Susu sapi merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia untuk melengkapi kebutuhan gizi. Susu sangat mudah ditemukan di mana-mana, mulai dari pinggiran jalan, pasar tradisional hingga pasar modern. Susu terbukti berkhasiat untuk mendukung kesehatan manusia. Oleh karena itu, susu dianjurkan untuk dikonsumsi oleh manusia dari kecil hingga manula. Namun, yang menjadi pertanyaan, Apa sich kandungan susu sapi yang membuatnya sangat dianjurkan untuk dikonsumsi?

Kandungan susu sapi diubah oleh produsen susu

Susu sapi yang dijual di pasar tidak selalu dalam bentuk susu cair murni. Susu cair segar sangat susah diperoleh di daerah perkotaan karena lokasi berjauhan dari peternakan sapi. Hal ini membuat distribusi dan penjualan susu sapi segar menjadi tidak memungkinkan karena daya tahan susu segar sangat rendah dan mudah rusak. Oleh karena itu, susu yang dapat diperoleh adalah susu yang sudah diproses terlebih dahulu. Beberapa jenis susu yang dijual adalah susu bubuk, susu terkondensasi dan susu cair tersterilisasi.

Proses pembuatan susu bubuk dan susu kental manis dari susu segar akan membuat beberapa kandungan di dalam susu menjadi berubah. Hal ini dikarenakan oleh temperatur proses pengolahan dan proses perubahan fisik susu. Namun, beberapa produsen susu juga menambahkan kandungan ke dalam susu untuk menambah nilai gizi pada susu.

Beberapa produsen susu juga menyesuaikan kebutuhan gizi susu sesuai usia manusia. Mereka menambahkan dan mengurangi unsur tertentu di dalam susu. Hal ini tentunya menjadikan kandungan susu menjadi bervariasi dan susah untuk dijadikan acuan.

Kandungan Susu Sapi

Untuk menyikapi kandungan susu dalam kemasan yang sangat bervariasi, maka kita menggunakan susu sapi segar sebagai acuan. Susu sapi segar biasanya diperoleh dari peternakan terdekat. Tapi, lokasi peternakan umumnya tidak berada di daerah yang dekat dengan kota dan susu segar cenderung susah untuk diperoleh.

Rata-rata susu sapi segar memiliki kandungan air sebanyak 87% tergantung pada kondisi susu yang dihasilkan. Karbohidrat merupakan kandungan kedua terbanyak pada susu, sekitar 4.5% dari kandungan susu. Lemak adalah kandungan terbanyak ketiga pada susu. Lemak dapat ditemukan sekitar 3% di dalam susu sapi segar. Susu juga mengandung 2.8% protein di dalamnya. Sisa kandungan air susu sapi terdiri dari kalsium, asam amino, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, vitamin D, magnesium, karbohidrat, iodium, zat besi dan kandungan minor lainnya.

Karbohidrat pada susu

Karbohidrat merupakan ikatan karbon yang dapat difungsikan untuk sebagai sumber energi untuk tubuh. Karbohidrat utama dalam susu adalah laktosa. Laktosa merupakan molekul gula yang terbentuk dari dua molekul monosakarida(disakarida). Laktosa merupakan sumber kalori untuk tubuh dan lebih mudah diserap oleh tubuh setelah dipecah oleh enzim laktase menjadi glukosa dan galaktosa.

Lemak pada susu

Kandungan pada lemak dengan nilai rata-rata penelitian di angka 3%. Sebenarnya kandungan lemak pada susu berkisar antara 2 hingga 6%, hal ini tergantung dari sampel susu yang diuji. Lemak susu terdiri dari trigliserida yang tersusun dari sebuah gliserol dan tiga molekul asam lemak disertai ikatan ester.

Protein pada susu

Protein pada susu terdiri dari kasein dan whey protein. Kasein mengandung asam amino yang diperlukan oleh tubuh. Whey protein merupakan protein yang bersifat butiran. Whey protein juga sangat berguna bagi tubuh untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Kandungan susu sapi akan terdapat sedikit berbeda antara susu yang didapatkan dari sapi yang berbeda. Hal ini ditentukan oleh jenis sapi penghasil susu dan kondisi fisik serta kesehatan sapi tersebut.