Kegemukan kerap diidentikan dengan lambang kemakmuran. Di Indonesia, anggapan semacam ini masih ada dan berlanjut hingga sekarang. Seperti di masyarakat Jawa yang mengharuskan wanita berbadan langsing sebelum menikah dan berbadan gemuk dianggap memiliki tingkat kemakmuran setelah memiliki suami, anak dan kehidupannya berbahagia. Anggapan gemuk identik dengan kemakmuran membuat seseorang menjadi terlena dengan kegemukan dan tidak menyadari bahaya dari kegemukan tersebut.

Kegemukan dapat dikenali dari ciri-ciri perut yang buncit, atau ukuran pinggang yang sudah melewati batas normal. Seseorang dikatakan gemuk apabila lingkar pinggang pada pria mencapai ukuran 90 cm dan 80 cm pada wanita. Pada pria umumnya mengalami kegemukan pada usia 25 tahun ke atas, sedangkan pada wanita umumnya mengalami kegemukan apabila wanita memasuki usia 40 tahun ke atas.

Dewasa ini, dengan adanya perubahan tingkat ekonomi yang memungkinkan masyarakat untuk membelanjakan makanan yang mereka inginkan dibanding mengkonsumsi makanan yang sehat yang tersaji di rumah. Masyarakat saat ini cenderung memilih makanan yang cepat saji, makan di restoran atau di rumah makan. Mereka tidak mengetahui keberadaan kandungan garam, gula, pengawet atau bahan pewarna yang terkandung di dalam makanan yang tersaji. Masyarakat modern baik di perkotaan maupun pedesaan saat ini juga semakin jarang beraktifitas fisik sehingga mereka mengalami bobot yang semakin meningkat.

Ibu rumah tangga sebagai penyaji makanan bagi keluarga cenderung menjadi gemuk karena mereka enggan membuang sisa makanan dan mengkonsumsinya sendiri. Ibu rumah tangga yang saat ini dituntut untuk bekerja sambil mengurus anak dan keluarga akan sulit untuk menjaga berat badannya. Belum lagi ada anggapan gemuk identik dengan makmur, sehingga ibu rumah tangga terus memberikan makanan kepada anaknya hingga berat badan anak mereka menjadi lebih besar dari anak seusianya. Anak mereka akan mengalami obesitas hingga mereka menginjak usia remaja bahkan hingga dewasa karena sudah terbiasa dengan porsi makanan yang besar dan akan menyulitkan anak tersebut untuk menjalani proses diet.

Kegemukan akan dianggap tidak bermasalah apabila tidak melebihi batas normal indeks massa tubuh(IMT) yang mencapai angka 25. Pola pikir masyarakat saat ini perlu diubah agar gemuk tidak lagi dipandang sebagai lambang kemakmuran. Kegemukan memiliki resiko terhadap beberapa penyakit yang serius, seperti diabetes, serangan jantung, kanker atau lain sebagainya. Menjaga berat badan ideal merupakan solusi agar kesehatan seseorang dapat terjaga dan menghindarkan dari serangan penyakit. Anda disarankan untuk mengetahui nilai indeks massa tubuh Anda atau keluarga Anda agar dapat menjaga kesehatan Anda dan keluarga.