Saham merupakan salah satu bentuk investasi yang fluktuatif nilainya. Setiap hari pemain saham rela duduk seharian hanya memandangi turun naiknya nilai saham. Hal ini dikarenakan nilai saham berubah-ubah setiap menit bahkan detik. Mereka mengincar saham tertentu pada level harga tertentu untuk dibeli atau dijual.

Kadang kala ada beberapa saham yang nilainya jatuh tajam dari puncak hingga ke nilai yang sangat rendah. Beberapa pemain saham mencoba mengambil langkah untuk mencoba peruntungan dengan membeli saham tersebut dan berharap saham tersebut akan naik kembali ke nilai yang lebih tinggi bahkan naik ke nilai awal.

Saham yang jatuh nilainya tentu ada penyebab. Banyak kejadian nilai saham jatuh tajam dikarenakan kinerja perusahaan tidak stabil. Investor saham yang merasa tidak akan mendapatkan keuntungan untuk menyimpan saham tersebut akan segera melepaskan saham mereka untuk dijual. Hanya saja tindakan penjualan secara besar-besaran membuat harga saham jatuh secara terus-terusan.

Beberapa alasan investor melepaskan saham yang telah mereka miliki antara lain: perusahaan mengalami kerugian, keuntungan perusahaan menurun banyak, perusahaan tidak memiliki program pengembangan yang baik, perusahaan menolak atau tidak membagikan dividen, perusahaan tidak berkembang, terdapat biaya yang tidak masuk akal di dalam perusahaan dan lain sebagainya. Hal ini tentunya membuat pemilik saham kecewa terhadap perusahaan tersebut. Mereka akan menjual saham milik mereka untuk membeli saham lain. Hal ini tentunya membuat harga perusahaan yang dijual tersebut menjadi turun tajam. Jumlah saham yang dimiliki oleh investor umumnya sangat banyak sehingga ketika mereka menjual saham, jumlah permintaan saham tidak akan cukup untuk membeli saham yang mereka miliki. Hasilnya harga saham turun tajam, hal ini ditambahkan beberapa trader saham yang ikut-ikutan menjual saham untuk melakukan stop loss.

Beberapa pemain saham yang tidak mengerti tentang keadaan perusahaan dan pandangan investor mencoba untuk menguji peruntungan. Mereka membeli sejumlah saham perusahaan tersebut untuk berharap harga saham tersebut naik kembali. Pada kenyataannya hanya sedikit pemain saham yang mendapatkan keuntungan dari membeli saham tersebut. Mereka mengalami kerugian karena harga saham terus menurun setelah mereka membeli saham tersebut. Hasil akhirnya, mereka harus menyimpan saham tersebut dalam waktu cukup lama hingga mereka mampu menjual saham tersebut dalam keadaan untung atau kembali ke harga awal.

“Jangan tangkap pisau jatuh”, istilah ini sering digunakan di antara pemain saham untuk berwaspada terhadap pembelian saham yang sedang jatuh tajam harganya. Bila Anda pemain saham, sebaiknya Anda tidak membeli saham yang sedang menjadi pisau jatuh. Hal ini akan sangat susah diprediksi mengenai kapan nilai saham tersebut akan naik kembali. Keadaan suatu saham yang nilainya jatuh sangat tajam akan cenderung menurun pada saat itu. Bila Anda berminat untuk membeli saham yang jatuh hingga harga yang sangat murah, sebaiknya Anda bersabar menunggu hingga nilai saham tersebut telah jatuh hingga dasar dan harga saham tersebut menjadi stabil. Hal ini akan cukup mencegah Anda menderita kerugian yang mendalam.