Jaman pacaran pasti ada aja pengalaman putus sama pacar. Padahal sebulan sebelumnya masih bilang “Sayang dan akan setia selamanya”. Eh.. belum sebulan sudah bilang “tidak cocok”, “belum siap”, “mau sendiri dulu”, “mau balikan sama mantan” atau apa saja dech alasannya. Namun, sungguh kasihan perasaan seseorang yang diputus oleh pacarnya. Masa depan mereka seakan-akan menjadi sirna akibat di PHK(pemutusan hubungan kekasih) oleh sang pacar. Mereka sering menjadi pendiam dan tidak terbuka setelah diputus dan hidup mereka serasa menjadi tidak berarti dan tidak ada harapan. Lantas apa alasan tidak bisa Move On setelah diputus pacar buat mereka?

Alasan Tidak Bisa Move On Setelah Diputus Pacar

Memang setelah menjalani hubungan kekasih setelah beberapa waktu, hidup terasa sangat bergantung kepada sang kekasih. Apa lagi jika mereka telah mempercayai dan menaruh harapan sepenuhnya kepada pasangannya. Hati akan sangat berat untuk melepas kepergiannya. Biasanya alasan berikut ini yang membuat seseorang menjadi tidak bisa Move On setelah diputus:

Masih sayang dan berharap pacar untuk kembali

Rasa sayang mendalam membuat seseorang menjadi terikat dengan sang pacar walaupun telah menjadi mantan bahkan sang mantan telah mendapatkan kekasih baru. Rasa sayang tidak luntur walaupun menyadari kenyataan sang mantan tidak mungkin untuk kembali. Alasan yang satu ini yang paling susah buat seseorang untuk Move On. Mereka akan susah dinasehati untuk Move On. Mereka harus menemukan sosok baru yang membuka hatinya agar bisa Move On.

Pacaran sudah lama dan terlalu banyak kenangan indah

Sejarah yang indah tidak pernah berbohong dan meninggalkan banyak kenangan manis. Hal ini yang membuat seseorang terus berharap kalau kenangan indah akan terulang kembali. Kenangan indah adalah hal yang paling susah dilupakan. Mereka harus menyadari keadaan mereka yang sebenarnya untuk bisa Move On. Pintu hati mereka akan sangat tertutup untuk pasangan baru karena kenangan lama terdahulu.

Mereka membutuhkan waktu untuk merenungkan apa yang terjadi dengan diri mereka sendiri. Mereka akan tersadarkan sejalan dengan perjalanan waktu tapi tidak ada yang mengetahui kapan waktunya mereka akan kembali membuka pintu hati.

Kenang-kenangan berharga yang membuat selalu terkenang

Pada masa pacaran selalu ada saja kenang-kenangan berharga baik itu barang maupun memory. Hal tersebut akan selalu terbawa di dalam ingatan. Bila kenang-kenangan itu dalam bentuk barang, seperti: jam, cincin, buku, atau apa saja yang pernah diberikan mantan pacar. Barang-barang tersebut akan terus mengingatkan mereka kepada si dia. Bila kenang-kenangan itu dalam bentuk memory, seperti: jalan-jalan ke suatu daerah yang indah, shopping bersama dan lain sebagainya. Ingatan itu akan terus menghantui ketika mereka menyendiri dan sulit melepaskan diri.

Lokasi rumah mantan berada di dekat rumah

Bila lokasi rumah berdekatan maka akan sangat berkemungkinan untuk melihat si dia keluar dan masuk rumah. Bahkan melihat rumah si dia juga akan membangunkan ingatan. Hal tersebut akan selalu terulang bila lewat depan rumahnya.

Sering bertemu dengan dia sering membangkitkan perasaan lama

Bila sang mantan mempunyai tempat kerja yang sama, satu sekolah, satu kelas, satu profesi atau apa saja. Hal ini akan memungkinkan untuk sering bertemu dengan dia. Perasaan lama tidak mungkin dilupakan dan dengan diam-diam masih memperhatikan dia. Apalagi bila disertai perasaan cemburu ketika melihat dia dekat dengan lawan jenis lain.

Mempunyai kepribadian yang susah cocok dengan orang lain

Nah.. yang satu ini nich yang susah.. mungkin saja si mantan adalah orang yang pertama kali menerima kepribadiannya. Jadi dia terus mengharapkan sosok itu kembali ke pelukannya. Mungkin alasan di PHK juga karena mantan tidak tahan lagi untuk menerima kepribadiannya itu. Kepribadiannya yang tidak disukai mungkin saja temperamental, egois, posesif, suka menjelekkan orang ato apa saja. Kalau benar demikian, yang bersangkutan harus instropeksi diri dan merubah kepribadian sendiri agar bisa keluar dari belenggu PHK.

Kalau itu terjadi pada diri kita, kita harus Move On. Kalau itu terjadi pada temen kita, mari kita bantu teman kita agar cepat bisa Move On.