Nasehat yang paling sering kita dapatkan apabila kita baru mengalami putus cinta adalah “lupakan saja”, “nanti juga kamu akan lupa”, “masih banyak ikan di laut”, “tuh kan, dia memang bukan buat kamu”, “iya kan, dia memang begitu.. hanya bisa membuat kamu menangis” dan lain sebagainya. Apabila kita baru mengalami putus cinta dan diberikan nasehat seperti itu biasanya kita akan bertambah merasa sedih. Koq bisa makin sedih, kenapa? Karena orang hanya bisa ngomong saja dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang menjadi alasan kalian jadi putus. Alasan mereka ngomong demikian bisa saja karena memang sejak awal tidak suka dengan hubungan kalian, ingin menghibur kita dan lain sebagainya. Kenangan manis terdahulu tidak mudah untuk dilupakan. Perasaan dan memori itu tidak akan hilang begitu saja. Tidak seperti kita memancing ikan, setelah ikan yang satu lepas kita pancing lagi ikan yang lain. Setuju? yuk kita simak ini alasan sulit move on dari mantan menurut penelitian.

Alasan Sulit Move On Dari Mantan Menurut Penelitian

Ada orang yang sangat sulit untuk move on dari pacar. Mereka sulit move on setelah berbulan-bulan hingga bertahun-tahun lamanya. Namun ada juga orang yang tidak memerlukan waktu lama untuk move on. Mereka mencari pacar baru lagi dan tidak memikirkan mantan mereka secara berlarut-larut. Untuk lebih jelasnya, ini alasan kenapa sulit move on menurut penelitian berdasarkan tipe tertentu:

Orang dengan pandangan statis

Orang yang memiliki pandangan statis akan membutuhkan waktu lama untuk melupakan mantannya. Mereka cenderung akan menyalahkan diri mereka sendiri dibanding memikirkan cara untuk move on. Mereka akan menganggap penolakan/pemutusan hubungan kekasih tersebut merupakan kesalahan mereka sendiri. Mereka berkemungkinan akan menolak hubungan baru dan lebih memilih untuk menutup diri.

Orang dengan pandangan terbuka

Orang yang memiliki pandangan terbuka akan lebih mudah dalam melupakan mantannya. Mereka juga merasakan patah hati akibat PHK oleh pacar sama seperti yang dialami oleh orang yang memiliki pandangan tertutup. Namun, mereka tetap optimistis bahwa hidup perlu terus berjalan dan dunia belum berakhir hanya karena diPHK pacar. Mereka cenderung merelakan kepergian mantan dan memilih untuk melanjutkan hidup.

Perasaan putus cinta memang menyakitkan dan menimbulkan luka di dalam hati. Namun, kita tidak boleh terus terpaku pada masa lalu. Masa lalu tetap masa lalu dan tidak ada hubungannya dengan masa depan. So, keep being you and stay strong ya.