Lingkungan di sekitar kita selalu ada kuman yang membawa penyakit tanpa kita sadari. Keberadaan kuman penyakit tidak terlihat oleh mata sehingga sangat susah bagi kita untuk menjauhinya. Penyakit pernapasan seperti: flu, batuk dan pilek merupakan penyakit yang sering terjadi. Kita tidak selalu bisa sehat walaupun sudah melakukan segala cara untuk mencegah datangnya penyakit. Salah satu cara pengobatan yang cukup efektif untuk membantu kesembuhan penyakit pernapasan ini adalah terapi uap panas. Terapi uap panas yang selama ini kita ketahui adalah menggunakan alat bantu terapi pernapasan yang bernama nebulizer atau alat inhalasi. Tapi sebenarnya ada cara terapi uap panas yang mudah dilakukan tanpa harus menggunakan alat bantu.

Alat bantu terapi pernapasan tergolong mahal

Penggunaan alat bantu terapi pernapasan yang dinamakan nebulizer memang cukup mudah. Namun, harga alat tersebut yang berkisar antara 500.000 ribu hingga 1 juta rupiah tergolong mahal bagi sebagian masyarakat. Apalagi bila alat yang telah dibeli tersebut ternyata akan jarang digunakan atau tidak cocok dengan pemakai. Hal tersebut membuat banyak masyarakat mengurungkan niat untuk membelinya.

Sebenarnya banyak cara terapi uap panas yang mudah untuk dilakukan di rumah

Banyak masyarakat cenderung mencari cara alternatif untuk melakukan terapi uap dan ternyata ada beberapa cara untuk melakukan terapi ini. Cara untuk melakukan terapi ini tidak susah dan tidak perlu menggunakan alat khusus. Coba simak cara terapi uap panas yang mudah dilakukan seperti berikut ini:

Cara terapi uap panas menggunakan air panas dan baskom

Cara terapi uap panas menggunakana air panas dan baskom adalah cara warisan nenek moyang. Cara ini merupakan cara tradisional dan semua alat yang dibutuhkan terdapat di dalam rumah. Air panas dapat dimasak sendiri menggunakan panci atau alat masak lain. Air panas kemudian dapat ditempatkan pada sebuah baskom. Uap air panas yang keluar dapat dimanfaatkan untuk dihirup.

Manfaatkan teko listrik yang ada

Tidak semua orang mempunyai teko listrik, jadi cara ini hanya berlaku bagi yang memiliki teko listrik. Cara yang satu ini lebih modern dibandingkan yang sebelumnya. Caranya mirip dengan cara sebelumnya hanya saja uap air panas langsung dapat dihirup melalui teko.

Penggunaan cara ini harus berhati-hati karena air cepat panas dan mendidih. Uap air terlalu panas dapat berbahaya terhadap kulit dan saluran pernapasan. Anda yang menggunakan cara ini harus mencoba suhu uap terlebih dahulu dengan tangan. Bila terlalu panas bisa tambahkan air untuk menurunkan suhu. Ketinggian air harus selalu berada di atas pemanas agar pemanas air tidak mengalami kerusakan. Jangan lupa untuk matikan pemanas air sebelum digunakan untuk menghirup uapnya.

Cara terapi uap panas di kamar mandi

Buat orang yang suka mandi air panas dan Me Time berlama-lama di kamar mandi, cara ini adalah solusi yang baik. Sediakan seember air panas di kamar mandi sembari Anda mandi atau berendam. Uap air akan terkumpul di dalam ruangan kamar mandi dan Anda dapat menghirup uap air tanpa harus mendekatkan diri kepada sumber uap air. Air panas dapat ditambahkan apabila uap air kurang banyak di dalam ruangan.

Jangan lupa untuk mematikan exhaust fan pada kamar mandi agar uap air tidak terbuang ke luar ruangan.

Penggunaan Masker Mempunyai Efek Terapi Uap Panas

Masker merupakan salah satu terapi uap yang tidak disadari oleh masyarakat. Harga masker juga murah meriah dibandingkan harus membeli alat terapi khusus dan dapat diperoleh di toko terdekat. Masker juga dapat melindungi saluran pernapasan dari debu.

Setiap kita bernafas, kita akan mengeluarkan uap air dari saluran hidung dan disertai panas tubuh. Pada saat kita menggunakan masker, sebagian uap panas yang kita hembuskan akan tetap berada di antara rongga masker dan wajah kita. Uap panas ini kemudian akan terhirup ketika menarik nafas.

Cara ini merupakan cara termudah dan termurah karena kita tidak harus membuat air panas menggunakan bahan bakar maupun listrik. Kita juga dapat mengenakan masker pada saat kita kerja atau di mana saja.

Anda juga dapat memanfaatkan sapu tangan atau handuk bila tidak memiliki masker. Hanya saja penggunaan sapu tangan atau handuk tidak semudah dan sepraktis penggunaan masker.