Kini penyakit virus zika sudah menjangkit beberapa daerah. Banyak kasus penyakit virus zika terjadi salah identifikasi oleh tim medis yang menangani. Penyakit virus zika ternyata diidentifikasi sebagai penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan penyakit virus zika termasuk penyakit jenis baru dibandingkan penyakit demam berdarah yang sudah dikenal selama puluhan tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadi salah identifikasi pada penyakit virus zika adalah kemiripan gejala yang terjadi pada penyakit demam berdarah dan penyakit virus zika. Walaupun banyak persamaan pada gejala yang terjadi antara penyakit virus zika dan penyakit demam berdarah, kedua penyakit ini bisa dibedakan. Berikut ini adalah cara membedakan penyakit virus zika dengan DBD(Demam Berdarah Dengue).

Cara membedakan penyakit virus zika dengan DBD

Demam Berdarah Dengue yang lebih dikenal dengan singkatan DBD ini mempunyai ciri tersendiri dibandingkan penyakit virus zika. Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue akan mengakibatkan berkurangnya jumlah trombosit di dalam darah. Jumlah trombosit yang turun ini akan mengakibatkan pembuluh darah mudah pecah dan terjadi pendarahan. Hal ini yang menyebabkan penyakit ini disebut sebagai demam berdarah. Pada kasus penyakit virus zika, penderita tidak mengalami penurunan jumlah trombosit di dalam darah.

Pada semua kasus penyakit zika yang tercatat, penderita akan mengalami gejala mata merah. Penyebab mata merah oleh virus masih belum dapat dijelaskan secara medis. Namun, gejala ini akan mengindikasikan penderita sedang mengidap penyakit virus zika. Penyakit demam berdarah tidak memunculkan gejala mata merah.

Penyakit zika dan penyakit demam berdarah tidak memiliki obat khusus untuk mengobatinya. Namun pada kasus demam berdarah, penderita dijaga untuk melewati masa kritis dan antibodi di dalam tubuh akan bekerja melawan virus di dalam tubuh. Ketika antibodi sudah bekerja, virus akan dibasmi oleh sistem imun tubuh dan penderita demam berdarah akan sembuh sendiri. Pada kasus penyakit virus zika, hingga artikel ini ditulis belum ditemukan kasus di mana pasien sembuh dari penyakit ini. Antibodi di dalam tubuh tidak mampu melawan virus zika yang menjangkit tubuh seseorang. Penderita penyakit virus zika hanya berharap obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini dapat segera ditemukan.

Kedua jenis penyakit ini memiliki banyak persamaan

Kedua penyakit ini mempunyai banyak persamaan dari sisi gejala yang ditimbulkan. Penderita kedua penyakit ini akan mengalami panas tinggi. Pada kondisi panas yang tinggi, penderita juga akan mengalami sakit kepala. Tubuh penderita akan sangat mudah merasa lelah dan tidak dapat melakukan aktifitas berat. Otot tubuh yang mudah lelah juga akan merasakan nyeri otot.

Selain kesamaan gejala yang ditimbulkan oleh kedua penyakit ini. Ternyata kedua penyakit ini juga ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Keberadaan nyamuk ini menjadi penyebar virus antar manusia. Nyamuk ini akan membawa virus dari tubuh penderita menuju individu lain yang digigit.

Penyakit virus zika ini juga dikhawatirkan akan menjadi penyakit musiman bila tingkat populasi nyamuk tidak segera diatasi. Serangan kedua jenis penyakit ini sangat tergantung dengan jumlah populasi nyamuk aedes aegypti. Namun, serangan penyakit virus zika masih sangat ditakuti karena hingga saat ini belum ditemukan obat yang positif dapat mengobati penyakit ini. Oleh karena itu, jumlah populasi nyamuk aedes harus segera diatasi.

Baca juga informasi dari kami mengenai
Cara Pencegahan Serangan Penyakit Virus Zika

Asal Mula Virus Zika Dan Pengobatan

Cara Mengenali Nyamuk Aedes Aegypti