Secara umum, masyarakat mengenal penyakit hepatitis dengan sebutan penyakit kuning. Penyakit ini dinamakan demikian karena penyakit ini identik dengan warna kuning yang terdapat pada kuku, kulit atau bagian putih bola mata penderita. Hal tersebut merupakan salah satu gejala dari penyakit hepatitis yang terlihat dari mata secara langsung. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak, remaja atau dewasa yang daya tahan tubuhnya sedang menurun. Virus penyakit hepatitis akan menyebabkan kerusakan sel-sel dan organ-organ hati bahkan dapat menyebabkan kanker hati. Oleh karena itu, kita harus menghidari terkena penyakit hepatitis B dan diperlukan cara pencegahan penyakit hepatitis B.

Penyakit hepatitis dapat disebabkan oleh jamur, kuman(sifilis, tbc), parasit(malaria, amuba) atau virus terutama. Penyakit hepatitis dibedakan, yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, hepatitis E, hepatitis F dan hepatitis G. Sebagian besar penyakit ini berasal dari virus dan termasuk jenis penyakit menular. Berikut ini adalah cara pencegahan hepatitis B secara umum:

Hepatitis B dapat menular lewat hubungan badan

Hindari kontak intim atau hubungan badan dengan penderita hepatitis. Hindari kontak dengan cairan tubuh, seperti air liur, air ludah dan sperma.

Pemakaian alat suntik secara bersama dapat menularkan Hepatitis B

Hindari pemakaian alat suntik yang telah dipakai atau tidak steril(yang sudah dipakai sebelumnya). Alat suntik yang tidak steril untuk penggunaan tatto, alat tindik, narkoba, pengobatan atau lainnya berkemungkinan menularkan virus penyebab Hepatitis.

Ibu hamil wajib melakukan skrining

Skrining perlu dilakukan oleh ibu hamil pada saat awal kehamilan dan setelah memasuki trisemester kehamilan.

Lakukan imunisasi untuk mencegah penyakit Hepatitis

Pencegahan terhadap penyakit hepatitis B secara khusus adalah dengan melakukan imunisasi secara aktif. Imunisasi secara aktif dapat dilakukan pada anak yang baru lahir dan pada kelompok yang memiliki resiko tinggi tertular hepatitis. Berikut ini adalah kelompok yang beresiko tinggi terkena hepatitis B:
– Bayi yang baru lahir kurang lebih dua belas jam setelah waktu kelahirannya.
– Anak-anak atau remaja yang belum mendapat vaksin hepatitis.
– Pasien yang mendapatkan pengobatan dengan cara cuci darah.
– PSK, kaum heteroseksual, gay dengan penderita hepatitis B.
– Tenaga medis: perawat, dokter, tenaga laboratorium beserta petugas di rumah sakit.

Tindakan pencegahan penyakit hepatitis B melalui kebiasaan sehari-hari

Di samping melakukan cara pencegahan terhadap hepatitis B secara umum atau khusus tersebut, kita juga perlu menjaga daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh dapat menangkal serangan virus hepatitis B tersebut dengan tanpa kesadaran individu. Kebersihan tubuh perlu diutamakan untuk menghindari penularan penyakit hepatitis B, contohnya: selalu mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan pekerjaan, mandi setelah bepergian dan lain sebagainya.