Setiap orang tua mengajarkan anaknya menabung, baik menabung pada celengan atau tabungan di bank. Hal tersebut memang benar karena hidup harus hemat dan menyisihkan uang untuk digunakan pada masa depan.

Masyarakat umum lebih memilih untuk menabungkannya dalam bentuk rekening tabungan di dalam bank karena mereka menikmati penghasilan dalam bentuk bunga. Tabungan dalam bentuk uang tunai memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menutupi segala kebutuhan yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Tabungan dalam bentuk uang tunai mengalami penurunan nilai tukar dari waktu ke waktu karena proses inflasi. Bunga deposito yang diberikan oleh bank kita anggap 7% per tahun dan nilai inflasi adalah sebesar 8% per tahun. Nilai inflasi selalu lebih besar daripada bunga deposito pada bank. Bila kita hitung selisih angka tersebut adalah sekitar 1% tapi pada kenyataannya penghasilan bunga dari tabungan deposito kita akan dipotong pajak penghasilan sebesar 20% dari 7% tersebut hasilnya kita hanya mendapatkan bunga 5.6% per tahun. Setelah kita hitung kembali selisih nilai inflasi dengan bunga yang kita peroleh adalah (8% – 5.6%) adalah 2.4%. Setiap tahun uang tabungan kita akan menyusut nilainya sekitar 2.4%. Oleh karena itu, menabung uang yang banyak di dalam tabungan bukan suatu pilihan yang baik.

Kita perlu cermat untuk menabung uang kita. Kita harus melakukan sesuatu agar uang yang kita miliki dapat berkembang lebih cepat dan melebihi nilai inflasi tentunya. Ada banyak pilihan yang dapat kita lakukan terhadap uang yang kita miliki agar uang tersebut dapat berkembang mengikuti waktu. Berikut ini adalah cara menabung yang baik dalam bentuk investasi, antara lain:

Barang Dagangan
Bila Anda seorang pebisnis dalam memperdagangkan barang. Anda bisa membelanjakan uang Anda ke dalam bentuk barang dagangan. Barang dagangan mengalami inflasi yang artinya harga barang selalu naik dari waktu ke waktu. Namun Anda harus cermat untuk memilih barang dagangan yang ingin Anda investasikan, Anda harus memilih barang yang tidak mudah rusak, harga barang tersebut cenderung naik dari waktu ke waktu dan bisa dengan cepat untuk dijual kembali.

Emas
Emas merupakan suatu komoditas langka dan jumlahnya terbatas di dunia ini. Nilai emas di pasaran memang tidak stabil namun nilai emas bila dilihat grafik harganya dari tahun ke tahun harganya selalu naik. Emas menjadi salah satu pilihan investasi yang baik karena emas mudah dijual kembali.

Properti
Nilai properti di dunia ini selalu bergerak naik. Secara statistik, perkembangan nilai properti berada di sekitar 20% setiap tahunnya. Nilai yang menakjubkan untuk dijadikan sebagai pilihan investasi. Mengenai investasi properti Anda perlu memantau perkembangan harga pasaran di suatu daerah. Anda dapat membeli properti dengan harga lebih murah di pasar lelang atau melalui penjual yang membutuhkan uang. Harga properti cenderung naik dari waktu ke waktu tapi terkadang butuh waktu yang panjang untuk menjual kembali properti yang Anda miliki.

Bisnis
Bisnis merupakan suatu investasi jangka panjang. Anda dapat membangun sebuah bisnis dengan kemampuan Anda sendiri atau membeli suatu bisnis waralaba. Anda harus memperhitungkan kesempatan bisnis yang ingin Anda miliki dan nilai pengembalian investasi Anda tersebut. Bila Anda memiliki modal berlebih, Anda dapat membeli properti untuk menjalankan bisnis Anda tersebut. Hal ini dapat mengurangi beban operasional bisnis Anda dan Anda juga mendapatkan keuntungan dari investasi properti tersebut.

Saham
Bila Anda tidak suka dengan investasi ke dalam bisnis. Anda juga bisa membeli saham bisnis lain melalui pasar saham. Anda harus cermat dalam memilih perusahaan yang ingin Anda beli sahamnya. Anda perlu mempelajari cara berhitung nilai saham dan mengenai rencana bisnis perusahaan yang ingin Anda beli. Anda perlu mengetahui kewajaran nilai saham yang Anda beli agar Anda lebih mudah menjual saham yang Anda miliki dengan harga yang menguntungkan. Anda dapat menikmati selisih harga saham yang Anda beli dan pembagian hasil keuntungan kepada pemilik saham.

Menabung yang baik adalah investasi, namun setiap investasi memiliki resiko. Anda harus mempelajari terlebih dahulu segala resiko yang mungkin terjadi dan siap untuk menghadapi resiko tersebut. Anda disarankan untuk tidak menginvestasikan seluruh uang Anda karena Anda membutuhkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda.