Kini banyak orang menghindari atau tidak suka belanja di toko kelontong. mereka lebih suka berbelanja di Alfamart, Indomaret, Yomart atau minimarket lainnya. Pada intinya banyak gerai minimarket meraih penjualan yang cukup tinggi di berbagai daerah dan hal ini tentu merupakan pengaruh negatif terhadap toko kelontong yang lebih dulu berlokasi di sana. Pertanyaannya apa sich alasan orang tidak suka belanja di toko kelontong atau warung tradisional?

Alasan orang tidak suka belanja di toko kelontong atau warung

Tim kami mencoba melakukan penelitian terhadap sejumlah konsumen yang baru selesai berbelanja di minimarket. Kami menanyakan langsung kepada konsumen secara acak dengan kalimat, “Mengapa berbelanja di minimarket dan tidak berbelanja di toko kelontong atau warung?”. Setiap peserta wawancara kami minta 5 buah alasan untuk tidak berbelanja di toko kelontong. Mari kita simak apa kata konsumen:

Warung atau toko kelontong tidak menyediakan kemudahan parkir

Sebagian besar pengunjung minimarket menggunakan sepeda motor namun hanya sebagian kecil yang menyatakan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk memarkirkan kendaraan mereka di toko kelontong. Namun, hal ini tetap menjadi salah satu alasan konsumen tidak mau mengunjungi toko kelontong.

Tidak ada toko kelontong yang lebih dekat dari rumah dibandingkan minimarket

Keberadaan toko kelontong di beberapa kota ternyata makin tergeser oleh hadirnya minimarket. Keberadaan gerai minimarket semakin hari semakin banyak dan tidak dipungkiri bahwa masyarakat semakin mudah menemukan minimarket sebagai tempat berbelanja. Sebagian peserta mengatakan tidak ada toko kelontong di dekat rumahnya.

Di toko kelontong harus tanya-tanya harga

Pengunjung toko kelontong merasa tidak nyaman ketika mereka berbelanja. Mereka tidak menemukan stiker harga di atas rak atau produk. Mereka harus selalu menanyakan barang yang mau dibeli. Hal ini menyebabkan rasa risih atau kesulitan tersendiri. Hal ini tidak terjadi bila berbelanja di minimarket karena semua harga produk sudah tercantum di rak barang.

Belanja di toko kelontong hanya dapat kantong plastik hitam

Kantong plastik merupakan suatu alat bantu membawa barang belanjaan. Namun, tidak sedikit peserta yang mempermasalahkan hal ini. Mereka menyatakan kalau berbelanja di minimarket mereka dapat “kantong kresek yang bagus”, “kantongnya bersih”, “kantongnya bagus dan keren” dan lain sebagainya.

Belanja di toko kelontong tidak santai dan susah lihat barang sendiri

Salah satu keluhan konsumen terhadap toko kelontong adalah tidak bisa santai. Setiap datang berkunjung ke toko kelontong, langsung ditanyakan “mau beli apa?”. Hal ini tentu membuat pengunjung menjadi risih untuk melihat-lihat barang sendiri. Sebagian konsumen mengatakan bahwa susunan barang di dalam toko kelontong tidak beraturan sehingga mereka sulit untuk melihat barang sendiri. Mereka harus minta pemilik toko atau penjaga toko untuk mengambilkan barangnya. Ketika banyak pembeli yang datang ke toko yang sama, mereka harus antri untuk dilayani.

Di toko kelontong tidak bisa buat jalan-jalan dan bisa lihat barang sendiri

Boleh percaya atau tidak, lebih dari 50% peserta memberikan jawaban “toko kelontong tidak bisa buat jalan-jalan”. Wow, ternyata mereka lebih memilih berbelanja di minimarket dengan alasan “bisa jalan-jalan” di dalamnya. Mereka tidak sekedar berbelanja tapi mereka juga memanfaatkan toko swalayan versi kecil untuk “jalan-jalan”.

Suasana di toko kelontong gelap dan tidak tertata rapi sehingga membuat sebagian konsumen enggan berbelanja di sana. Mereka tidak bisa memanfaatkan suasana di toko kelontong untuk jalan-jalan.

Barang yang dibeli dari toko kelontong banyak debu

Toko kelontong banyak yang tidak tertata rapi dan tidak memiliki penyekat ruangan. Hal ini membuat debu akan masuk ke dalam toko dan hingga di atas barang dagangan. Salah satu alasan mayoritas dari peserta menyatakan mereka harus membersihkan barang yang telah dibeli sebelum membuka kemasan. Lebih dari 60% peserta memberikan jawaban ini.

Toko kelontong tidak pernah kasih promo

Jawaban nomor 2 terbanyak adalah toko kelontong tidak pernah kasih promo. Ternyata pengunjung mengharapkan harga diskon atau harga promo dari toko kelontong. Selama ini toko kelontong yang akrab disebut warung hanya menjual barang dagangan dan tidak pernah memberikan promo. Jumlah peserta yang memberikan jawaban ini mencapai 71%.

Lebih dari 95% peserta menyatakan toko kelontong tidak ada AC

Banyak yang beralasan toko kelontong “Panas” atau “tidak ada AC”. Jawaban ini adalah jawaban yang paling banyak diberikan oleh peserta. Dari seluruh peserta, kurang dari 5% peserta yang tidak menyebutkan alasan untuk tidak berbelanja di toko kelontong dengan alasan toko kelontong “panas” atau tidak memiliki pendingin ruangan.

Kami mengelompokkan beberapa jawaban peserta yang berdekatan artinya agar kami lebih mudah mengolah data penelitian ini. Sebagian beberapa peserta yang memberikan jawaban lebih dari 5 dan kami tetap menggunakannya sebagai data penelitian ini. Ada sebagian jawaban yang tidak relevan, seperti “yang jual bapak-bapak”, “yang jual galak”, “tidak tersedia minuman dingin”, “galon aqua kotor” dan lain sebagainya. Kami terpaksa tidak memperhitungkan data tersebut.

Untuk Anda yang berencana menggeluti bisnis toko kelontong atau sedang menjalankan bisnis toko kelontong, Anda bisa menggunakan artikel ini sebagai bahan referensi. Demikian data penelitian Kami, semoga bermanfaat buat Anda semua yang membaca.