Wabah penyakit demam berdarah dengue yang dikenal dengan singkatan DBD selalu menyerang masyarakat dunia setiap tahun. Penyakit DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dari individu yang satu ke individu yang lain. Penyakit DBD sudah menjangkit dunia ini setelah puluhan tahun dan penyakit DBD tidak pernah terselesaikan. Salah satu faktor utama yang mengakibatkan penyakit DBD tidak terselesaikan setelah berpuluh-puluh tahun lamanya adalah keberadaan populasi nyamuk Aedes Aegypty di tengah masyarakat. Selain penyakit DBD, menurut penelitian terbaru, nyamuk aedes aegypti juga dapat membawa penyakit chikungunya, demam kuning dan penyakit virus zika. Kini penyakit virus zika sangat ditakuti oleh masyarakat karena penyakit ini belum dapat disembuhkan menggunakan teknik pengobatan yang ada. Kedua penyakit yang berbahaya ini ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Berikut ini adalah cara mengenali nyamuk Aedes Aegypti sebagai pembawa virus dengue dan virus zika:

Cara mengenali nyamuk aedes aegypti – DBD – zika

Nyamuk Aedes Aegypti merupakan salah satu species nyamuk. Jenis nyamuk yang satu ini memiliki ciri khusus yang membedakan species ini dengan species nyamuk yang lainnya.

Ciri-ciri fisik nyamuk aedes aegypti

Ukuran badan nyamuk aedes aegypti dewasa tidak jauh berbeda dengan nyamuk jenis lainnya. Ukuran nyamuk betina lebih besar dibandingkan ukuran nyamuk jantan. Ukuran fisik nyamuk betina lebih besar karena dipersiapkan untuk melakukan perkembangbiakan.

Salah satu ciri yang mudah diperhatikan adalah tekstur kulit nyamuk ini terdapat bercak-bercak putih. Ukuran nyamuk yang tergolong kecil untuk manusia membuat bercak putih tersebut terlihat seperti bintik-bintik putih.

Bintik-bintik putih yang terdapat pada nyamuk aedes ini bila dilihat menggunakan kaca pembesar, akan terlihat seperti bercak-bercak di bagian punggung hingga bagian kepala. Bagian perut berwarna gelap polos tanpa bercak-bercak putih. Setiap lipatan kaki juga terdapat bintik putih atau strip putih. Ciri-ciri tekstur pada badan nyamuk aedes membedakan nyamuk ini dengan nyamuk lainnya.

Waktu dan aktifitas nyamuk aedes

Setiap nyamuk mempunyai waktu aktifitas yang berbeda-beda. Nyamuk Aedes Aegypti mempunyai waktu aktifitas yang berbeda dengan nyamuk lainnya. Nyamuk ini beraktifitas antara jam 8 pagi hingga jam 1 siang. Tapi, hal ini tidak menghapus kemungkinan untuk digigit oleh nyamuk aedes aegypti di luar jam aktifitas nyamuk.

Pada saat beraktifitas nyamuk aedes mencari makanan berupa darah hewan dan manusia. Darah tidak digunakan sebagai makanan tapi dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk pembentukan telur. Dalam hal ini, hanya nyamuk betina yang membutuhkan darah dan nyamuk betina yang menularkan penyakit. Nyamuk jantan tidak membutuhkan darah sehingga tidak menggigit manusia.

Tempat perkembangbiakan nyamuk aedes

Nyamuk aedes berkembang biak pada genangan air. Nyamuk aedes cenderung mencari genangan air hujan atau genangan air bersih, contohnya: penampungan air hujan, bak mandi, genangan air hujan dan lain sebagainya. Nyamuk sangat jarang ditemukan berkembang biak di genangan air yang kotor. Jenis nyamuk ini lebih suka bersembuyi di antara tumpukan barang, kolong meja dan lemari.