Broker atau pialang saham penipuan sudah banyak menelan korban dari waktu ke waktu. Modus penipuan ini cukup mengkhawatirkan masyarakat. Konsumen yang berniat untuk berinvestasi mencari keuntungan malah berujung pada suatu kerugian besar. Hal ini dikarenakan masyarakat salah berinvestasi pada perusahaan yang tidak bertanggung jawab. Demi menyikapi kehadiran perusahaan penipuan ini, mari kita kenali ciri-ciri pialang indeks saham penipuan. Ini dia cara kenali broker penipu ulung yang selama ini merugikan sebagian masyarakat:

Ciri-ciri pialang indeks saham penipuan – cara kenali broker penipu

Mereka datang kepada konsumen selayaknya seorang sales. Mereka datang menemui calon korban dengan membawa sejumlah berkas dan berpakaian rapi. Mereka menawarkan sebuah peluang mencari keuntungan melalui investasi di pasar saham.

Mereka menunjukkan surat keresmian perusahaan

Salah satu faktor yang membuat masyarakat awam percaya kepada perusahaan mereka adalah surat ijin operasi dan surat legalitas mereka. Padahal masyarakat tidak memiliki pengetahuan mengenai perijian suatu perusahaan pialang atau broker saham. Biasanya masyarakat tidak menanyakan lebih lanjut mengenai masalah perijinan dan keresmian perusahaan setelah ditunjukkan berkas-berkas yang mereka bawa.

Mereka menawarkan sebuah investasi berjangka

Mereka memperkenalkan jual beli saham di pasar saham. Mereka menawarkan sebuah investasi berjangka dan jangka waktu investasi mereka sangat pendek. Waktu yang perlu diluangkan untuk menginvestasikan uang mereka hanya dalam waktu sehari atau bahkan hanya 1 jam.

Mereka hanya menawarkan satu jenis investasi pada Indeks

Mereka datang dan memperkenalkan sistem investasi. Mereka menitik beratkan investasi pada suatu saham tertentu atau hanya pada sebuah nilai indeks. Nilai indeks yang digunakan bisa saja nilai indeks saham Indonesia bahkan nilai indeks luar negeri(IHSG), seperti: Dow Jones, NASDAQ, NIKEI, FTSE, HKSE/HSI dan lain sebagainya. Biasanya mereka menggunakan sebuah nilai indeks dibandingkan pada sebuah saham yang spesifik, seperti: BBCA(bank BCA), BBNI(Bank BNI), LPKR(Lippo Karawaci, BIRD(Taxi Bluebird), SIDO(Sido Muncul) dan lain sebagainya.

Masyarakat tidak mengerti apa yang dimaksud dengan sebuah nilai indeks. Nilai indeks merupakan suatu nilai yang dihitung pada nilai saham pada sektor industri tertentu atau secara keseluruhan pada suatu negara. Nilai indeks tidak pernah diperdagangkan. Nilai indeks hanya merupakan suatu nilai acuan pada pergerakan nilai saham.

Investasi pada sebuah nilai saham atau nilai indeks yang harganya sama

Nilai yang diinvestasikan pada suatu saham atau indeks selalu sama tidak memandang harga saham atau nilai indeks. Jumlah uang yang diinvestasikan dihitung berdasarkan jumlah lot. Artinya harga investasi setiap satuan lot adalah sama. Misalnya:

1 lot indeks IHSG di angka 4255 adalah Rp. 1.000.000,-
1 lot indeks IHSG di angka 4520 adalah Rp. 1.000.000,-

1 lot saham BBCA di angka 10000 adalah Rp. 500.000,-
1 lot saham BBCA di angka 11025 adalah Rp. 500.000,-
2 lot saham BBCA di angka 13400 adalah Rp. 1.000.000,-

Jumlah uang yang diinvestasikan tidak berubah sesuai dengan nilai harga saham atau indeks. Jumlah investasi hanya ditentukan oleh jumlah lot.

Pada transaksi saham secara legal di bursa saham, nilai saham yang ditransaksikan selalu berdasarkan nilai saham pasar yang sebenarnya. Di Indonesia, 1 lot saham sama dengan 100 lembar saham mulai 6 januari 2014 yang sebelumnya 1 lot saham sama dengan 500 lembar.

Contoh perhitungannya:
1 lot(100 lembar) saham BBCA di angka 10000 adalah Rp. 1.000.000,-
1 lot(100 lembar) saham BBCA di angka 13400 adalah Rp. 1.340.000,-

Nilai Investasi Kurang dari 1 lot

Nilai minimum saham yang dapat ditransaksikan secara resmi adalah 1 lot. Beberapa perusahaan yang tidak jelas asal usulnya ini menawarkan jumlah pembelian saham atau indeks kurang dari 1 lot. Sebagai contoh mereka menawarkan jumlah pembelian 0.1 lot dan berlaku kelipatannya.

Nilai saham atau indeks tidak sesuai dengan harga aktual

Transaksi jual beli saham secara resmi sesuai dengan nilai aktual di pasar. Pada prakteknya mereka memperjual belikan nilai saham atau indeks tidak sesuai dengan harga pasar. Mereka menyesuaikan sedikit nilai indeks atau saham yang diperjual belikan. Biasanya selisih angka ini tidak diberitahukan kepada konsumen tapi pada saat bertransaksi mereka setting harga tanpa sepengetahuan konsumen. Mereka setting harga beli konsumen menjadi lebih tinggi dan harga jual kembali lebih rendah.

keuntungan dan kerugian dihitung berdasarkan jumlah perbedaan angka dikalikan leverage

Sebenarnya dunia investasi saham tidak mengenal kata leverage. Namun, pada investasi berjangka ini, mereka menawarkan nilai leverage. Mereka menentukan nilai leverage masing-masing dan nilai ini tidak mempunyai hitungan secara rasional.

Nilai keuntungan dan kerugian investasi sangat besar

Pergerakan nilai keuntungan dan kerugian investasi saham tidak terlalu jauh dari pergerakan nilai saham tersebut. Namun dengan adanya sistem leverage pada investasi penipuan, tingkat keuntungan atau kerugian investasi saham jangka pendek akan menjadi sangat besar. Bahkan banyak korban yang uangnya habis karena faktor leverage ini.

Pergerakan nilai saham sebesar 1.1% hingga 1.2% dapat menghasilkan keuntungan sebesar 39.4% atau kerugian sebesar 59.4%. Sedangkan pada investasi saham resmi tingkat keuntungan hanya 0.6% dan kerugian hanya 1.6%

Ketika pergerakan nilai saham sebesar 3%, investasi penipuan ini dapat menghasilkan keuntungan 123% atau kerugian 143%. Sedangkan investasi saham resmi hanya menghasilkan keuntungan sebesar 2.69% atau kerugian 3.59%.

Anda dapat melihat contoh perhitungan detilnya pada halaman

Contoh Perhitungan Rugi Laba Investasi Saham Resmi Dan Penipuan 1.1%

Perhitungan Rugi Laba Investasi Saham Resmi Dan Penipuan Pergerakan 3%

Tingkat kerugian mendalam ini membuat uang korban habis dalam sekejap. Korban yang tertipu itu akhirnya harus pulang dengan tangan kosong bahkan masih berhutang kepada perusahaan karena tidak dapat membayar kerugian.

Transaksi harus diselesaikan dalam waktu 1 hari

Saham atau indeks yang sudah dibeli harus dijual pada hari yang sama. Mereka mewajibkan hal itu agar korban tetap harus menjual saham dalam keadaan rugi. Hal itu juga digunakan untuk membatasi tingkat keuntungan dari investor. Peraturan licik tersebut digunakan untuk memakan uang masyarakat awam.

Padahal saham adalah suatu hak yang telah dibeli dan pemilik saham tidak wajib menjual kembali haknya. Lagipula, investasi saham di perusahaan penipu tidak pernah direalisasikan ke dalam saham fisik yang artinya pembeli saham tidak pernah memiliki saham atau hak atas suatu perusahaan.

Saham atau indeks yang disimpan lebih dari 1 hari akan dikenakan biaya inap

Beberapa perusahaan penipu memberikan kesempatan kepada korban untuk menyimpan saham ke hari transaksi berikutnya. Tapi mereka mengenakan biaya simpan atau biaya inap yang dinamakan overnight charge atau overnight fee. Biaya ini tidak pernah ada secara resmi di dunia investasi saham. Lagi-lagi biaya ini diciptakan untuk memakan uang korban.

Hati-hatilah sebelum berinvestasi. Anda harus yakin bahwa perusahaan yang Anda gunakan sebagai pialang/broker saham adalah perusahaan resmi yang benar-benar menginvestasikan uang Anda. Anda harus meneliti latar belakang perusahaan dan cara kerja jual beli saham terlebih dahulu.

Baca juga informasi berikut ini:
Cara Pialang Saham Penipuan Imingi Korban – Broker Meyakinkan Korban
Investasi Di Pialang Saham Penipuan – Broker Penipu – Bahaya
Cara Pialang Saham Penipuan Makan Uang Korban – Aksi Broker Nakal