Pernahkan Anda merasa sembelit atau sulit untuk buang air besar(BAB) ketika Anda sedang berada di luar kota? Bila iya, hal ini masih merupakan hal yang biasa terjadi dan normal. Meskipun demikian, sulit BAB akan menyebabkan perut kita terasa penuh dan tidak nyaman. Alasan susah BAB saat bepergian? Ini penjelasannya.

Alasan susah BAB saat bepergian

Kita mungkin pernah mengalami sulit BAB ketika sedang berada di luar kota. Padahal kita biasanya tidak mengalami sembelit ketika berada di rumah. Meskipun kita sudah banyak makan dan mengkonsumsi buah-buahan tetapi sembelit tetap dialami. Sembelit ini dapat berlangsung hingga berhari-hari. Kita akhirnya terpaksa menggunakan obat pencahar agar bisa BAB.

Susah BAB bisa disebabkan oleh adanya gangguan pada usus. Tapi pada kenyataannya, ada dua hal yang mempengaruhi kesulitan BAB, yaitu feses(kotoran di dalam usus) dan usus(sebagai organ untuk membuang kotoran). Gangguan pada salah satu atau keduanya akan mengakibatkan BAB menjadi tidak lancar. Kedua faktor penghambat BAB mungkin saja disebabkan oleh aktifitas kita seperti berikut ini:

Kebiasaan menunda BAB

Menurut penelitian, kondisi atau fungsi tubuh manusia akan menyesuaikan diri terhadap kebiasaan. Apabila suatu kebiasaan berubah atau tidak dilakukan seperti biasa, maka fungsi tubuh akan terganggu. Contohnya: bila kita menunda BAB karena sedang dalam perjalanan, hal ini akan mengganggu fungsi tubuh khususnya usus besar. Setiap orang memiliki jadwal untuk BAB dan bila mereka melewatkan jadwal tersebut maka jadwal BAB akan menjadi kacau dan fungsi usus besar akan terganggu. Bila proses BAB ditunda maka cairan pada kotoran akan diserap oleh usus besar dan akhirnya mengering dan menyebabkan kesulitan BAB.

Pola makan yang berubah

Pola makan yang berubah ketika sedang dalam perjalanan ke luar kota juga bisa menyebabkan BAB menjadi mampet. Perubahan menu makanan dan konsumsi makanan yang tidak biasa dikonsumsi akan menyebabkan jadwal BAB berubah.

Sanitasi yang kurang bersih

Kita juga dapat menunda BAB karena sanitasi yang kurang bersih. Kita umumnya akan menundanya hingga kita merasa nyaman untuk menggunakan toilet tersebut. Terkadang, kita tidak mau menggunakan toilet yang kurang nyaman sehingga kita menunda BAB. Perasaan tegang dan tidak nyaman saat menggunakan toilet dapat membuat otot menjadi tegang dan pergerakan kotoran menjadi tidak lancar.

Kurang mengkonsumsi serat

Kita bisa saja kurang mengkonsumsi serat dan buah-buahan pada saat berada di luar kota. kita hanya fokus pada makanan utama yang banyak mengandung karbohidrat dan kurang berserat. Hal ini akan mengakibatkan BAB menjadi tidak lancar. Padahal serat berguna untuk membuat tekstur kotoran lebih halus sehingga memudahkan dalam BAB.

Kurang minum air putih

Kita juga bisa melewatkan atau mengurangi minum air putih ketika sedang dalam perjalanan. Hal ini dilakukan karena alasan sulit untuk mencari toilet di tengah perjalanan. Kita akan mengurangi minum air putih agar selama perjalanan kita tidak terganggu dengan keinginan untuk menggunakan toilet. Padahal air putih berfungsi untuk menghidrasi kotoran, melancarkan pencernaan dan memudahkan pengeluaran kotoran.

Kurang berolahraga

Bila kita jarang berolahraga maka pergerakan usus akan menjadi lambat. Hal ini dapat menyebabkan BAB tidak lancar. Rutin berolahraga akan membantu untuk memberikan dorongan pada usus sehingga pergerakan kotoran akan menjadi lebih lancar.

Untuk mengantisipasi sembelit, kita perlu membawa snack yang banyak mengandung serat dan mencukupi kebutuhan air putih.