Ketersedian busana jadi ternyata tidak sesuai harapan pengguna. Sebagian orang mengalami kesulitan untuk menemukan pakaian jadi yang dijual di berbagai toko, hal ini timbul akibat ketidakcocokan dengan ukuran, warna, bentuk, bahan, desain atau berbagai alasan lain yang mungkin terjadi. Berbagai alasan akan ketidakpuasan yang terjadi membuat seseorang memutuskan untuk tidak memaksakan membeli busana yang akan dikenakan. Masyarakat yang mengalami kesulitan akan memanfaatkan desainer busana untuk mendapatkan busana untuk kebutuhan sehari-hari atau hanya untuk event khusus.

Event
Secara umum, masyarakat cenderung memanfaatkan jasa desainer busana untuk tampil berbeda pada saat menghadiri acara pesta pernikahan, pesta ulang tahun, reuni hingga ke acara resmi lainnya. Desainer Busana tidak jarang dituntut untuk merancang busana sesuai dengan tema acara. Hal ini memerlukan kreatifitas dari seorang desainer karena mayoritas pelanggan yang menggunakan jasa mereka berasal dari kalangan awam. Mereka juga tidak jarang menerima pesanan busana untuk seluruh anggota keluarga. Hal ini memaksa pelaku bisnis ini untuk menggunakan segala kemampuan seni mereka untuk mengkreasikan model busana yang cocok dengan ukuran dan bentuk badan setiap keluarga dan tentunya tetap berada di dalam tema acara.

Contoh Hasil Desain
Kualitas desain setiap pelaku bisnis tentunya berbeda-beda dan tidak memiliki standar yang jelas. Model busana yang trending setiap tahun selalu berubah-ubah, hal ini juga mengakibatkan pebisnis kesulitan untuk membuat suatu desain yang dapat dijadikan acuan. Mereka memilih untuk membuat beberapa contoh desain dalam bentuk busana untuk dijadikan pajangan. Contoh untuk pajangan ini pun dijual bila ada yang berminat karena mengingat model yang trending selalu berubah-ubah.

Online
Media cetak adalah sasaran utama dalam menerbitkan iklan. Namun menerbitkan iklan pada media cetak tentunya memerlukan dana yang besar. Pelaku bisnis desainer busana memilih untuk menjaring konsumen melalui media online. Berdasarkan data yang Kami terima, desainer pakaian lebih memilih untuk mencari pelanggan melalui forum dan media sosial dibandingkan melalui website pribadi. Mereka selalu mengabadikan setiap hasil rancangan dalam bentuk foto dan mengunggah ke media sosial, seperti: BBM dan facebook. Calon pelanggan maupun pelanggan lama yang telah menjadi follower dapat melihat hasil rancangan terbaru mereka. Mereka yang melakukan marketing secara online mendapatkan sumbangan pendapatan yang dapat dikatakan lumayan besar sekitar 20% hingga 30% dari total omzet.

Manual
Merancang pakaian termasuk kerajinan tangan karena mereka memproduksi busana dengan ukuran dan model sesuai dengan pesanan. Produksi tidak dapat dilakukan secara masal sehingga mereka harus melakukannya sendiri tanpa bantuan mesin jahit otomatis. Mereka sering mengerjakan hal-hal penting sendiri karena memerlukan keahlian khusus dan dibantu oleh beberapa pekerja untuk melakukan finishing. Waktu untuk menyelesaikan pesanan cukup panjang dan untuk menyelesaikan sebuah pakaian memerlukan waktu sekitar 2 minggu. Pekerjaan dimulai dari pengukuran, pembuatan pola, rancangan model hingga finishing. Waktu yang disebutkan ini tidak termasuk perubahan yang dilakukan oleh pelanggan di tengah pekerjaan atau setelah pakaian selesai dibuat. Semua proses pembuatan pakaian dilakukan dengan tenaga manusia dan mesin jahit listrik namun setiap pekerjaan harus ditangani secara manual.

Viral
Keberadaan desainer busana tidak seperti penjual makanan yang berada di pinggir jalan. Lokasi desainer busana bisa saja berada di dalam kawasan perkantoran atau perumahan. Mereka melakukan pemasangan iklan pada media cetak, namun hal ini kurang dapat diandalkan karena calon pelanggan hanya datang ketika iklan beredar. Oleh karena itu, mereka lebih mengandalkan referensi dari kerabat, keluarga, teman beserta pelanggan lama untuk mendatangkan pelanggan baru. Pelanggan yang telah mengetahui kualitas hasil desain akan memberikan rekomendasi berdasarkan pengalaman mereka. Selama menjalankan usaha merancang busana, mereka mengakui bahwa sebagian besar pelanggan mereka datang berkat viral marketing alias hasil referensi pelanggan terdahulu yang sudah merasa puas dengan hasil rancangan mereka.

Kebanjiran Order
Setelah melalui masa rintis selama 4 tahun untuk mencari pelanggan. Mereka yang kini telah mulai dikenal oleh masyarakat dan memasuki masa panen. Menurut pengalaman mereka, setiap tahun mereka harus melewati masa sepi pada bulan ramadhan. Di luar periode itu, mereka mengaku mengalami kebanjiran order. Setiap hari, penjualan mereka dapat mencapai omzet antara sebesar 4 juta hingga 20 juta perhari.