Cara Manajemen Toko Kelontong Yang Baik - Photo Credit Danumurthi Mahendra

Cara Manajemen Toko Kelontong Yang Baik

Toko kelontong merupakan salah satu bisnis yang marak di dalam masyarakat. Bisnis ini tergolong bisnis yang mudah dijalankan karena resiko kegagalan bisnis ini tergolong sangat rendah. Hampir semua produk yang dijual di toko kelontong adalah kebutuhan pokok sehingga jumlah permintaan akan tetap tinggi. Kebanyakan bisnis kelontong yang berjalan tidak memiliki manajemen yang baik. Mereka menjalankan bisnis ini dengan bantuan tenaga keluarga dan tidak mengaplikasikan teknik manajemen. Sebenarnya teknik manajemen yang baik dapat meningkatkan efisiensi operasional toko dan memungkinkan untuk menerapkan sistem delegasi. Kali ini Kami akan membahas tentang cara manajemen toko kelontong yang baik:

Cara manajemen toko kelontong yang baik

Walaupun sebuah toko kelontong dioperasikan secara tradisional, manajemen tetap dapat diterapkan. Teknik manajemen diterapkan agar operasional toko kelontong lebih mudah dilakukan.

Pencatatan arus kas

Perjalanan kas di dalam toko harus mempunyai suatu kejelasan. Keluar masuk kas yang tercatat memudahkan pemilik toko mengetahui faktor loss(kerugian) yang terjadi di dalam toko. Hal ini akan memudahkan operasional toko dan memungkinkan toko untuk didelegasi.

Orang yang bertugas untuk menerima kas pemasukan dari penjualan harus diberikan tanggung jawab untuk serah terima uang kas pada saat sebelum dan sesudah waktu bertugas.

Pencatatan penjualan

Biasanya pelayan di toko kelontong berbeda dengan orang yang bertugas untuk menerima uang pembayaran di dalam toko. Pelayan toko dapat diminta untuk mencatat penjualan yang mereka lakukan. Setiap penjualan per hari harus di rekap menjadi suatu jurnal penjualan harian. Hal ini akan memudahkan penelitian tentang penjualan yang terjadi di dalam toko.

Pencatatan penjualan juga sangat berguna meneliti barang yang lebih tinggi permintaannya sehingga ketersediaan stok harus dicukupkan untuk melayani permintaan. Jenis barang-barang tertentu yang tidak terlalu tinggi permintaannya dapat dikurangi jumlah stoknya. Alokasi modal sebaiknya dititik beratkan pada barang-barang yang lebih tinggi penjualannnya. Hal ini akan memudahkan alokasi modal yang lebih efisien ke dalam stok barang.

Perhitungan stok bulanan

Setiap usaha atau toko kelontong tidak dapat menghindari kehilangan stok atau kerugian material yang tidak terduga. Oleh karena itu, perhitungan stok bulanan harus tetap dilakukan. Stok barang yang hilang atau rusak harus dicatat dan diperhitungkan sebagai kerugian atau beban di dalam operasional toko.

Perhitungan stok sangat penting dilakukan agar toko dapat melakukan pengisian ulang stok yang sudah habis dan tidak tercatat. Hal ini akan menghindari kerugian apabila terjadi permintaan tanpa ketersediaan stok di dalam toko.

Organisasi stok toko

Barang yang dijual di dalam sebuah toko kelontong dapat dikatakan setengahnya adalah makanan. Stok barang penjualan yang berbentuk makanan memiliki batas waktu penggunaan atau tanggal kadaluarsa. Oleh karena itu, manajemen stok sangat diperlukan. Barang yang lebih dulu distok harus lebih dahulu dijual. Jumlah stok harus dijaga agar tidak menumpuk barang secara berlebihan di dalam toko atau gudang.

Organisasi penempatan stok barang

Pencatatan penempatan stok barang merupakan salah satu langkah manajemen yang sering ditinggalkan. Jika jumlah jenis barang di dalam toko sudah terlalu banyak dan ditambah dengan keterbatasan tempat penyimpanan barang, maka stok barang akan disusun dengan cara ditumpuk.

Pada bebarapa kasus, pemilik toko mengalami kerugian akibat menumpuk barang dan tidak memiliki pencatatan tentang tempat penempatan barang. Barang yang ditumpuk menjadi tidak terlihat sehingga barang yang berada di dalam tumpukan tidak terjual. Bila barang yang ditumpuk adalah makanan, maka barang tersebut sudah tidak layak dijual lagi karena sudah melewati masa penggunaan alias kadaluarsa.

Manajemen Modal, Hutang Dan Piutang

Setiap toko kelontong tidak terlepas dari masalah hutang dan piutang. Hutang dan piutang juga sangat berkaitan erat dengan modal usaha. Semua hutang dan piutang harus tercatat dengan sangat baik. Semua hutang dan piutang harus dicermati kembali agar toko tidak terlalu banyak berhutang dan tidak terlalu banyak memberikan piutang kepada pihak konsumen atau pihak ketiga.

Toko kelontong yang sehat sebaiknya tidak memberikan piutang kepada pihak konsumen karena berdasarkan statistik terdapat 60% konsumen tidak membayar hutang secara tuntas. Bila terpaksa harus memberikan piutang, kita harus memberikan suatu batasan piutang kepada tiap konsumen dan batas piutang total secara keseluruhan. Hal ini, dilakukan agar resiko piutang yang tidak tertagih terbatasi.

Beberapa supplier barang menawarkan kesempatan untuk berbelanja barang tanpa pembayaran di awal. Mereka memberikan tenggang waktu tertentu hingga tanggal jatuh tempo pembayaran. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk berbelanja barang dengan modal yang tipis. Namun, hutang tetap saja hutang dan harus dibayar ketika jatuh tempo. Oleh karena itu, perhitungan hutang harus sangat cermat bila modal usaha tidak terlalu banyak. Kita harus mampu menyediakan dana untuk membayar ketika tanggal jatuh tempo tiba. Sebaiknya nilai hutang dibatasi agar tidak menciptakan resiko hutang tidak terbayar.

Manajemen modal sangat penting pada saat usaha baru saja dimulai dengan modal yang ketat. Kita harus memperhatikan jumlah modal yang perlu disisihkan untuk menjalankan operasional di toko karena tanpa biaya operasional toko tidak bisa berjalan dengan baik.

Ringkasan Manajemen Toko Kelontong

Manajemen stok barang, arus kas, hutang, piutang dan penjualan sebaiknya diorganisir sejak dini. Hal ini akan memungkinkan pengendalian toko lebih mudah dan lebih efisien. Pencatatan penjualan dan stok barang memang merupakan suatu pekerjaan tambahan, namun usaha mengaplikasikan manajemen akan sangat berguna untuk masa depan toko terkait. Sebaiknya proses pengaplikasian manajemen di dalam toko kelontong juga dibantu menggunakan komputer. Hal ini akan jauh lebih memudahkan proses perhitungan dan pencatatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *