Bisnis yang ada di pasaran saat ini ketika diteliti terdapat 80% masih termasuk self employee. Kebanyakan bisnis yang dibangun dengan keuangan ketat sehingga harus mempekerjakan diri sendiri untuk menjalankan bisnis tersebut. Namun setelah bisnis berjalan beberapa waktu menuju ke arah positif, pelaku bisnis tetap tidak bisa melepaskan kegiatan yang sudah berubah menjadi sebuah kebiasaan. Mereka tidak sadar bahwa kebiasaan ini justru menghambat perkembangan bisnisnya.

Fighter
Pelaku bisnis mempekerjakan dirinya dari awal cenderung menjadi “fighter” di dalam bisnisnya sendiri. Setiap hari dilalui dengan kesibukan operasional akhirnya mereka tidak mempunyai waktu untuk melihat dunia lebih luas. Waktu mereka tersita dan tidak bisa mempersiapkan rencana untuk membuat bisnis menjadi lebih baik. Semakin “baik” bisnis mereka berjalan semakin tenggelam mereka ke dalam dasar kesibukan. Mereka harus bisa keluar dari lingkaran kesibukan untuk menatap dunia lebih luas.

Hemat
Pada awalnya mereka memang tidak mampu menggaji pegawai. Ketika sudah mampu menggaji, pemikiran mereka berubah karena ingin berhemat untuk tidak ingin menambah biaya operasional akhirnya mereka sendiri yang tetap bekerja sebagai pegawai di dalam bisnisnya tersebut. Karena sikap hematnya itu mereka sendiri terhambat untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna.

Merasa sendiri yang paling benar
Para pelaku bisnis menjalankan bisnisnya dari awal sehingga mereka menjadi hanyut ke dalam pengalaman berbisnis mereka sendiri. Ketika diberikan saran atau kritik agar mereka bisa berjalan ke arah lebih baik, mereka menolaknya mentah-mentah tanpa memikirkan sisi positifnya. Pada akhirnya mereka tidak mendapatkan ide positif untuk menjadikan bisnis berkembang lebih baik.

Hidup itu singkat
Banyak di antara pebisnis yang berpikir bahwa hidup itu singkat akhirnya ketika ada penghasilan, mereka bersifat konsumtif dan tidak memikirkan untuk mengembangkan bisnis lebih jauh. Pada akhirnya mereka menjadi pekerja sejati yang setiap hari hanya bekerja untuk konsumsi.

Tidak mau berbagi
Persaingan bisnis kian hari makin ketat karena semakin banyak pelaku bisnis bidang pada daerah yang sama. Terkadang sesama teman dekat pun menjadi saingan. Ketika ada kesempatan bisnis besar mereka mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk mengambil kesempatan tanpa berpikir untuk kerja sama dengan pelaku bisnis lain. Ketika kesempatan yang lebih baik muncul mereka sudah kehabisan tenaga untuk menerima kesempatan tersebut.

Menunda
Penundaan untuk membuat suatu rencana, melakukan pekerjaan yang sudah direncanakan bahkan penundaan untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah dimulai. Semua ini sering terjadi karena berbagai alasan. Namun penundaan ini tidak terasa ketika belum dibutuhkan tapi ketika kesempatan datang, mereka tidak siap untuk mengambil kesempatan akibat penundaan yang terjadi sebelumnya.

Sebenarnya masih ada kebiasaan lain yang menghambat perkembangan bisnis, namun 6 kebiasaan ini yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bisnis. Bila Anda masih memiliki kebiasaaan yang telah disebutkan, perbaiki sejak dini. Bila Anda merasa ada kebiasaan lain yang juga sangat berpengaruh tulis di komentar untuk membantu pengunjung lainnya.