Definisi Inflasi adalah proses mengecilnya nilai tukar uang terhadap barang. Nilai uang mengecil karena suatu proses perputaran penggunaan uang tersebut. Nilai tukar uang mengecil artinya seseorang harus menggunakan jumlah uang yang lebih banyak untuk memperoleh sejumlah barang yang sama. Contohnya:
Pada tahun 1920 1kg ayam hanya seharga Rp. 1,-
Tahun lalu 1kg ayam seharga Rp.26.000,-
Tahun ini 1kg ayam seharga Rp. 28.000,-
Tahun depan kemungkinan 1kg ayam akan di hargai Rp. 30,000,-

Masyarakat sebenarnya sadar bahwa inflasi terjadi hanya saja mereka tidak mengenal kata inflasi. Bila ditanyakan, mereka tidak mengenal kata inflasi maupun arti inflasi. Mereka lebih mengenal apa yang disebut barang semakin mahal dan harga barang naik.

Inflasi terjadi di setiap negara tanpa kecuali. Inflasi terjadi karena salah satu pihak menaikkan harga jual untuk menutupi biaya produksi atau biaya operasional. Kenaikan biaya ini akan menjadi suatu rantai yang membuat semua barang dan jasa semakin tinggi harganya. Kita ambil contoh:

Buruh pabrik menuntut kenaikan gaji. Kenaikan gaji buruh menjadi beban operasional yang akhirnya produsen harus menaikkan harga jual barang hasil produksinya. Ketika harga barang naik, buruh kembali merasakan biaya hidup semakin mahal dan akhirnya mereka meminta agar gajinya dinaikkan lagi. Rantai kenaikan harga ini yang mengakibatkan terjadinya inflasi yang terus berlanjut.

Namun demikian, beberapa kasus dapat terjadi di mana harga barang turun. Kasus harga turun dapat diakibatkan bila produk membanjiri pasar akibat panen terlalu berlimpah dan nilai tukar mata uang dalam negeri menguat dibandingkan mata uang luar negeri. Ketika hasil panen terlalu banyak dan hasil produksi tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Petani akan menurunkan harga agar hasil panen dapat segera ditukar dengan sejumlah uang. Pada kasus mata uang dalam negeri menguat maka sejumlah barang yang diimpor akan mengalami penurunan harga karena nilai tukar mata uang membesar.