Kini banyak beredar broker atau pialang saham penipuan yang mengajak masyarakat berinvestasi. Mereka menyatakan bahwa mereka akan menunjukkan cara kepada masyarakat untuk berinvestasi melalui pasar saham. Mereka sering menyatakan bahwa investasi saham berpeluang untuk mendapatkan penghasilan besar. Namun, mereka tentunya tidak hanya semata-mata memperkaya konsumen mereka. Mereka pasti akan mencari keuntungan melalui konsumen mereka. Cara Pialang Saham Penipuan Makan Uang Korban:

Cara Pialang Saham Penipuan Makan Uang Korban – Aksi Broker Nakal

Mereka menawarkan sebuah peluang untuk mendapatkan penghasilan besar melalui investasi saham. Sebenarnya mereka tidak pernah memberikan janji untuk memperkaya konsumen mereka. Mereka juga sering tidak mau membicarakan hal-hal yang merugikan terhadap konsumen mereka. Mereka membuat seolah-olah cara mencari penghasilan melalui pasar saham terlihat sangat mudah. Namun, pada kenyataannya transaksi jual beli saham tidak selalu membawa keuntungan. Apalagi ditambahkan segala cara yang diterapkan pialang penipu untuk menelan uang korban.

Konsumen Dibebankan biaya transaksi yang sangat tinggi

Setiap transaksi jual atau beli saham, konsumen harus membayar biaya transaksi yang sangat tinggi. Biaya transaksi biayanya dikenakan dalam bentuk tarif tetap yang tinggi atau tarif dalam bentuk persentase yang cukup besar, sekitar 1% hingga 2% dari total nilai transaksi. Tarif yang ditetapkan biasanya jauh lebih besar dibandingkan tarif resmi yang berkisar antara 0.45% hingga 0.5%. Mereka menentukan tarif yang nilainya tidak rasional dan korban harus membayar lebih banyak.

Selisih nilai jual dan beli lebih jauh dibandingkan harga pasar

Harga saham seharusnya mengacu pada nilai aktual pasar. Mereka memperjual belikan nilai saham kepada konsumen dengan nilai yang sudah disesuaikan terlebih dahulu. Akhirnya konsumen harus berharap saham bergerak naik lebih jauh untuk mendapatkan keuntungan dari sebuah transaksi.

Korban dipaksa untuk menjual saham mereka di hari yang sama

Korban yang sudah membeli saham harus menjual kembali saham mereka pada hari yang sama. Saham mereka harus dijual kembali walaupun dalam keadaan rugi. Akhirnya mereka menderita kerugian yang mendalam ketika mereka harus menjual saham dalam keadaan rugi ditambahkan dengan nilai saham sudah dikatrol dan biaya transaksi yang tinggi.

Korban yang tidak menjual saham di hari yang sama akan dikenakan biaya lagi

Perusahaan serigala berbulu domba ini lagi-lagi memasang perangkap. Apabila korban tidak menjual saham mereka di hari yang sama, mereka akan mengenakan biaya “rawat inap” yang disebut dengan overnight charge atau overnight fee. Biaya ini tidak pernah ada di dunia pasar saham legal. Saham yang sudah dibeli adalah milik konsumen selama tidak dijual kembali. Namun, mereka memanfaatkan ketidak tahuan konsumen awam mereka, mereka mengenakan biaya yang sangat berat yang disebut dengan overnight charge.

Mereka sengaja setting segala kondisi yang membuat uang korban akan mudah ditelan oleh perusahaan. Mereka sebenarnya tidak menginvestasikan uang korban ke dalam saham. Korban hanya berjudi angka dengan perusahaan bandar yang berkedok sebagai perusahaan pialang atau broker saham.

Baca juga artikel berikut ini:
Cara Pialang Saham Penipuan Imingi Korban – Broker Meyakinkan Korban
Investasi Di Pialang Saham Penipuan – Broker Penipu – Bahaya
Ciri-ciri Pialang Index Saham Penipuan – Cara Kenali Broker Penipu