan menolak untuk mengindeks gambar yang terbukti melanggar lisensi.

Terlalu banyak pemasangan iklan di dalam halaman website

Pemilik website terkadang terlalu mengkomersialkan website milik mereka. Mereka menempelkan iklan di segala sisi website mereka. Hasilnya pengunjung merasa terganggu dengan website mereka akhirnya akan meninggalkan website mereka. Hal ini juga akan membingungkan mesin pencari untuk mencatat isi website. Hasilnya mesin pencari salah menaksirkan konten halaman dan terjadi kesalahan pencatatan. Pengguna akan menemukan hasil yang kurang relevan terhadap halaman website mereka di hasil pencarian.

Konten website tidak terorganisir sehingga membingungkan pengunjung

Banyak juga website yang ditemukan tanpa teroganisir dengan baik. Pengunjung website akan menemukan kesulitan untuk menemukan informasi yang mereka inginkan. Hal ini membuat pengunjung tidak berselancar lama di dalam website mereka. Pengunjung bahkan tidak mencoba mengenali nama website mereka.

Hal ini terjadi akibat pemilik website mengambil langkah Quick Action tanpa terencana. Mereka mengelompokkan informasi secara instan dan pada akhirnya konten website tidak terorganisir dengan baik. Bila hal ini terlanjur terjadi, pemilik website akan mengalami kesulitan untuk menyusun kembali konten di dalam situs.

Penghapusan konten website secara tidak beraturan

Mesin pencari berusaha untuk menambah database mereka dengan mencari halaman yang terkandung di semua website. Mesin pencari akan menghubungkan hasil pencarian ke halaman website. Pemilik website terkadang tidak mengetahui bahwa penghapusan konten atau halaman website akan mengakibatkan error ketika pengunjung terhubung ke dalam website melalui mesin pencari. Pengguna yang masuk ke dalam halaman tercatat tersebut akan menemukan error alias halaman tidak ditemukan. Bila error tidak diperbaiki dalam kurun waktu tertentu, maka mesin pencari akan menurunkan ranking hasil pencarian.

Penamaan ulang alamat halaman website tanpa fungsi redirect

Perubahan alamat halaman situs tanpa disertai proses redirect akan menghasilkan error yang sama seperti halaman dihapus. Alamat halaman terdahulu bila diakses tidak akan terhubung ke halaman baru. Hal ini juga akan mengakibatkan hasil ranking pencarian di mesin pencari jatuh ke halaman belakang.

Pemilik website harus menghubungkan alamat halaman terdahulu ke halaman baru dengan proses redirect. Hal ini akan menghindari akses ke alamat halaman lama berakhir pada halaman error yang menunjukkan halaman tidak ditemukan.

Penggunaan foto berkualitas rendah dan perubahan bentuk huruf akan merusak penampilan website

Sebuah website yang telah dirancang oleh website designer profesional akan tampil elegan. Kualitas tampilan website selanjutnya harus tetap dipertahankan oleh pemilik website yang berhak untuk menambahkan atau memperbarui isi website. Hal ini berhubungan ketat dengan cara pengisian halaman website.

Pada umumnya pemilik website tidak mengerti cara untuk memelihara tampilan website. Mereka menambahkan isi halaman website dengan mengubah ukuran huruf dan pewarnaan huruf. Hasilnya isi halaman tidak sesuai dengan hasil design website. Mereka juga sering memasukkan foto yang berkualitas rendah disertai hasil edit tanpa seni yang hasilnya merusak hasil design secara total.

Pengunjung yang masuk berkunjung pasti akan mempunyai pandangan buruk tentang website tersebut. Mereka berkemungkinan akan meninggalkan website karena mereka memperkirakan bahwa pemilik website tersebut tidak serius dalam membangun website atau menganggap website tersebut dibangun untuk tujuan penipuan.