Hingga saat ini speaker/loudspeaker alias pengeras suara masih dianggap berbeda dengan speaker yang digunakan untuk kebutuhan untuk dipasangkan pada CD/DVD player. Memang pada jaman dulu komputer agak sedikit cerewet bila dipasangkan dengan perangkat speaker biasa. Para era sebelum tahun 2010 mayoritas komputer masih menggunakan monitor CRT. Layar monitor CRT memang sensitif terhadap medan magnet yang dihasilkan oleh perangkat audio terutama unit speaker. Oleh karena itu, perangkat speaker aktif khusus komputer dilengkapi dengan magnetic shield untuk menjaga medan magnet keluar dari unit speaker aktif. Namun, kini layar monitor mayoritas komputer sudah menggunakan teknologi LCD atau LED yang tidak terpengaruh oleh medan magnet. Kita akan lebih leluasa memilih perangkat active speaker untuk dipasangkan dengan komputer kita. Berikut ini adalah cara memilih active speaker khusus komputer.

Cara memilih active speaker khusus komputer

Bila Anda masih menggunakan monitor CRT, Anda wajib memilih perangkat active speaker yang dilengkapi oleh magnetic shield. Bila Anda sudah menggunakan layar monitor terkini seperti LCD atau LED, Anda akan lebih bebas memilih perangkat active speaker untuk digunakan pada komputer Anda.

Kualitas suara yang dihasilkan perangkat audio biasa malah dapat dikatakan lebih bermutu dibandingkan kualitas suara yang dihasilkan oleh perangkat audio khusus komputer. Namun, semua itu akan kembali lagi ke harga perangkat yang dibandingkan. Perangkat yang lebih mahal biasanya menawarkan kualitas suara yang lebih baik tapi hal ini tidak selalu berlaku.

Ukuran fisik

Salah satu kendala kita untuk memilih perangkat active speaker adalah ukuran perangkat speaker tersebut. Pada situasi tertentu, seseorang harus menyesuaikan ukuran kotak speaker satelit dan kotak subwoofer agar bisa dipasangkan ke dalam meja komputer. Banyak juga orang membeli perangkat audio bukan dinilai dari kualitas suara yang dihasilkan tapi penampilan dari perangkat tersebut. Mereka cenderung lebih memperhatikan nilai estetika terhadap ruangan mereka.

Ukuran fisik kotak subwoofer juga ikut menentukan kualitas suara bass yang dihasilkan. Semakin besar ukuran kotak subwoofer akan menghasilkan frekuensi resonansi yang lebih rendah sehingga suara bass yang dihasilkan akan lebih baik. Namun, hal ini biasanya menjadi pertimbangan atas keterbatasan ruangan untuk menempatkan perangkat active speaker tersebut.

Kualitas suara treble

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas treble yang menyangkut suara penyanyi dan suara alat musik. Suara yang dihasilkan harus cukup jernih dan terasa enak di telinga. Bila Anda merasa suara yang dihasilkan perangkat tidak enak didengar atau suaranya terlalu kasar atau berisik walaupun dinyalakan dengan volume kecil maka sebaiknya Anda tidak menjatuhkan pilihan pada perangkat active speaker tersebut. Saya menyarankan Anda untuk memilih perangkat yang dapat menyajikan suara yang cukup enak pada volume yang pas untuk ukuran ruangan dan telinga Anda. Hampir semua perangkat Audio yang ditawarkan di pasaran akan menurun kualitas suaranya ketika dinyalakan pada volume yang kencang. Hal ini disebabkan oleh daya pada unit power supply dan amplifier yang terbatas.

Salah satu cara mengetahui stabilitas daya pada unit power supply adalah memperhatikan lampu power pada unit active speaker. Dentuman bass biasanya menguras tenaga power supply dan membuat tegangan menjadi tidak stabil. Hasilnya, lampu LED pada perangkat active speaker akan meredup ketika perangkat active speaker mengeluarkan suara bass. Pada saat tegangan yang disalurkan ke unit amplifier menjadi tidak stabil, kualitas suara treble akan menjadi kasar karena arus listrik yang dihasilkan ke perangkat speaker menjadi tidak stabil.

Suara treble sendiri memiliki beberapa karakteristik suara, seperti: mid tebal, treble basah, bright, flat dan soft. Karakteristik suara yang dihasilkan masing-masing perangkat akan berbeda, Anda harus menyesuaikan dengan selera Anda pribadi.

Kualitas suara bass

Suara bass merupakan suara getaran yang berfrekuensi rendah antara 20Hz hingga 200Hz. Rentan suara ini biasanya dihasilkan oleh perangkat subwoofer. Suara bass yang baik hanya dapat dihasilkan oleh perangkat active speaker yang dilengkapi dengan amplifier yang terhitung kuat tenaganya. Tenaga perangkat audio dihitung dalam satuan watt, biasanya nilai kekuatan amplifier tertera pada kotak atau buku manual pada produk.

Namun, saya tidak menyarankan Anda untuk memilih perangkat active speaker berdasarkan data yang tertera. Pada unit woofer yang baik akan mampu menghasilkan suara lebih baik dan lebih kuat dibandingkan unit woofer lainnya. Hal ini akan sangat memungkinkan woofer yang bertenaga 20 watt mampu mengalahkan woofer yang dipersenjatai dengan amplifier 40 watt. Oleh karena itu, saya ingatkan jangan menilai produk audio dari data yang ditampilkan. Hasilnya akan lebih baik bila Anda tes produk tersebut secara langsung.

Anda sebaiknya melakukan testing terhadap kualitas suara bass yang dihasilkan oleh perangkat. Karakteristik bass yang dihasilkan oleh masing-masing perangkat berbeda. Ada yang bisa menghasilkan suara ekstra low, boomy, ketat atau deep. Kualitas suara bass harus disesuaikan dengan masing-masing individu. Bila perangkat speaker lebih sering digunakan untuk mendengarkan musik, karakteristik bass ketat dan deep akan lebih cocok buat Anda. Bila Anda lebih suka menggunakan perangkat speaker untuk bermain game atau nonton film, karakteristik low dan boomy akan lebih cocok buat Anda.

Sejujurnya, banyak orang menentukan kualitas speaker melalui kualitas suara bass dibandingkan dengan kualitas suara treble. Namun, saya pribadi lebih menekankan Anda menitik beratkan pilihan Anda pada kualitas treble. Bila kualitas treble lebih baik, Anda akan merasa nyaman untuk menggunakan perangkat active speaker tersebut dalam jangka waktu yang lebih panjang. Bila kualitas suara treble yang dihasilkan kasar dan membuat Anda merasa tidak nyaman, perangkat active speaker yang Anda beli nanti malah akan lebih mudah memancing stress dan emosi Anda.

Efisiensi listrik

Salah satu faktor yang juga perlu diperhatikan adalah penggunaan tenaga listrik. Biasanya, perangkat active speaker bertenaga besar(di atas 100 watt RMS), perangkat active speaker akan menggunakan daya listrik yang lebih besar. Walaupun, dalam keadaan tidak mengeluarkan suara, perangkat audio tersebut juga akan menggunakan tenaga listrik yang terhitung besar tergantung nilai efisiensi dari perangkat tersebut.

Sebagai contoh: bila active speaker tersebut mampu menghasilkan daya 100 watt, ada kemungkinan unit power supply dan amplifier akan tetap menggunakan 10 watt listrik ketika dinyalakan walaupun speaker tersebut dalam keadaan tidak mengeluarkan suara.

Semua unit speaker mempunyai karakteristik tersendiri. Anda tidak bisa memiliki semua karakteristik itu kecuali Anda mau menggabung beberapa unit active speaker tersebut menjadi satu kesatuan dengan komputer Anda. Saya pribadi berpengalaman sekitar 20 tahun di dunia audio belum dapat menemukan sebuah perangkat audio yang sempurna. Salah satu kunci untuk memilih perangkat active speaker, Anda suka dengan suaranya dan harganya sesuai dengan ukuran kantong Anda.