Gejala awal diabetes tidak terduga dapat dijumpai pada beberapa kasus diabetes tipe-2. Meskipun umumnya ada beberapa gejala yang khas, seperti buang air kecil terlampau sering atau tangan dan kaki yang sering mengalami kesemutan bahkan mati rasa. Apa saja gejala awal diabetes yang tidak terduga?

Gejala awal diabetes tang tidak terduga

Ada juga gejala awal diabetes yang tidak terduga, bahkan tidak terpikirkan bila hal tersebut berkaitan dengan penyakit kencing manis. Gejala yang tidak terduga tersebut, di antaranya: perubahan pada kulit, penglihatan menjadi lebih tajam dari sebelumnya, gatal yang tidak kunjung reda, pendengaran berkurang dan mendengkur lebih keras.

Perubahan pada kulit yang tidak biasa dapat menjadi pertanda awal dari kadar gula darah yang terlalu tinggi.

Kita perlu mewaspadai perubahan pada kulit yang tidak biasa. Perubahan pada kulit yang tidak biasa, di antaranya: warnanya menjadi gelap, bersisik di daerah lipatan terutama di bagian belakang leher, siku atau buku-buku jari. Padahal penderita diabetes mungkin cukup rajin melakukan perawatan, Perubahan pada kulit yang tidak biasa dapat menjadi pertanda awal dari kadar gula darah yang terlalu tinggi.

Kadar insulin yang tinggi mendorong pertumbuhan sel-sel kulit dan melanin. Pigmen dalam sel-sel kulit akhirnya akan menimbulkan bercak-bercak hitam.

Penglihatan menjadi lebih tajam tanpa sebab bisa jadi pertanda awal terkena diabetes mellitus.

Penglihatan menjadi lebih tajam tentunya merupakan berita baik namun sisi buruknya perubahan positif tanpa sebab ini bisa jadi pertanda awal terkena diabetes mellitus. Salah satu gejala diabettes mellitus tidak hanya mengalami penurunan kualitas penglihatan, namun juga dapat mengalami hal kebalikannya.

Diabettes Mellittus dapat menyebabkan kadar cairan dalam tubuh bergeser, termasuk di dalam mata yang dapat mengarahkan ke perubahan penglihatan menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk.

Gatal yang tidak kunjung reda merupakan gejala awal diabetes

Gatal yang tidak kunjung reda merupakan gejala awal diabetes. Penderita diabetes dapat mengalami rasa gatal yang tidak kunjung reda pada tangan, kaki, serta betis. Rasa gatal ini sulit diredakan dengan pemakaian pelembab kulit.

Diabetes dapat mengganggu sirkulasi darah sehingga dapat mengakibatkan kulit menjadi kering dan gatal.

Pendengaran berkurang menjadi peringatan awal diabetes

Pendengaran berkurang menjadi peringatan awal diabetes. Orang yang mengalami kadar gula darah di atas rata-rata normal memiliki resiko sebesar 30% mengalami kerusakan pendengaran dibanding dengan orang dengan kadar gula darah normal.

Diabetes memicu kerusakan pembuluh darah dan saraf telinga bagian dalam yang menyebabkan gangguan pendengaran.

Mendengkur lebih keras dapat menjadi pertanda kadar gula darah tinggi yang dapat menyebabkan diabetes.

Setengah dari penderita diabetes tipe-2 umumnya mengalami gangguan nafas saat tidur. Mereka mendengkur lebih keras dapat menjadi pertanda kadar gula darah tinggi dan dapat menyebabkan penyakit diabetes. Orang yang mendengkuran keras saat tidur dan mengalami rasa kantuk di siang hari merupakan gejala yang sangat mengindikasikan terserang penyakit diabetes.

Orang yang mengalami gangguan tidur yang umum, beresiko berkembang menjadi penyakit diabetes dalam 5 tahun ke depan. Mereka yang memiliki Kecenderungan mengalami gangguan pernafasan saat tidur akan memiliki resiko untuk melepaskan hormon stress di saat tidur yang dapat menaikkan kadar gula darah yang menyebabkan istirahat menjadi terganggu. Mereka akhirnya mengalami rasa kelelahan dan merasa ngantuk di siang hari.