Kendala Modernisasi Toko Kelontong Berjalan - Ini Solusinya - Photo Credit tales of a wandering youkai

Kendala Modernisasi Toko Kelontong Berjalan – Ini Solusinya

Ketika suatu toko kelontong ingin dijadikan menjadi lebih modern dari sisi penampilan, manajemen hingga proses komputerisasi, akan ada banyak kendala yang dijumpai pada saat itu. Salah satu hal yang menjadi kendala utama adalah toko tersebut sudah berjalan. Hal ini akan membuat proses modernisasi menjadi jauh lebih susah. Toko yang sedang beroperasi akan membuat konsentrasi terpecah pada proses pengoperasian toko dan proses perombakan toko. Kali ini kami akan membahas tentang kendala modernisasi toko kelontong berjalan beserta solusinya.

Kendala modernisasi toko kelontong berjalan dan solusinya

Banyak pihak yang mempunyai keinginan untuk merombak toko kelontong mereka menjadi lebih modern baik dari sisi penampilan, manajemen hingga proses komputerisasi. Banyak di antara pemilik toko kelontong yang mengurungkan niat mereka karena mereka menghadapi banyak kendala, contohnya: toko sangat ramai dan susah melakukan perombakan, keadaan toko yang tidak rapi sehingga susah membagi tugas dan tanggung jawab, proses komputerisasi menjadi terganggu karena penjualan mengganggu hasil pencatatan inventory dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini yang terkadang membuat pemilik toko merasa proses modernisasi toko tidak memungkinkan. Pada situasi seperti ini, sebenarnya ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan dan Kami akan membahasnya satu demi satu.

Hentikan operasi pada toko

Salah satu solusi untuk merombak sistem toko adalah dengan cara menutup operasi toko secara total. Hal ini dilakukan agar proses perombakan berjalan dengan lebih mudah dan lebih terkonsentrasi. Proses perombakan toko juga akan berjalan dengan lebih cepat karena aktifitas perombakan toko tidak terganggu dengan aktifitas jual beli.

Sebelum penghentian operasional toko, semua stok makanan yang tidak dapat disimpan lama seperti buah, sayur dan telur harus dijual habis terlebih dahulu. Berikan pemberitahuan atau pengumuman kepada konsumen mengenai penutupan toko sementara.

Pilihan penghentian operasional toko merupakan pilihan yang sangat dihindari oleh sebagian pemilik toko kelontong karena keberadaan pesaing lain di dekat toko mereka akan memanfaatkan kesempatan untuk menarik konsumen mereka.

Sistem setengah toko

Bila area toko cukup luas, proses perombakan toko secara bertahap dapat menjadi solusi. Sistem perombakan setengah toko dapat memungkinkan proses jual beli di toko tetap berjalan dengan semestinya. Toko tidak perlu ditutup semua dan toko tetap dapat melayani permintaan barang oleh konsumen.

Toko dapat disekat menjadi 2 bagian. Setengah bagian dari toko dapat dirombak penampilan interior, sistem tata letak barang dan komputerisasi. Setengah toko yang tidak dirombak dapat berjalan seperti biasanya namun dengan area toko yang lebih sempit. Ketika setengah toko selesai dirombak maka toko harus ditukar area operasinya. Dengan demikian toko dapat terus berjalan tanpa terganggu oleh proses perombakan.

Dalam hal komputerisasi, stok barang di toko harus dipecah menjadi 2 bagian. Setengah bagian stok barang di toko yang masih berjalan tidak boleh dicatat menggunakan komputer karena keberadaan stok barang menjadi dinamis. Stok barang yang tidak dijual dapat dipindahkan ke area toko yang ditutup dan tidak beroperasi. Stok barang pada toko yang ditutup dapat dicatat menggunakan komputer.

Ketika stok toko yang ditutup sudah tercatat semua, toko yang ditutup harus dioperasikan menggunakan komputer yang diaplikasikan. Sedangkan setengah toko yang sebelumnya berjalan harus ditutup dan digantikan dengan toko yang berjalan dengan komputer. Stok toko yang terkomputerisasi kemudian dapat diperbaharui dengan stok sisa dari toko yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Setelah semua stok tercatat ke dalam komputer maka keseluruhan toko dapat dibuka kembali.

Sistem gudang

Salah satu sistem modernisasi toko yang dapat menjadi pilihan adalah menggunakan bantuan gudang. Toko dapat ditutup dan stok dipindahkan ke dalam gudang. Namun, toko masih melakukan pelayanan kepada konsumen dengan menggunakan semua meja atau etalase di depan toko. Pada saat konsumen datang untuk berbelanja, barang akan diambil ke dalam gudang. Dengan demikian, toko tetap memberikan pelayanan tapi toko dapat dirombak dalam keadaan tertutup.

Dalam hal komputerisasi, stok barang tetap harus dipecah menjadi 2 bagian karena sistem stok menjadi dinamis pada saat melakukan penjualan dan restocking barang. Cara komputerisasi tetap mengacu kepada cara komputerisasi sistem setengah toko hanya saja stok dipisahkan menjadi 2 bagian di dalam gudang.

Buka toko baru

Bila pemilik toko mempunyai modal yang cukup banyak untuk merombak toko, pembukaan toko baru dapat menjadi solusi yang sangat baik. Karena proses perombakan toko menjadi jauh lebih mudah dan toko tetap melayani konsumen melalui 2 toko.

Toko yang baru dapat dipersiapkan terlebih dahulu hingga seluruh persiapan selesai. Setelah toko baru selesai, stok barang dapat dipindahkan sedikit demi sedikit. Pencatatan stok menggunakan komputer dapat dilakukan pada saat pemindahan stok ke toko baru. Setelah stok mulai lengkap, toko baru dapat dioperasikan bersamaan dengan toko lama.

Toko lama yang dipindahkan stoknya ke toko baru menjadi lebih lapang sehingga lebih mudah untuk melakukan perombakan. Pada saat perombakan toko lama tetap dapat melayani konsumen namun dengan keberadaan stok yang lebih terbatas. Keberadaan stok barang yang sedikit dapat memudahkan pengerjaan pembaruan toko beserta pencatatan ke dalam komputer yang lebih mudah.

Pencatatan menggunakan komputer pada toko lama harus dilakukan setelah renovasi dan perombakan fisik toko selesai dilakukan. Pencatatan inventori lebih diutamakan pada stok baru ke dalam toko. Setelah stok baru tercatat, toko lama dapat dioperasikan dengan menjual stok baru. Stok lama dapat ditambahkan ke dalam pencatatan komputer sambil toko berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *