Bila Anda mengunjungi dokter atau pergi ke rumah sakit, mereka akan menyarankan Anda tidur 8 jam setiap harinya, mungkin Anda bertanya-tanya “Mengapa harus tidur 8 jam sehari?”. Sebenarnya ada banyak hal yang berpengaruh sehinggga Anda membutuhkan waktu istirahat yang cukup setiap harinya. Kurangnya tidur yang cukup setiap harinya akan memiliki dampak buruk bagi kesehatan, seperti: depresi, hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes atau lain sebagainya.

Namun kualitas dan kuantitas tidur sering terganggu oleh berbagai gangguan, seperti: suara bising, udara panas, keberadaan alat komunikasi atau lain sebagainya. Pada prakteknya Anda sering kali tidak bisa tidur selama 8 jam sehari seperti yang disarankan oleh dokter atau dengan kata lain Anda tidak mendapat cukup waktu untuk beristirahat.

Untuk menyikapi masalah kurang tidur, Anda membutuhkan manajemen waktu yang baik agar kesehatan tetap terjaga. Anda perlu membagi waktu Anda untuk bekerja keras, bekerja ringan dan beristirahat. Idealnya Anda dapat membagi 24 jam dalam sehari menjadi 3 bagian yang masing-masing sepanjang 8 jam. Waktu setiap 8 jam ini harus digunakan oleh Anda untuk melakukan masing-masing pekerjaan, di antaranya: bekerja keras, bekerja ringan dan beristirahat.

Namun pada kenyataannya, cara pembagian waktu yang dijelaskan di atas tidak dapat terpenuhi. Waktu Anda untuk bekerja keras menjadi 11 jam, bekerja ringan 6-7 jam dan waktu untuk tidur hanya 5-6 jam saja. Sebagai akibat dari kurang tidur tersebut, Anda akan mengalami kelelahan yang mendalam sehingga kondisi kesehatan Anda menurun.

Menurut penelitian para ahli kesehatan, “Waktu yang diperlukan untuk tidur bagi orang dewasa adalah 7-8 jam/hari. Remaja hingga anak balita memerlukan tidur yang cukup sebanyak 9-11 jam/hari namun khusus untuk anak balita dan prasekolah memerlukan waktu tidur tambahan selama beberapa jam untuk beristirahat pada waktu siang hari”.

Tubuh manusia hanya dapat melakukan proses regenerasi sel-sel yang rusak, peregangan otot, peregangan pembuluh darah, istirahat pada sel otak, produksi sel darah dan lain sebagainya pada saat tidur. Bila waktu yang dibutuhkan untuk melakukan restorasi kondisi tubuh pada saat tidur kurang dari seharusnya, kondisi tubuh manusia menjadi tidak normal. Seseorang yang kurang tidur mudah mengalami anemia karena waktu untuk produksi sel darah kurang panjang, mudah mengalami hipertensi karena pembuluh darah menjadi tegang, suka lupa karena sel otak kelelahan dan penyakit lain yang berhubungan dengan kurangnya waktu istirahat.

Oleh sebab itu, istirahat sangat diperlukan oleh tubuh untuk melakukan segala hal untuk mengembalikan kondisi tubuh. Bila Anda kurang dapat beristirahat pada waktu malam hari, Anda dapat memanfaatkan waktu tidur pada siang hari dengan catatan harus dilakukan pada waktu istirahat. Anda dapat tidur sejenak dan Bos Anda akan mengijinkan Anda. Dengan tidur sejenak akan membantu Anda merelaksasi tubuh yang kelelahan.

Anda tidak perlu memaksa diri untuk tidur selama 8 jam setiap malam, namun Anda dapat membagi waktu tidur menjadi beberapa sesi tidur yang memungkinkan untuk Anda. Namun ada genetik tertentu yang hanya perlu tidur 6-7 jam saja dalam sehari dan mereka tidak mengalami keluhan dari kurangnya tidur. Khusus bagi wanita hamil akan mengalami kekurangan waktu tidur dikarenakan seringnya frekuensi buang air kecil pada malam hari, nyeri pinggang, kram pada kaki atau penyebab lainnya. Penderita penyakit tertentu, seperti asma akan mengalami kesulitan tidur karena efek dari obat-obatan yang dikonsumsi. Faktor kegemukkan juga menjadi salah satu penyebab kesulitan tidur di malam hari.