Kenali Gejala Awal Munculnya Kanker - Photo Credit Jan Jablunka

Kenali Gejala Awal Munculnya Kanker

Kanker hingga saat ini masih dianggap sebagai salah satu penyakit yang menakutkan. Hal ini dikarenakan hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari kanker itu sendiri. Selain itu, belum ada cara pengobatan kanker yang cukup baik dan efektif. Proses pengobatan kanker membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit sehingga menimbulkan tekanan tersendiri bagi pasien dan keluarga. Proses pengobatan juga akan lebih susah bila kanker sudah menyebar luas di dalam tubuh. Oleh karena itu, kita harus segera menangani kanker sejak dini. Oleh karena itu, mari kita kenali gejala awal munculnya kanker.

Kenali gejala awal munculnya kanker

Kita perlu kenali gejala awal munculnya kanker. Sel kanker sebenarnya sudah terdapat pada tubuh setiap orang sejak lahir. Sel kanker yang aktif dapat menyerang dan merubah sifat genetik dari sel tubuh yang lain dan menyebabkan sel yang diserang menjadi bermutasi menjadi sel kanker. Namun, pada beberapa jenis kanker dapat dihindari dengan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Salah satu kunci dalam menghadapi kanker adalah imunitas tubuh. Sayangnya, sistem imunitas sendiri sepertinya tidak mampu memberikan pencegahan maksimal dan masih banyak penderita kanker yang tidak menyadari dirinya terkena kanker.
Mereka tidak menyadari bahwa perubahan yang dialami oleh tubuh merupakan gejala pre kanker. Mereka hanya menganggap hal itu merupakan gejala tubuh yang biasa.

3 faktor resiko terkena penyakit kanker

Setelah melakukan penelitian berulang mengenai faktor yang dapat mempengaruhi resik terkena kanker, para peneliti menyimpulkan bahwa ada 3 faktor yang menentukan resiko terkena penyakit kanker, di antaranya: faktor genetik, faktor lingkungan dan faktor gaya hidup. Faktor genetik atau keturunan merupakan faktor penyebab kanker yang tidak dapat dihindari. Sel kanker telah ditanamkan pada manusia sejak janin. Seorang ibu juga tidak mampu mengendalikan jenis sel yang tertanam pada janin mereka. Faktor lingkungan juga merupakan faktor yang sangat sulit dihindari karena manusia adalah makhluk sosial yang selalu harus berada di dalam suatu lingkungan untuk melakukan aktifitas. Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan resiko terkena kanker, meliputi: radiasi, pencemaran zat kimia, virus, stress, asap rokok dan lain sebagainya. Faktor gaya hidup adalah satu-satunya faktor yang dapat dikendalikan oleh manusia sendiri. Contoh gaya hidup yang dapat berpengaruh terhadap aktifitas sel kanker, antara lain: makanan, minuman, alkohol, obat-obatan, konsumsi lemak, rokok, aktifitas dan lain sebagainya.

Gejala awal kanker yang perlu diwaspadai

Manusia pada umumnya akan mengalami sakit, seperti: sakit maag, sakit perut, susah buang air, susah menelan, batuk dan lain sebagainya. Gejala ini sering terjadi pada siapa saja karena kondisi kesehatan seseorang bisa saja menurun atau jatuh sakit tanpa sebab yang pasti. Namun, pada beberapa kasus gejala yang dirasakan seperti sakit biasa ternyata gejala tersebut merupakan suatu pertanda munculnya aktifitas sel kanker.

1. BAB/BAK yang mengalami gangguan atau perubahan
2. Sulit menelan
3. Batuk tidak kunjung sembuh atau suara berubah serak
4. Tumbuh benjolan pada bagian tubuh, misalnya pada payudara atau bagian tubuh yang lain
5. Tumbuh tahi lalat yang bertambah besar dan terasa gatal atau sakit
6. Adanya darah atau lendir yang keluar dari tubuh
7. Adanya luka atau koreng yang tidak kunjung sembuh
8. Tubuh yang kelelahan
9. Sakit maag akut

Bila Anda merasakan suatu gejala yang timbul pada diri Anda dan tidak kunjung sembuh setelah diobati. Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar segera mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Kanker susah disembuhkan dengan penanganan tunggal

Kanker tidak terjadi karena penyebab tunggal sehingga cara mengatasinya juga tidak bisa dengan penanganan tunggal. Dalam hal ini, dibutuhkan penanganan yang menyeluruh terhadap pasien baik medis dan non medis yang melengkapinya. Dengan pengobatan medis yang terintegrasi dengan pengobatan non medis, seperti: herbal, pengelolaan emosi, perbaikan pola makan, peningkatan aspek spiritual dan lain sebagainya diharapkan dapat mempercepat kesembuhan penderita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *