Kini banyak orang yang mencari bisnis untuk mencari penghasilan. Mereka percaya bahwa bisnis mampu menghasilkan lebih banyak dibandingkan berkarir. Tetapi dunia bisnis mengenal apa yang dinamakan resiko sedangkan dunia karir dapat dikatakan tidak memiliki resiko. Salah satu hal yang membuat bisnis menjadi beresiko adalah modal. Setiap bisnis harus didirikan menggunakan modal. Sebagian besar modal yang telah dikeluarkan untuk membangun bisnis tidak akan kembali bila bisnis tidak berhasil. Demi menyikapi resiko berbisnis ini, Kami mengangkat topik bisnis baru yang ramai dan mudah dilakukan sebaiknya dihindari.

Bisnis baru yang ramai dan mudah dilakukan sebaiknya dihindari

Banyak pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan sebuah bisnis. Sebelum kita memulai bisnis kita harus memperhitungkan jumlah modal yang harus dikeluarkan, biaya operasional sehari-hari, perkiraan keuntungan dan jumlah penjualan yang terjadi. Perhitungan seksama wajib dilakukan agar memperkecil resiko yang mungkin terjadi. Tapi ada beberapa bisnis yang tidak perlu dihindari bila kita tidak mempunyai strategi yang baik.

Bisnis yang ramai dan mudah dilakukan

Setiap orang dapat menilai suatu bisnis termasuk diri kita sendiri. Bila kita melihat suatu toko atau usaha yang ramai, hal itu akan mencuri perhatian kita. Calon pebisnis akan mencoba meneliti bisnis yang ramai dan mendirikan bisnis sejenis. Bila ternyata bisnis tersebut mudah dilakukan, tentunya tidak lama kemudian akan lahir banyak bisnis sejenis.

Kriteria bisnis yang mudah dilakukan

Bisnis yang mudah dilakukan berarti bisnis ini mudah ditiru dan mudah dilakukan oleh banyak orang. Orang akan cenderung melakukan apa yang menurut mereka mudah dilakukan. Mari kita lihat kriteria bisnis yang mudah dilakukan:
– Modal bisnis kecil
– Mudah mencari lokasi bisnis
– Tidak membutuhkan ruangan lokasi yang besar
– Tidak membutuhkan pengetahuan khusus

Bisnis ramai yang mudah dilakukan akan membuat bisnis menjadi menjamur

Bisnis yang memenuhi kritera mudah dilakukan pastinya akan dicari oleh banyak orang. Manusia mempunyai sifat dasar melakukan yang mudah dilakukan dan menjauhi yang susah dilakukan. Demikian pula pada dunia bisnis, orang akan cenderung melakukan bisnis yang mudah dijalankan. Semua orang akan berpikir untuk melakukannya dan alasan utamanya adalah mudah dilakukan.

Pada awalnya, sebuah bisnis baru lahir dan ternyata produk atau layanan mudah diterima oleh masyarakat. Bisnis tersebut pun didatangi oleh konsumen dalam jumlah besar. Hal ini menarik perhatian pebisnis dan ditambah bisnis tersebut mudah untuk dijalankan. Akhirnya bisnis serupa menjadi terlalu ramai oleh pelaku bisnis sejenis. Hal ini tentunya akan membuat pasaran menjadi jenuh dan terjadi persaingan berat antar pelaku bisnis. Hasil akhirnya bisnis menjadi tidak menguntungkan.

Bisnis yang mengalami booming tidak menjanjikan permintaan konsisten

Bila kita melihat sebuah bisnis yang baru berjalan dan ramai, hal ini tidak menandakan bahwa permintaan produk atau layanan dari bisnis tersebut akan berlangsung terus. Jenis produk dan layanan harus diteliti untuk menentukan konsistensi permintaan pasar.

Contoh Kasus Bisnis Yang Ramai dan Mudah Dijalankan

Dari dulu hingga saat ini sudah terjadi sangat banyak kasus bisnis ramai dan mudah dijalankan membuat pasaran menjadi jenuh dan akhirnya bisnis menjadi terhenti. Mari kita lihat contoh kasus yang terjadi di masyarakat:

– Warung Telepon
Pada tahun 1998 kebutuhan komunikasi meningkat dan beberapa warung telepon dipadati oleh konsumen. Hal ini tentu menarik perhatian masyarakat. Kemudahan pembukaan warung telepon membuat bisnis ini menjamur dan hampir setiap jalan terdapat beberapa warung telepon. Hal ini membuat persaingan bisnis menjadi terlalu ketat.

– WarNet(Warung Internet)
Pada tahun 1996, Internet sedang mengalami perkembangan pesat dan banyak masyarakat yang membutuhkan akses internet. Sebagian orang menggunakan internet sebagai hanya untuk kebutuhan entertainment. Permintaan pasar yang meningkat akhirnya banyak pelaku bisnis yang melakukan bisnis yang sama. Setelah keberadaan warnet semakin padat, pelaku bisnis ini mulai membanting harga untuk merebut pelanggan. Akhirnya keuntungan bisnis ini menjadi menipis.

– Ikan Lohan
Sekitar tahun 1995, ikan lohan sempat menjadi tren dan harga menlonjak tinggi. Pada saat itu banyak orang berlomba-lomba memelihara ikan lohan dan berharap ikan yang dipelihara tumbuh besar dan berwarna menarik serta bertekstur unik. Trend ikan lohan tidak berlangsung lama setelah pasar menjadi jenuh.

– Batu Akik
Pada tahun 2013, batu cantik yang berasal dari tanah air Indonesia dijual secara besar-besaran di dalam pasaran. Harga batu akik menjadi sangat tinggi dan membuat banyak pelaku bisnis yang mengeluti bisnis ini. Namun, bisnis ini juga menjadi jenuh setelah menjadi tren selama 3 tahun.

– Juice dan bubble drink
Pada tahun 2005, bisnis juice dan bubble drink menjadi salah satu minuman tren anak muda. Minuman ini awalnya ditawarkan oleh kedai khusus penjual minuman. Ternyata minuman jenis ini sangat laris. Pada akhirnya semua kios makanan ikut menjual minuman ini dan pasar menjadi jenuh karena permintaan tidak cukup besar.

– Warung dan Mini Market
Warung penjual sembako dan mini market kini semakin menjamur karena kemudahan pembukaan gerai. Banyak mini market dibuka hanya dengan bermodalkan dana dan lokasi kemudian perusahaan waralaba akan mengatur semua kegiatan pendirian gerai dan operasional gerai. Namun, kemudahan pembukaan gerai membuat setiap jalan sudah dipenuhi oleh gerai minimarket. Terkadang terdapat beberapa gerai minimarket di lokasi yang sama. Hal ini tentunya membuat persaingan bisnis semakin sengit. Hanya saja sisi positif dari warung sembako dan mini market adalah produk yang dijual merupakan kebutuhan pokok semua orang. Namun, pasar dan keuntungan bisnis menjadi terbagi ke banyak pelaku bisnis.