Nilai saham selalu berfluktuasi dan banyak orang mengambil kesempatan dari pergerakan harga saham ini. Mereka berharap membeli saham dengan harga tertentu dan kemudian mereka berharap bisa menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi. Pada kenyataannya pergerakan harga saham tidak selalu pasti, kita tidak bisa menebak seberapa tinggi suatu nilai saham akan naik dan berapa rendah nilai saham akan turun. Bila kita salah mengambil keputusan dan harga saham turun, pertanyaannya apakah saham merugi boleh disimpan atau harus langsung dijual?

Apakah saham merugi boleh disimpan atau harus langsung dijual?

Hal ini tentunya akan kembali lagi mengenai cara kita bermain saham. Ada orang yang bermain saham dengan cepat, mereka harus memutar uangnya dengan cepat. Ada orang yang ingin berinvestasi jangka panjang pada saham, mereka tidak mengincar perputaran cepat tapi penghasilan banyak. Hal ini akan ditentukan oleh cara Anda bermain saham.

Bermain saham dengan cepat

Permainan saham dengan cepat biasanya disebut sebagai trading. Bila Anda ingin bermain saham dengan cepat selayaknya seorang trader. Anda harus berdisiplin pada aturan yang telah Anda tetapkan sebelumnya. Bila Anda telah menetapkan aturan permainan Anda untuk menjual ketika rugi mencapai 5% maka Anda harus disiplin untuk menjual ketika Anda sudah merugi 5%. Bila Anda tidak disiplin mengikuti aturan maka Anda berkemungkinan menderita rugi lebih banyak lagi.

Akan tetapi hal ini dipengaruhi juga oleh faktor keberuntungan. Ada orang tertentu yang tidak disiplin pada aturan yang mereka tetapkan malah menghasilkan keuntungan lebih banyak.

Bermain saham dengan cara investasi

Seorang investor membeli saham untuk berinvestasi pada suatu perusahaan. Ketika mereka melihat keadaan suatu perusahaan menguntungkan dan harga saham murah secara fundamental, mereka akan membeli untuk menyimpannya. Mereka tidak peduli dengan pergerakan harga saham. Mereka tidak akan menjual saham yang mereka miliki walaupun harga saham yang telah mereka beli ternyata turun atau rugi.

Cara permainan saham mereka sangat lambat. Mereka adalah tukang koleksi saham dan mereka akan membeli sebanyak-banyaknya saham yang mereka prediksi akan menguntungkan di masa mendatang. Bila harga saham turun mereka justru akan membeli lebih banyak lagi untuk disimpan. Mereka akan menjual ketika mereka memprediksi perkembangan perusahaan tersebut akan melambat atau sudah di ambang batas. Pada saat itu mereka akan menjual saham yang mereka miliki.