Sebagian besar dari kita mengalami namanya sifat malas dan ingin menunda pekerjaan. Sifat malas untuk menunda suatu pekerjaan, mulai dari pekerjaan sederhana hingga pekerjaan besar. Sebagai contoh:
– Malas Makan
– Malas Mandi
– Malas pergi ke sekolah
– Malas berangkat kerja
– dan lain sebagainya.

Sifat kemalasan manusia ini pada dasarnya suatu kebiasaan. Setiap individu mungkin menyadari sifat malas pribadinya tersebut, namun ada kemalasan di beberapa sisi yang tidak disadari oleh diri mereka masing-masing. Ada beberapa sifat kemalasan yang timbul disertai alasan tertentu tergantung pribadi masing-masing.

Sisi malas setiap orang berbeda, contohnya:
– Seorang anak rajin belajar tapi dia malas berangkat ke sekolah.
– Seorang ibu rumah tangga rajin bersih-bersih rumah tapi malas memasak.
– Seorang pemulung rajin mengumpulkan sampah di jalanan tapi dia malas membersihkan rumah.

Dari contoh di atas, pribadi setiap orang tidak seluruhnya malas tapi mereka ada sisi malas tersendiri. Secara garis besar penyebab kemalasan dikelompokkan sebagai berikut:

Didikan Keluarga
Tidak ada didikan keluarga yang mengajarkan anaknya untuk malas. Namun, didikan keluarga yang tidak mengharuskan anaknya untuk aktif membantu pekerjaan, melakukan suatu kerjaan dengan cekatan menjadikan sang anak menjadi santai. Terkadang toleransi pihak keluarga yang tinggi membuat sang anak menjadi tidak terlalu memperhatikan kewajiban, akhirnya sikap santai pun terbawa hingga usianya yang dewasa.

Pada usia yang dewasa ini, sang anak sudah terbiasa untuk tidak segera melakukan pekerjaannya. Sehingga mereka juga berlaku seperti dulu yang selalu menunda pekerjaan yang seharusnya diselesaikan.

Lingkungan
Seseorang yang hidup di dalam suatu daerah cenderung beradaptasi terhadap keadaan lingkungannya. Bagi mereka yang tinggal di daerah dimana orang setempat memiliki kebiasaan menunda pekerjaan, mereka juga akan terbawa suasana di lingkungan setempat.

Kenyamanan
Kondisi kehidupan nyaman seperti keluarga yang mapan, kondisi ekonomi yang mencukupi, adanya pihak keluarga atau teman yang selalu membantu melakukan pekerjaan penting. Kondisi kehidupan yang nyaman sehingga tidak mengharuskan dirinya untuk melakukan pekerjaan dalam kondisi urgensi yang tinggi. Hal ini cukup banyak membantu kehidupan orang tersebut sehingga mereka merasa santai dan tidak perlu buru-buru karena ada yang bisa melakukannya untuk mereka.

Ketakutan
Setiap orang mempunyai pengalaman buruk terhadap suatu hal sehingga pengalaman buruk tersebut membuatnya enggan melakukan pekerjaan yang berdekatan atau mirip dengan pengalaman buruknya. Pengalaman yang sangat buruk pun dapat mengakibatkan seseorang menjadi trauma dan sama sekali tidak mau berhubungan dengan pekerjaan itu.

Keterbatasan Kemampuan
Kemampuan seseorang berkaitan erat dengan minat dan bakatnya sendiri. Kebanyakan orang tidak mau melakukan hal yang mereka tidak senang atau tidak kuasai. Bila mereka dipaksa untuk melakukan hal yang mereka tidak kuasai, hasilnya akan tidak baik bahkan sia-sia sehingga mereka pilih untuk menolak atau tidak ingin melakukannya.

Tidak Termotivasi
Mereka tidak merasakan keuntungannya secara langsung sehingga mereka menunda pengerjaan pekerjaan tersebut. Mereka tidak memiliki dorongan kuat secara mental dan logika untuk melakukan pekerjaan tersebut. Mereka tidak yakin akan mencapai hasil yang didapatkan setelah melakukan pekerjaan mereka.

Rasa malas dan keengganan untuk melakukan suatu hal tentunya tidak akan membuahkan hal positif. Bila Anda mengetahui salah satu kemalasan Anda sehingga Anda sering melakukan penundaan terhadap pekerjaan, Anda disarankan untuk mencari solusi agar Anda bisa melakukan pekerjaan tersebut tanpa rasa malas sehingga pekerjaan tersebut bisa segera diselesaikan.